My Wife Bab 27

552 Kata
aku selalu mengira bahwa ia adalah sosok pria yang dingin karena ia sangat pelit bicara jika di luar berbeda ketika dirumah tapi ternyata tidak ia adalah sosok yang sangat hangat walaupun terkesan dingin diluar tapi ia begitu sangat menyayangiku sebagai adiknya dan aku sangat bahagia dapat menjadi adiknya walaupun ia begitu menyebalkan karena ia sangat jail padaku karena sehari tak menggangguku ia takan bisa karena ia bilang hobby nya adalah menggangguku kakak Devil. Sherill Pov. @Home. " Han. Sherill ayo sarapan." ucap ibu ku dari dapur memanggil kami saat ia sudah siap dengan masakan nya yang sedang ia masak untuk sarapan kami. aku mulai keluar dari kamarku saat aku sudah siap dengan pakaian sekolahku aku turun lalu duduk dan tak lupa menyapa ibuku yang sedang menata makanan di meja. Ia mulai duduk di hadapanku . " dimana kaka mu." Tanya ibu ku dan aku hanya mengangkat batuk dengan acuh . " Panggil kakamu." Ucapnya menatapku yang yang sedang mengambil nasiku sangat menyebalkan bukan dan mau tak mau aku harus memanggilnya tapi sebelum aku beranjak dari kursiku aku sudah melihatnya menuruni anak tangga. Dan aku memutuskan untuk kembali duduk pada tempatku. " Pagi Ayah. Ibu dan Adik kecil." Ucapnya. Aku menatapnya dan dengan sebal. Inilah yang aku benci darinya selalu membuatku naik darah dan kesal yang luar biasa padanya, aku menatapnya dengan tajam dan memberikan tatapanku padanya. ia hanya memeletkan lidahnya dengan cepat lalu mulai memakan sarapan nya Kami melanjutkan sarapan kami dalam diam setelah selesai aku membawa peralatan makan ku ke tempat cuci piring dan ia pun mengikutiku dari belakang. " Baiklah Ayo berangkat , dan sherill kalau kalau sampai ada apa-apa langsung hubungin kakakmu." Ucap Ayahku dan kemudian berjalan menuju pintu rumah kami, akupun mengikuti nya dari belakang. Kulihat ia Johan juga mengekori aku dan ayah kemudian mendekatkan dirinya padaku " Kau dengar bukan adik kecil." Ucapnya padaku. " Ya tentu saja aku dengar memangnya aku tuli." Ucapku menatapnya . " Baguslah." Ucapnya setelah mengelus kepalaku dengan lembut. " Hish." Ucapku. aku memutuskan untuk duduk di samping ayahku karena aku benci berada di sebelah nya. Bukan benci hanya saja ia sangat menyebalkan jadi aku memutuskan untuk menghindarinya. Aku lupa menceritakan pada kalian apa pekerjaan Ayahku. Ayahku adalah seorang Pembisnis , ia selalu pergi keluar kota ataupun negri karena cabang nya sangat banyak. Aku selalu bangga padanya karena ia tidak pernah mengeluh akan sesuatu hal yang menurut nya sulit bahkan ia selalu mengatakan bahwa sesungguhnya kehidupan yang kalau dijalani dengan cara selalu bersyukur akan terasa lebih mudah karena percayalah Tuhan tak pernah tidur dan akan selalu membantu hambanya yang meminta dan mau berusaha.itulah nasihatnya. tak terasa mobil sudah sampai di depan sekolahku Saat sampai aku melihat ke arah Ayahku yang sedang tersenyum menatapku. " Ayah aku duluan dan terimakasih atas tumpangannya." ucapku padanya dan tak lama ia pun mendekat kan wajahnya lalu mencium keningku. " Baiklah hati hati ya kalau ada apa apa hubungi kakakmu sekolah nya dekat denganmu, mengerti." Ucapnya saat melepaskan pelukanku. Aku senang sekali disaat aku sudah beranjak remaja ayah masih begitu memperhatikanku dan Johan, ia bahkan begitu menyayangi kami dengan tulus dan tak lupa seluruh keluarga kami. " Baiklah aku masuk." ucapku padanya dan tak lupa berpamitan dengan pria titisan neraka. Johan yang sedang menatapku dengan tersenyum Jahil. " Pria Tua aku duluan." Ucapku dan menatapnya dengan tatapan jahilku. Aku masuk ke dalam saat kulihat mobil ayahku mulai menjauh. -TBC-.............................. Di tunggu vommentnya Terimakasih.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN