pangeran yang penasaran

1043 Kata
Violet dan Orion akhirnya sampai di istana, Disana para tamu banyak yang sudah berdatangan. Ia menggandeng tangan Orion untuk masuk bersama ke istana, tapi ia menolak. " Kenapa Orion? " "Aku hanya pengawal, tak di perbolehkan masuk ke istana" "Tapi kau harus menjagaku" "Menjagamu? Lihatlah di setiap pintu masuk! " Violet menoleh ke istana "banyak pengawal berjaga di sana.Kau masuklah sendiri kedalam" "Tapi aku tak mengenal siapapun disini" "Tak apa... Ada ayah dan ibumu menunggu di dalam" Walaupun sempat ragu, violet akhirnya memberanikan dirinya untuk masuk ke dalam.Tiba-tiba ia di kaget kan oleh teriakan orion "Semoga kau berhasil menemukan caranya violet!!!" Violet berbalik dan mengangguk pada Orion,Kini langkahnya mantap. Perlahan-lahan ia memasuki ruangan istana "Aku sudah masuk kedalam tapi tak merasa energiku bertambah.Apa yang alice maksud sebenarnya? "Gumam violet Violet takjub melihat meja2 yang di penuhi dengan makanan dan minuman lezat, ia berkata pelan "Wah... Jadi seperti ini yang namanya pesta di istana, aku sangat ingin memakan semuanya tapi sayang korset ini terlalu ketat" Sang ibu yang melihat kehadiran anaknya memanggil dari kejauhan "kemarilah nak! " Violet menoleh ke sumber suara, tampak ibu dan ayahnya sedang bersama sepasang suami istri yang mengenakan mahkota. "Itu pasti Raja dan ratu" Pikir violet. Violet mendatangi ibunya dan memberikan hormat kepada raja dan ratu. Violet mengerti cara memberikan hormat karna film kerajaan eropa yang sering ia tonton sebelumnya. Setelah menyapa dan sedikit berbasa-basi,itu ia menyingkir dan menghampiri meja prasmanan. Violet mengambil potongan kecil brownies dan memakannya dengan nikmat sambil melihat orang-orang yang lalu lalang di pesta. "Penampilan mereka semua sungguh luar biasa."pikir violet Di antara mereka yang lalu-lalang, nampak lah sekelompok gadis yang seumuran dengan dirinya,Mereka menggunakan gaun2 yang terlihat sangat mewah dan mencolok. Mereka mendatangi violet yang sedang asik makan "Ya ampun... Aku pikir aku hanya salah lihat, ternyata kau sungguh violet" Ujar salah satu gadis menatap violet dengan tatapan menghina, Violet yang tak mengenalinya hanya tersenyum sebentar. "Siapa mereka? " Pikir violet "Ada apa dengan sahabat kita ini, apakah keluarganya sudah jatuh miskin hingga tak sanggup membeli gaun yang mewah? " Ujar gadis itu lagi. Membuat teman2 yang mengikutinya tertawa. ucapannya membuat brownies yang tadinya manis jadi terasa pahit. "Orang-orang ini sahabat nya violet? " Pikir violet seorang pria tampan seolah datang menyelamatkan violet dari situasi tak menyenangkan itu. Ia menghampiri violet dan mengecup punggung tangannya. Membuat para gadis cemburu dengan perlakuan manisnya. "Apakah anda adalah nona violet? " Tanya sang pria seraya menatap violet dengan tatapan kagum "benar tuan.. " Sontak para gadis dan pria itu terheran-heran mendengar jawaban violet. "Tuan? Apakah kau lupa siapa aku? " Violet berusaha untuk tidak panik, ia berfikir sambil mengamati tampilan si pria. "Anda malam ini sangat tampan pangeran, hingga saya sempat tak mengenali anda" Violet memohon maaf sambil mengangkat sedikit roknya. "Aku juga hampir tak mengenalimu. nona cataluna violet von enderson " violet berfikir "ada hubungan apa violet dengan pangeran? Ia bahkan mengetahui nama lengkapnya yang aku saja tidak tahu" "Aku terpesona dengan kecantikan mu malam ini. Rasanya aku seperti melihat seorang peri" sang pangeran memujinya sambil terus memandangi wajah cantik violet.Kata-katanya membungkam para gadis yang sebelumnya mengejek penampilan sederhana violet. "Terima kasih atas pujiannya pangeran" Ucap violet lega. Violet merasakan tubuhnya kembali melemah,apalagi dengan korset yang terasa sesak membelit tubuhnya. Acara pesta itu kemudian dimulai, sang pembawa acara membacakan susunan acaranya. Ketika pangeran hendak mengajak violet berdansa,dilihatnya ia sudah pergi menemui ibu dan ayahnya. Violet memohon izin pada orangtuanya agar bisa pulang lebih awal bersama Orion. Ketika violet hendak melangkah keluar, pangeran menyusulnya dan memanggilnya lembut "Nona violet... " Violet menoleh ke arah panggilan "Ada apa pangeran? " "Kau mau kemana, acaranya kan baru mau di mulai? " "Tiba-tiba Saya merasa kurang enak badan ,maaf karna saya tidak bisa mengikuti acara ulang tahun anda sampai selesai.Saya permisi" Setelah mengatakan alasannya,violet segera pergi meninggalkan pangeran.selaku pemilik acara, ia harus terus berada disana. Sayangnya, violet yang terlihat berbeda malam ini membuatnya kepikiran "Tidak biasanya sikapnya selemah lembut itu, penampilannya yang sederhana justru memancarkan kecantikan yang sebenarnya. ia sebenarnya sakit apa? ia juga seperti tidak mengenaliku? Apakah sakitnya parah? Ia sungguh nampak berbeda,pandangan matanya seolah menyimpan sakit yang mendalam. " Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Violet sungguh sangat menarik hati sang pangeran muda malam itu, ia penasaran. Sang pangeran lalu berbisik pada sang raja, meminta izin untuk ke toilet terlebih dahulu. Padahal ia sebenarnya ingin mengejar violet "Aku ingin tahu dimana rumah violet agar bisa menjenguknya"pikir pangeran Sang pangeran mengejar violet yang sudah hampir menuju tangga. Violet yang merasa tak nyaman karna terus di ikuti, akhirnya berjalan cepat hingga kakinya terkilir tepat sebelum ia menuruni tangga istana. Orion yang melihat violet terjatuh dari kejauhan segera berlari menghampiri violet. "Kau tidak apa-apa? " Tanya Orion seraya memeriksa keadaan violet. "Tolong bawa aku pergi Orion" Pintanya lemah. Orion segera menggendong violet di lengannya dan tangan violet melingkari bahu orion. Orion yang melihat Violet tampak lemah menunjukan bahwa ia tak berhasil menemukan cara untuk mengisi energinya. ketika akan menuruni tangga, sang pangeran menghentikan nya dan bertanya.. "Apa yang terjadi? " Violet yang tak sanggup menjawab, hanya memejamkan matanya dan membiarkan dirinya bersandar di d**a kekar Orion, mengisyaratkan agar Orion saja yang menjawabnya. "Kakinya hanya terkilir yang mulia" "Kalau begitu biar ku panggilkan dokter istana dan mengobatinya" Usul pangeran. Orion menatap violet meminta pendapatnya, dan violet menggeleng. "Tak perlu repot yang mulia, kami akan segera pulang dan membiarkan dokter keluarga nona violet yang mengobatinya" Orion lalu pergi menuju kereta kudanya meninggalkan Sang pangeran yang hanya bisa melihatnya dari jauh, ketika ia hendak kembali kedalam, kakinya tak sengaja menyenggol sebelah sepatu milik violet yang tertinggal . "Aku harus mengembalikannya" pangeran lalu meraih sepatu itu dan menyusul Orion. violet dan Orion kini sudah berada di dalam kereta kuda,namun violet masih di dalam gendongannya. "Jalankan kereta kudanya sekarang! " Suruh Orion. "Maaf tuan Orion,sepertinya pangeran menuju kemari" Jawab pak kusir. Violet yang masih setengah sadar berdecak kesal dan berkata "Pangeran itu rupanya lebih mengganggu di banding gadis2 menyebalkan di dalam tadi" Orion tidak mengerti dengan ucapan violet, tapi jelas sekali kalau violet merasa tak suka dengan sikap pangeran yang terlalu perhatian. "Aku punya ide agar pangeran tak lagi mengganggumu" "Apa rencananya? " Tanya violet lemah. Belum sempat Orion menjawab,sang kusir sudah membuka pintu kereta kuda memperlihatkan Orion dan violet yang sedang berciuman mesra. Sang pangeran terkejut bukan main
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN