undangan dari istana

1055 Kata
Secara ajaib Orion kini berada di halaman rumah violet bersama kudanya, sedangkan violet berada di bak mandi dengan segelas jus di tangannya, masih lengkap dengan pakaian yang tadi ia kenakan saat ke hutan. Violet terkejut lalu menghela nafas lega sambil menyeruput jus nya dengan nikmat. "Aku selamat.. "Ujar violet Orion juga terkejut senang dan bergumam " Dia sungguh seorang peri! " Lily yang baru saja memasuki halaman heran karna hanya melihat Orion kembali sendirian. Ia pun bertanya " Tuan Orion,kenapa anda hanya kembali bersama kudanya. Dimana nona violet? " "Dia sudah di kamarnya sejak tadi" "Itu tidak mungkin tuan, saya baru saja membersihkan kamarnya" "Kalau tak percaya, ayo kita periksa bersama" Orion dan lily masuk ke kamar violet yang berada di atas. Dan violet benar-benar sedang menikmati acara berendam dengan jus dalam genggaman nya. "Nona! Sejak kapan anda disini? Dan kenapa anda berendam dengan mengenakan pakaian lengkap begitu? " "Sejak tadi lily. Aku kepanasan jadi langsung berendam tanpa melepas pakaian" Di liriknya Orion yang sedang menahan tawa. "Mau saya bantu melepasnya nona? " "Nanti saja lily, aku perlu berbicara dengan Orion" "Baiklah, saya akan menunggu di luar" Setelah lily keluar,Orion melepaskan tawanya. Ia lalu mendekati bak mandi dan berkata "Jadi kau sungguh seorang peri? " Violet mengangguk bersemangat sambil melebarkan senyumnya. "Apakah kau bisa memohon agar aku bisa kembali ke tempat ku berasal, Orion? Orion mengerutkan dahinya dan menjawab " Aku ga yakin kalau bisa seperti itu. Tapi kita bisa mencobanya" Orion lalu mengucap permohonannya "Ku mohon kembalikan violet.... Nama lengkapmu siapa? " " Violeta rose" "Kumohon kembalikan violeta rose ke dunianya dan temanku violet kembali ke dunia ini" Violet lalu menjawab permohonan Orion "Aku mengabulkannya" Mereka lalu menunggu reaksi dari permohonan Orion dan saling bertatapan,Orion mencoba menyentuh pipi violet dengan telunjuknya. "Aku masih disini Orion" Orion menghela nafas kecewa. "Bagaimana dengan mengisi energiku dengan permohonan mu? " "Kalau itu bisa di lakukan hanya dengan memohon,maka alice tak akan menyuruhmu ke istana kan?" "Kau benar" "Aku juga bingung dengan alasan apa aku pergi ke istana" "Terlebih dengan wajah sepucat ini,ibumu pasti takkan mengizinkan" Tiba-tiba violet teringaat sesuatu. "Aku mulai kedinginan, bisakah kau keluar sebentar agar aku dapat mengganti pakaianku? " "Oke, aku akan menunggumu di bawah" Orion lalu turun kebawah untuk memikirkan langkah selanjutnya, tak lupa ia menyuruh lily masuk ke kamar violet untuk membantunya berganti pakaian. violet lalu mencoba menutupi wajah pucatnya dengan cosmetic "Aku ingat melihat cara seperti ini di youtube "gumamnya. violet kemudian turun untuk menemui Orion. Saat itu ia sedang berbicara santai dengan ayah dan ibunya violet. Wajah mereka cerah melihat violet yang tak lagi pucat. "Sepertinya kau sudah lebih baik nak" Ujar sang ibu. "Ya bu. Jalan2 di taman benar-benar menghilangkan lelahku" Jawab violet seraya duduk di samping orion. Orion lalu berbisik "bagaimana wajahmu bisa berubah? " "Itu rahasia" Jawab violet sambil berbisik juga. Jawabannya membuat Orion cemberut. "Berarti nanti malam kau bisa ikut bersama ibu dan ayah" "Ikut kemana bu? " "Tadi pagi datang undangan dari istana. Sang pangeran hari ini berulang tahun " Violet dan Orion saling berpandangan dengan bahagia. dengan adanya kabar tersebut, mereka jadi tak perlu repot membuat alasan untuk ke istana. Sikap keduanya membuat sang ayah curiga "Ayah perhatikan, kalian berdua kemana-mana selalu bersama" "Apakah ada gencatan senjata di antara kalian? " "Ayah lupa ya? Orion kan sekarang adalah pengawalnya violet, wajar kalau mereka selalu bersama" Jawab sang ibu. "Ah... Jadi karna itu". "Bu, bolehkah nanti malam kita pergi dengan kereta yang terpisah? " "Kenapa? " "Aku takut bosan dengan acaranya dan ingin pulang cepat" "Kau ini ada-ada saja." Ujar sang ayah. "Silahkan kalau itu maumu,toh ada Orion yang menjagamu"jawab sang ibu. *** Malamnya saat bersiap-siap, lily sang pelayan terlihat panik "Maafkan aku nona, aku lupa memesankan gaun desainer untuk malam ini" "Tak apa lily. Lihatlah lemari ku yang sudah penuh dengan gaun" Jawab violet seraya membuka pintu lemarinya. "Tapi biasanya anda tak pernah memakai gaun yang sama untuk menghadiri pesta, terlebih ini adalah pesta ulang tahun sang pangeran yang sudah anda nantikan sejak lama" Violet menggeleng dan tersenyum.ia berfikir sambil memilih gaun yang akan di pakainya "Lantas untuk apa gaun2 ini di simpan?" Pilihannya jatuh pada gaun berwarna mint dengan model yang paling sederhana. "Anda yakin akan memakai gaun itu nona? " "Ya.gaun ini terlihat paling nyaman di pakai" "Tapi anda biasanya lebih suka dengan yang banyak permatanya seperti ini" Ujar lily sambil menunjukan gaun besar dan mewah berwarna merah bertaburan permata Violet menatap gaun pilihan lily dengan pandangan benci "Terlalu mencolok, lily.aku tidak menyukainya" "Wah... anda benar-benar sudah berubah nona" Meskipun sempat protes, lily tetap membantu violet memakai gaun pilihannya. Kini lily sedang menata rambut panjang violet "Biasanya anda menyukai penampilan yang mencolok untuk menarik perhatian dalam pesta.apalagi dalam pesta yang sudah pasti di hadiri oleh pangeran" Violet berkata dalam hati "Aku justru berniat tidak terlihat dalam pesta nanti" "aku ingin merubah citra ku lily.Dan pangeran, aku tidak perlu repot2 menarik perhatiannya, kalau ia di takdirkan untuk ku, pada akhirnya dia akan jatuh ke pelukanku " Lily bertepuk tangan melihat majikannya yang sangat percaya diri. "Anda benar nona" Violet pun akhirnya siap, ia menemui Orion yang sudah menunggu di samping kereta kuda yang akan di naikinya. Orion terperanjat kagum melihat violet yang penampilannya cantik dan elegan. gaunnya yang sederhana dan berwarna cerah sangat cocok dengan warna kulitnya yang putih kemerahan. Rambutnya yang panjang di tata sedemikian rupa sehingga mirip seperti tampilan peri atau elf dalam film fantasi. Sebelum kereta mulai berjalan, Orion memberikan opininya "Biasanya kalau ke pesta, violet akan memakai sesuatu yang besar, berkilau dan mencolok" "Menurutmu aku harus merubah penampilanku agar mirip dengan violet temanmu?" Tanya violet sambil bersiap bangun dari duduknya, tapi Orion menahannya. "Tidak perlu, gayamu yang seperti ini justru lebih baik daripada dia" Violet kembali duduk. Di dalam kereta kuda, Orion tak melepaskan pandangannya dari gadis yang duduk di hadapannya,Membuat violet tak nyaman. " riasanku terlalu tebal ya? " "Tidak" "Lantas kenapa kau terus memandangiku? " "Entahlah, rasanya aku seperti sedang melihat seorang peri" Violet lalu terkekeh mendengar ucapannya. "Kau berlebihan Orion. Aku kan memang seorang peri" Orion mengangguk-angguk *** Sementara itu di istana, sang raja berkata kepada anaknya sesaat sebelum menghadiri pesta "Selamat ulang tahun anakku" "Terimakasih ayah" "Hadiahmu malam ini ada di antara para tamu undangan" "Apa maksudmu yah? " "Tunanganmu" "Bagaimana aku akan mengenalinya? " "Dia akan menjadi wanita yang paling menarik perhatianmu malam ini".
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN