Keesokan harinya violet melakukan seluruh aktivitas paginya di atas tempat tidur,tentunya selain buang air. Hal itu di sebabkan kakinya yang masih belum dapat berjalan.
Violet yang sedang di seka tubuhnya pun mengeluh pada lily.
"Aku tidak bisa bayangkan kalau seharian ini harus terus berada di tempat tidur"
"Sabarlah nona,untuk sementara beristirahatlah dengan nyaman, biar saya yang membantu Anda melakukan semuanya"
Lily lalu membantu violet berpakaian
"Aku bosan.... "
"Bagaimana kalau saya menceritakan sesuatu untuk mengusir kebosanan? "
Tawar lily.
"Memangnya apa saja yang kau tahu?
" Walaupun saya hanya pelayan, tapi pergaulan kami dengan pelayan lainnya sangat luas.
Kami biasanya berbagi cerita ketika sedang bertemu di pasar atau di jalan"
Violet mengangguk-angguk kagum dengan pelayannya yang supel
"Jadi hampir semua gosip terhangat tentang para bangsawan, kami mengetahuinya. "
Lily lalu berbisik
"Terutama gosip tentang pangeran"
Violet tertawa melihat tingkah lily. Ia berfikir
"Kau pasti terkejut bila kuceritakan yang terjadi di pesta semalam dengan pangeran"
"Daripada itu... Aku lebih penasaran dengan Orion dan hubungannya dengan keluarga ku.
Kenapa ia dan keluarga ku bisa sangat dekat hingga memanggil orangtuaku seperti orangtuanya sendiri"
Lily tertawa dan berkata
"Anda ingin tahu hal yang Anda sendiri pasti lebih tahu daripada saya? "
"Ya... Aku hanya ingin mengingat kembali, bagaimana kami bisa berteman sampai sekarang"
"Baiklah akan saya ceritakan, silakan Anda mendengar cerita versi saya sambil menikmati sarapan"
Ujar lily sambil menyodorkan piring berisi telur mata sapi dan roti bakar untuk violet. Violet pun mendengar dengan seksama sambil menikmati sarapannya.
"Sejak dulu ayah Anda Baron Enderson dan ayah tuan Orion berteman dekat, dia adalah duke Schubert. Padahal jabatan keduanya jauh berbeda. Duke Schubert sering membantu ayah Anda dalam pekerjaanya.
Sayangnya kemalangan menimpa keluarga tuan Orion.ketika pulang dari acara pekan Raya, mereka di rampok dan di bunuh.
Itu terjadi saat hujan lebat sehingga tidak ada satupun orang yang tahu dan menolong keluarga nya.
Tuan Orion adalah satu-satunya yang selamat dari peristiwa nahas itu."
Violet telah menghabiskan sarapannya, kini ia meminum s**u di samping piringnya sambil terus mendengarkan cerita lily.
"Ayah Anda yang mengingat kebaikan duke lalu merawat Orion seperti anaknya sendiri.
ketika tuan Orion sudah dewasa dan selesai menempuh pendidikan sebagai seorang duke, ia siap menggantikan posisi ayahnya.
tapi entah kenapa ia malah memberikan posisi itu untuk orang lain dan memilih untuk hidup bebas sebagai pemburu juga teman yang setia menemani anda.
Sekarang dia bahkan jadi pengawal Anda.
"Mungkin Orion ingin balas budi pada keluarga ku"
"Ya nona, tapi Anda itu sejak dulu selalu bertengkar dengan tuan Orion, bahkan Anda selalu bertengkar dengannya gara-gara hal2 yang sepele.
Kalau ia membenci Anda, seharusnya dia bisa pergi saja kan? . "
"Berarti Orion tak membenci violet" Ujarnya dalam hati.
Orion tiba-tiba mengejutkan keduanya dengan masuk kedalam kamar.
" Kalian berdua membicarakan aku? "
lily beralasan.
"Saya akan menaruh piring kotor ke dapur dulu nona"
Lily segera kabur dari sana tanpa persetujuan dari violet, meninggalkan violet yang gugup karna membicarakan Orion sebelumnya.
"Orion, harusnya kau mengetuk pintu dulu sebelum masuk"
Violet mencoba berkelit
"Jangan mengalihkan pembicaraan! "
Omel orion
"Aku hanya meminta nya bercerita padaku untuk mengusir kebosanan.Dan aku penasaran tentang hubungan keluarga mu dengan keluarga violet temanmu"
"Oh... Harusnya kau bertanya langsung saja padaku"
"Kau lama sekali sih datangnya" Keluh violet
"Jadi.. Apa rencanamu hari ini? "
"Tentu saja ke hutan, kita akan memastikan bahwa pintunya sudah mulai di buat, dan mengambil apel kedua untuk misi lainnya"
"Tapi kakimu... "
"Aku tidak bisa menunggu Orion"
Orion menghela nafas, ia merasa menyesal karna telah bertanya.
"Baiklah... Kalau begitu nanti kau akan ku gendong"
Violet tersenyum senang.
Ia lalu mendekati violet yang masih duduk manis di ranjangnya,bermaksud untuk menciumnya.tapi violet mencegahnya dengan meletakkan jarinya di bibir Orion.
"Kenapa? "
"Tadi malam sepertinya kau mencium ku lama sekali ya? Aku jadi masih punya banyak sisa tenaga sekarang"
violet seraya mengangkat lengannya ?menunjukkan dirinya masih kuat
"Syukurlah kalau begitu"
Orion kecewa.
"Tapi ibu tak mungkin mengizinkanmu pergi kan? "
Violet tersenyum misterius menanggapi pertanyaan Orion
"Itulah gunanya aku menjadi seorang peri,"
Orion mencoba membaca pikiran violet
"Kau mau menghilang ke hutan? "
"Tolong kunci kamarku dulu Orion"
Pinta violet.
Orion melakukan perintahnya dengan ragu.
"Bagaimana kalau.... "
"Ayolah Orion... Toh kita akan langsung kembali setelah urusan kita di hutan selesai"
Setelah mengunci pintu, Orion menggendong violet dan membuat permohonan agar mereka pindah ke hutan tepat di depan pohon apel ajaib kemarin, dan mereka berhasil.
"Sepertinya tidak ada perubahan"
Ujar Orion sesampainya mereka di hutan
"Tidak mungkin. Bawa aku memutarinya"
Orion mencoba mengelilingi pohon itu.
Ternyata garis pintunya terletak di belakang pohon,garis nya memanjang dari atas ke bawah,membuat violet memekik girang
"Kita berhasil Orion, pintu nya sudah mulai di buat"
Orion ikut bahagia tapi hatinya merasa sedikit kecewa.
"Bantu aku mengambil apel yang kedua"
Pinta violet lagi.
Setelah mengambil apel,keduanya mendengar sesuatu dari semak2.
"Suara apa itu? "Tanya violet.
Orion menggeleng tidak tahu.
"Biar ku periksa, kau tunggu sebentar disini"
Orion mendudukkan violet di atas sebuah batu besar. Setelah Orion pergi, violet melihat bahwa apel yang di tangannya sudah berubah menjadi secarik kertas, ia pun membacanya sendirian.
"Misi yang kedua adalah membuat teman tercintamu Orion jatuh cinta padamu dan bantu dia untuk menghilangkan trauma nya."
"Apa2an alice??Misinya semakin aneh saja"
Ujar violet kesal
"Bagaimana caranya membuatnya jatuh hati padaku? Aku tak pernah punya pacar maupun teman sebelumnya.
Dan trauma? Setahuku Orion adalah pria yang berani dan kuat, aku tidak tahu dia punya trauma"
Langit tiba-tiba mulai mendung seperti akan hujan. Orion akhirnya kembali dari semak-semak.
"Ada apa disana? "
"Aku tak menemukan apapun di balik semak2, tapi aku melihat jejak makhluk besar seperti beruang. Sebaiknya kita segera kembali"
Ujar Orion.
Violet mengangguk menyetujui usulannya. Orion lalu menggendong violet dan mulai memohon agar bisa kembali, dan masalah pun terjadi.
mereka tidak bisa kembali ke rumah walaupun violet sudah mengabulkan permohonan Orion.
Keduanya saling berpandangan dengan penuh tanda tanya hingga suara guntur mengejutkan keduanya.
Dengan cepat Orion kembali mendudukan violet di atas batu besar, letaknya yang berada di bawah pohon besar meyakinkan dirinya bahwa violet tidak akan kehujanan disana.
"Tunggulah disini, aku akan meminjam payung atau kereta kuda milik penduduk terdekat. "
Orion lalu berlari kencang tanpa sempat mendengar ucapan violet.
Violet bilang.
"Tak ada satupun rumah penduduk di dekat hutan ini Orion!!"
Violet tahu itu sejak ia pertama kali ke hutan bersama Orion. Hujanpun mulai turun dengan deras di sertai dengan suara petir.
walaupun tidak kehujanan, violet mulai merasakan dingin yang menusuk,
Ia memeluk tubuhnya sendiri guna menghalau dingin.
Dalam keadaan kedinginan,ia memikirkan keadaan Orion di tengah hujan yang deras ini.
Orion yang kini kehujanan berlarian tak tentu arah,ia tak berhasil menemukan rumah penduduk atau seseorang yang dapat membantunya untuk keluar dari hutan.
kejadian saat keluarga nya di rampok di tengah hujan membuatnya trauma, ia mendadak buta dan tuli di tengah hujan yang deras.
jangankan bergerak maju, ia yang ingin mundur kembali ke tempat violet berada pun tak bisa.
Pada akhirnya, Orion hanya bisa berteriak seperti orang gila yang suara teriakannya di telan oleh derasnya hujan.
Violet yang masih bertahan menunggu Orion hanya bisa berdoa dalam hati. "semoga orion baik2 saja "
Suara raungan tiba-tiba terdengar di balik semak yang tadi di periksa oleh Orion. Violet berdebar-debar dengan yang akan terjadi selanjutnya. "Apakah makhluk mengerikan akan keluar dari sana? " Pikirnya.
Benar saja, tak lama kemudian keluarlah seekor beruang yang sangat besar dan mengerikan.membuat violet ingin berlari dari tempat itu, tapi kakinya....
Sang beruang yang melihat keberadaan violet mulai berjalan mendekatinya. Ia ingin berteriak memanggil Orion, tapi khawatir teriakannya justru membuat Sang beruang terprovokasi dan mempercepat serangannya.
"Apakah aku akan selamat kalau pura-pura jadi patung disini? "Pikirnya
Violet akhirnya pasrah dengan apapun yang akan terjadi. Tepat sebelum Sang beruang mencabik tubuhnya, sesuatu datang dari langit dan menyambar tubuh violet .sesuatu itu membawanya pergi menjauh dari sang beruang ?.
Siapa dia?