Suara deburan ombak membangunkan violet dari tidurnya.kejadian mengerikan kemarin sukses membuatnya shock dan pingsan.
Lagi-lagi ia terbangun di sebuah tempat yang asing dengan pakaian yang berbeda dari yang dipakainya kemarin
"Pakaian ku yang kemarin pasti sudah basah di guyur hujan" Pikirnya.
Bukan hanya pakaiannya yang berganti, ia juga mendapati kakinya tidak lagi di bebat.warnanya sudah tidak lagi membiru,violet mencoba menggerakkan kakinya yang kemarin sakit sekali.
Ajaib.. Rasa sakitnya sudah menghilang, ia turun dari tempatnya tidur, mencoba melompat dan ternyata kakinya baik-baik saja, Kakinya sudah sembuh???
Tempat itu sangat sepi, seolah sang pemiliknya sedang pergi entah kemana,violet penasaran siapa yang menolongnya kemarin.
Melihat bagaimana makhluk itu dapat terbang dan melompat, sudah pasti penolongnya bukan manusia biasa.
Violet berkeliling di tempat yang luas itu untuk melihat-lihat.ruangannya di kelilingi banyak jendela besar, sehingga sinar matahari dapat masuk dari arah manapun.
Ia lalu berhenti di hadapan sebuah lukisan besar yang terpampang di ruang tengah,menunjukkan potret keluarga. Ada ayah, ibu dan anak laki-laki di tengah nya.
Sekilas tak ada yang aneh dengan lukisan itu, tapi melihat pakaian yang di kenakan mereka, itu adalah pakaian yang biasa di kenakan oleh para vampir dalam film.
"Ini rumah vampir? Ujar violet takut.
Naluri bertahan hidupnya menyuruhnya untuk pergi dari sana,tanpa pikir panjang violet bermaksud untuk keluar dari rumah itu.
Malangnya ia tak bisa pergi karna setelah pintunya di buka, ia melihat bahwa rumah itu berada tepat di atas laut.
Ia mungkin selamat dari gigitan vampir,tapi akan mati tenggelam di dalam laut bila nekat untuk keluar.
violet pun jatuh terduduk karna shock,ia lalu mengatur nafas mencoba menenangkan diri.
"Kalau vampir nya jahat, ia tidak mungkin membiarkan aku hidup dan menyembuhkan kakiku"ucap violet mencoba berfikir positif.
" Tapi bagaimana kalau dia pergi untuk memanggil teman2 vampir nya dan menghisap darahku bersama-sama? "
Violet kembali di liputi rasa takut?.
Ia memandang ke sekeliling rumah ternyata rumah yang tampak rapi itu cukup kotor dan berdebu. dan saat ke belakang , ia menemukan banyak tumpukan cucian kotor termasuk pakaian basah yang di pakainya kemarin.
Violet berfikir dan menemukan sebuah ide "aku akan membersihkan rumahnya dan mencuci pakaian kotornya, mungkin dengan begitu ia tidak akan menggigitku"
Violet pun mengepang satu rambutnya yang tergerai panjang agar tak mengganggunya saat membersihkan rumah. Ia lumayan kesulitan karna biasanya lily sang pelayan yang melakukannya.
Setelah berhasil mengepang rambutnya, violet mulai menjalankan rencananya.
Beberapa jam pun berlalu dan violet berhasil membuat rumah itu jadi lebih nyaman untuk di tempati,pakaian kotor juga sudah selesai di cuci semua.
Tanpa Orion di sampingnya, tenaga violet lumayan terkuras.tubuhnya mulai lemas dan ia merasa lapar karna belum makan apapun sejak pagi.
Ia masuk ke dapur dan melihat banyak bahan makanan disana
"Apakah ada manusia lain yang tinggal di sini?"tanya nya lagi penasaran.
Violet yang kelaparan tak mau ambil pusing bagaimana bahan makanan bisa ada disana,ia langsung memasak bahan2 itu.
Untuk cuaca yang masih terasa dingin setelah hujan kemarin, sup dan roti adalah makanan yang tepat.
Ia pun membuat makanan itu dengan sangat terampil, dulu di rumah ia sering di tinggal berdua dengan adik kecilnya, sehingga ia pun tidak kesulitan sama sekali untuk mengurus rumah maupun memasak.
Tepat setelah masakannya matang, sang vampir datang.mengejutkan violet yang masih memegang sendok sup.
Violet pun berusaha menyapanya dengan ramah dan tersenyum walaupun hatinya takut.
"Selamat datang tuan! "
Sapa violet seraya menatap sang vampir yang ternyata sangat tampan,sempat terpesona tapi ia bisa menangkap kemarahan di wajahnya yang tampan itu.
Sang vampir menghampiri violet dan bertanya padanya dengan marah
"Apa maumu??Kenapa kau masih ada disini?!"
Violet ingin menjawab, tapi sang vampir terus bicara tanpa memberinya kesempatan untuk menjawab
"Kau sudah ku selamatkan kemarin,ku sembuhkan kakimu bahkan kuberikan baju milik ibuku?!Apa kau tidak tahu siapa aku?! "
Violet menghela nafas sebelum menjawab, ia juga meletakkan sendok sup yang ia pegang daritadi.
"Aku ingin pergi sejak tadi dari sini, tapi saat pintu kubuka, ternyata tempat ini ada di atas laut"
Sang vampir terdiam mendengar alasan violet, ia pun mulai melunak
"Kau benar. Kalau begitu bersiaplah, aku akan membawamu pulang ke tempatmu"
Violet tak menjawab ajakan Sang vampir dengan mulutnya karna perut lapar violet berbunyi.
"Baiklah, kau boleh makan dulu sebelum pulang"
Ucapan Sang vampir membuat violet lega, ia pun duduk dan membiarkan Sang vampir yang menyiapkan makanannya.
Mereka berdua kini duduk berhadapan sambil sarapan bersama.Sebenarnya violet enggan untuk berbicara dengan Sang vampir.
terlebih setelah mengetahui bahwa Sang vampir sepertinya pemarah, salah-salah darahnya bisa di hisapnya.tapi ia tetap harus berterimakasih.
"Terimakasih karna Anda telah menolong saya kemarin, tuan....?? "
"Namaku Draco"
"Terimakasih karna Anda telah menyelamatkan saya tuan Draco.
kenalkan...Nama saya violet"
Draco hanya diam menikmati supnya.
"Kau ternyata bisa memasak? "
Violet mengangguk pelan
"Kupikir kau hanya gadis bangsawan yang tak bisa apa2"
Cibiran Draco hanya di balas violet dengan tersenyum,
"Pasti ia menilai hanya dari pakaianku"pikir violet
Draco merasakan sesuatu yang berbeda dengan rumahnya, rasanya lebih nyaman.diam2 ia mengusap meja tempatnya makan, Benar2 bersih kesat tanpa debu.
"Wanita ini,sebenarnya apa saja yang di lakukannya selama aku pergi? " Pikir Draco
"Saya penasaran Bagaimana Anda mengganti pakaian saya? "
Pertanyaan violet membuat Draco tersedak.
"Maaf tuan, seharusnya saya tidak bertanya"
Ujar violet.
Draco meminum air putih yang ada di dekatnya lalu menjelaskan
"Kau tenang saja.aku mengganti nya dengan mata tertutup, jadi aku tak melihat apapun"
Jawaban Draco membuat violet tersenyum.
"Apanya yang lucu? "
"Anda pasti kesulitan melakukannya tuan,tapi terimakasih"
Sebenarnya banyak sekali hal yang ingin violet tanyakan, terutama bagaimana kakinya bisa sembuh???
dan kenapa vampir bisa makan seperti manusia???
bahkan ia tak takut dengan sinar matahari dan pertanyaan 2 lainnya, tapi melihat Draco yang tidak nyaman dengan satu pertanyaan tadi, violet memilih diam.
***
Kemarin...
Draco ke hutan untuk mencari buah2an,ia adalah vampir setengah manusia,Sehingga makanannya sama seperti manusia pada umumnya.Ia akan menjadi vampir sepenuhnya setelah menghisap darah manusia.
Hari itu buah2an yang di dapat nya cukup banyak,di jalan pulang ia tak sengaja melihat violet dalam gendongan Orion.
Meskipun cukup jauh,kecantikan violet tampak jelas di mata vampir nya. membuat tangannya sesaat lemah hingga buah2an yang sedang di bawanya terjatuh ke semak-semak.
Suara itulah yang Membuat Orion meninggalkan violet untuk memeriksa nya sebentar.
Draco segera bersembunyi hingga Orion tak dapat melihat nya.
Ia lalu kembali mengamatinya ketika Orion kembali menggendong violet. Ia Melihat violet dan berpikir
"Bagaimana mungkin makhluk selemah itu bisa terlihat begitu indah"
Entah berapa lama Draco memperhatikan nya dari sana.
lama-kelamaan raut wajah violet berubah ketakutan,draco berfikir mungkin karna Orion meninggalkan nya lagi.
sampai tiba-tiba beruang keluar dari tempat persembunyiannya bersiap untuk menyerang violet.
Ia ingin sekali menolong violet tapi khawatir Sang wanita akan takut padanya atau khawatir dirinya akan melukai Sang wanita.
Namun ketika beruang hampir berhasil menyerang violet, Draco pun tak dapat menahan dirinya lagi untuk menolong violet.
Dengan hati2 ia merebahkan tubuh violet yang basah kuyup di atas tempat tidurnya.ia menutupi tubuhnya dengan selimut lalu dengan susah payah melepaskan pakaiannya dan menggantinya dengan pakaian milik mendiang ibunya.
Ya! Susah payah karna ia berusaha tak melihat apa saja yang di sentuh nya. ?
Ia juga menyembuhkan kaki violet dengan melukai tangannya sendiri, lalu meneteskan darahnya kedalam mulut violet.
Draco membuka kakinya yang di bebat dan melihat bahwa kakinya sudah tidak lagi bengkak.
Ia tersenyum dan bersyukur karna telah menyelamatkan wanita yang disukai nya hari itu.
Draco melepaskan kepangan rambut violet dan mengeringkan rambutnya dengan hati-hati.
Ia memperlakukan violet dengan sangat lembut. Ia lalu berbaring di samping violet dan terus memandanginya
"Aku sepertinya tak dapat tidur malam ini" Gumam Draco.
keesokan harinya violet mulai mengulet hendak bangun. Draco yang gugup pun segera pergi dari sana sebelum violet benar-benar bangun.
***
violet sudah menyelesaikan sarapannya dan siap untuk di antar pulang. Dengan jantung nya yang berdegup kencang, ia mengeratkan pegangannya di bahu Draco.
Draco melompat dan terbang melewati lautan,Hingga akhirnya mereka sampai kedekat rumah violet.tak lupa violet mengucapkan terimakasih.
Entah kenapa Draco malah membalas ucapannya dengan wajah dingin.
"Sebaiknya kita tak pernah bertemu lagi"
Violet tak mengerti kenapa Draco sangat membencinya.
Tapi ia tak mau ambil pusing dan memilih untuk segera kembali pada keluarganya.
Violet masuk ke halaman rumahnya dan mengejutkan semuanya.
Termasuk lily Sang pelayan.
"Anda kemana saja nona sejak kemarin? Kami semua menghawatirkan Anda. "
Lily melihat ada yang nampak berbeda dari violet.
"Kaki Anda? "
"Ya lily, aku sudah sembuh. Dimana orion? "
"Tuan Orion di penjara,nona"
"Huh?????