Jika aku tak mampu untuk berdiri sendiri maukah kau berdiri bersamaku menggenggam tanganku dan membimbing ku untuk menghadapi dunia yang penuh dengan teka teki yang terkadang membuat ku takut akan bagaimana datangnya hari esok yang membuatku bingung harus melakukan apa dan bagaimana .
Berjanjilah jika aku tak tau kemana jalan yang harus ku tempuh, maka genggamlah tanganku dan antarkan aku menuju jalan yang seharusnya di lalui bersama.
@Taman Rumah sakit
" Apa yang Ivan katakan hemp??."
" Apa aku Ayah yang buruk ??."
Ucap Sandrevano kemudian menatapku, aku balas menatapnya.
" Apa maksudmu,aku tidak mengerti???? "
" Ivan mengatakan bahwa ia tidak pernah sekalipun membenciku , aku tau aku bersalah , aku mohon beri aku kesempatan dan maaf kan aku karena tidak pernah bisa menjadi suami dan ayah yang baik untukmu dan Putra kita , aku minta maaf atas kesalahan ku aku karena semua yang kulakukan aku mendapat hukuman yang setimpal karena menyia-nyiakan kalian. Maafkan aku." Ucapnya menangis .
Aku menatapnya dan kemudian menggenggam tangannya erat.
" Aku boleh bertanya padamu San?."
Ia pun menoleh ke arahku dan kemudian menganggukan kepalanya tanda menyetujui keinginanku untuk memberikan pertanyaan padanya.
" Jika waktu bisa di putar kembali , apa yang ingin kau lakukan?."
Kulihat ia tampak diam tapi tidak lepas menatapku, ia menghembuskan nafas sejenak dengan perlahan.
" Jika waktu bisa di putar kembali aku akan memperbaiki semuanya, dan waktu kita di pertemukan untuk pertama kalinya tanpa sengaja aku akan berdiri di hadapanmu dan mengatakan bahwa, aku Sandrevano sungguh sangat mencintaimu Sherill." Ucapnya tulus yang membuatku menatap kearahnya .
“ San.“ panggilku padanya,dan kuliahat ia tetap menatapku hangat.
“ dengarkan aku, dulu dan sekarang kehidupan yang kita jalani mungkin memang rumit tapi satu hal, kita bersama mungkin karena takdir Tuhan bukan karena orang tua kita, akupun tidak pernah membencimu dari awal karena aku tau kita tak pernah menginginkan pernikahan ini terjadi sejak awal bukan ? tapi kita tetap kompak seperti saat awal menikah untuk tak pernah mencampuri urusan masing-masing. Jadi jangan khawatir kan apapun yang terjadi, Ivan berbicara seperti itu karena ia merindukan sosok ayah kau sendiri pun tau aku membesarkannya hanya seorang diri aku harus jadi pelindungnya dan mendidiknya di waktu yang bersamaan, ia memeiliki sifat yang cenderung cuek akan omongan orang tapi aku tau di balik sifatnya yang cuek ia menyembunyikan kelukaan yang mungkin tanpa kita sadari sebagai orang tuanya.“ Ucapku.
“ dan aku selalu ingat waktu pertama kali di sekolah ia mengadakan pertunjukan dan ia memintaku untuk memberitahumu agar kau datang ke pementasannya, tapi aku tidak pernah memberitahukanmu bukan ? jika bilang aku egois ya aku mengakuinya karena aku tak mau kau merebut Ivan dari ku dulu dan aku memilih berbohong padanya agar ia mengerti keadaan kita dan pada akhirnya hanya aku seorang yang datang dan duduk di barisan para orang tua untuk menonton pementasan anaknya aku tersenyum lalu ia menatapku dan kau tau ? awalnya ia menunjukan tatapan kekecewaannya karena kau tidak bisa hadir dalam acara pementasannya , tapi lama kelamaan ia tersenyum padaku dan mengisyaratkan bahwa ia baik baik saja walaupun hanya aku seorang yang hadir , dulu aku memang tidak pernah percaya bahwa batin ibu dan anak sangat kuat tapi sekarang aku percaya bahwa batin kita memang kuat dan aku juga bahkan bisa merasakan apa yang ia rasakan entah itu bahagia,kecewa,marah ataupun kesal maka aku bisa tau hanya dari tatapan matanya saat ia menatapku.“Ucapku lagi aku pun menatapnya yang sedang berada di samping ku .
"Aku ingin marah ,tapi entah pada siapa aku harus melampiaskannya ,aku tidak akan pernah menyalahkan siapapun dalam keadaan yang kita jalani saat ini karena aku selalu percaya pada takdir bahwa kehidupan yang kita jalani mungkin harus berakhir dengan luka yang sangat dalam tapi akan ada sebuah kebahagiaan yang akan datang menghampiri bukan ???"
"Aku pun tidak pernah membencimu jadi jangan merasa bahwa kau orang yang paling bersalah dalam hal ini." Ucapku dan menatapnya.
Dan saat kuihat ia hanya menatap lurus kedepan dan tak lama air matanya pun jatuh .
“maafkan aku.”ucapnya dengan pelan .
Aku menatapnya dengan sendu.
Apa .....................................Inilah yang harus aku lakukan
Membuat sebuah keputusan yang dimana tidak menyebabkan sakit hati di berbagai pihak
Karena masalah yang besar tidak akan pernah selesai jika kita tidak pernah berusaha untuk menyelesaikan nya
Tuhan bahkan bisa memaafkan hambanya yang mempunyai dosa sangat besar ,jadi kenapa aku pun tidak bisa ???
Terimakasih Tuhan karena kau telah membuka jalan untuk hatiku berlabuh ke tempat seharusnya ku berlabuh dari dulu .
Mungkin dulu aku sempat tersesat tapi sekarang sudah tidak lagi karena sekarang aku sudah memiliki tujuan hidup dan semangat hidup yang membuatku selalu ingin bangkit ......
Terimakasih untuk semua rasa sakit dan cobaan bertubi tubi yang kau berikan untukku .
Karena aku tau di setiap langkahku pasti akan ada jalan yang sedang menunggu sampai aku bisa menemukan titik temu jalan tersebut .
Terimakasih