Kami mulai merapikan buku kami karena jam sudah menunjukan pukul setengah 6 sore dan kebetulan sekolah sudah ingin di tutup, aku dan yang lain sibuk merapihkan alat tulis kami dan mengatur kursi, sedangkan kulihat inha hanya melamun. Aku tersenyum melihatnya yang tampak sangat sedih dengan menatap sebuah bungkusan di tangnnya. " Itu apa." Ucapku pada nya saat semua pekerjaan sekolah telah selesai. " Ah ya ini kalau kau ingin melihatnya. " Ucapnya menghampiri ku. Aku mengambil bungkusan dari nya dan kemudian membukanya perlahan ini adalah hadiah dari ayahnya yang sudah meninggal. Aku menatap sedih kearahnya. " Inha Jangan pernah terlihat lemah mengerti." Ucapku Menguatkan nya. " Sherr aku aku sungguh berterimakasih padamu karena mau menjadi temanku dan mau mendengarkan segala keluh kes

