Jika tangan ini tak ingin lagi menggenggam maka lepaskan, jika tak ingin lagi melihat maka ubahlah pandanganmu ke arah lain kalau pada dasarnya itu akan membuatmu merasa nyaman untuk todak melihatku maka lakukan apa yang kau suka, dan apa yang kau inginkan karena aku baik baik saja dan akan selalu baik baik saja walaupun pada kenyataannya tidak .
Maaf .Maaf Dan Maaf .
@Sherill.
@Ivan.
Terkadang aku ingin bertanya pada diri sendiri apa alasan aku melakukannya
Jawabannya adalah karena aku tidak mau kehilangan
Aku tidak mau kecewa
Dan tidak mau merasa di kasihani walaupun aku sedang mengalami kesulitan .
Mom maafkan aku. Kalau kau tau alasanku sebenarnya maka kau akan mengerti, aku mencintaimu sebagai Ibuku dan aku mencintai Ayahku sebagai sosok Ayah.
@Sandrevano.
Aku memutuskan ke rumah orangtuaku untuk berbicara dengan putra sematawayangku .
" Bu di mana Ivan ?." tanyaku pada ibuku
" Oh San kapan kau datang ???." tanya ibuku
" Baru saja , dimana Putraku ???. "
" Dia dikamar lamamu. "
Aku menuju ke kamar lamaku dan menemukan Putraku sedang duduk menghadap jendela.
" Van boleh Ayah masuk ??. "
Ucapku padanya ia menoleh padaku
" Masuklah." ucapnya
Aku memutuskan untuk duduk di sampingnya .
" Ada masalah hmmm ?. "
" Tidak. "
" Lalu kenapa kau diam hmmmm ????, dan tanpak aneh hari ini."
Ia hanya diam, aku tersenyum dan mengusap kepalanya dengan sayang.
“ Hei.“ panggilku padanya. Ia menatapku lalu berucap.
" Boleh kah aku mengajukan pertanyaan ?." Ucapnya menatapku.
" Hmmm , apa yg ingin kau tanyakan. Tanyakankah Ayah akan menjawabnya. "
" Jika Ayah belum menikah siapa yang akan Ayah pilih ibuku atau wanita itu ?."
Aku terdiam saat ia melontarkan pertanyaan yang tidak kuduga sebelumnya.
" Apa maksudmu , mengapa bertanya seperti itu ?. "
" Jawab saja Ayah, aku hanya ingin tau Ayah jujur atau tidak. " ucapnya. Aku terdiam sejenak lalu menghela nafasku secara perlahan.
" Entahlah."Jawabku.
" Jawablah yang spesifik.“ ucapnya dengan kembali menatap lurus ke arah jendela.
" Baiklah kalau kau ingin tau, Ivan dengarlah bahwa semua yang kita alami dan jalani selama ini adalah takdir Tuhan, dimana Tuhan yang telah mengatur kita harus menikah dengan siapa atau berjodoh dengan siapa, jika kau bertanya apa Ayah bahagia menikah dengan ibumu maka jawabannya ya sangat bahagia dan jika Ayah diberikan kesempatan oleh Tuhan Untuk memutar waktu kembali Ayah hanya ingin memperbaiki semuanya semua kesalahan yang pernah Ayah perbuat Padamu dan Ibu mu."
" Dan jika kau bertanya Apa Ayah masih mencintai Ibumu?. Maka jawabannya ya Ayah sangat mencintai Ibu mu, kalau Ayah tidak mencintai Ibu mu untuk apa Ayah masih bertahan sampai sekarang dan masih selalu setia menunggunya."
"Sekarang Ayah yang akan bertanya padamu." Ucapku menatapnya.
" Kenapa kau mendiamkan Ibu mu, jika ada masalah ceritakan jangan di pendam."
Kulihat ia hanya diam .
" Van. "
" Aku bermimpi Ibu pergi untuk selama lamanya."
Aku menatapnya yang sudah mulai berkaca kaca
" Ayah tau aku sangat mencintai Ibu, karena Ibu selalu berkorban untukku."
Ucapnya yang mulai menangis . Aku menariknya kedalam pelukanku
" Sttttttt Ayah tau tak apa-apa hmm pada kenyataannya Ibumu akan tetap bersama kita dan ia akan selalu baik-baik saja. " Ucapku mengelus punggungnya .
" Ibu adalah segalanya bagiku, Ibu adalah sosok ayah dan ibu bagiku dulu ketika Ayah tidak ada Ibu yang selalu memberiku dukungan dan datang ke sekolah ku untuk mengambil raport dan menonton pertunjukan yang aku dan teman teman tampilkan , Ibu bahkan membelaku waktu teman temanku mengejeku karena tidak punya Ayah. "
Deggggggg..... Ya Tuhan Bukan kah aku adalah Ayah yang Paling brengsek
" Maafkan Ayah Sayang, Maafkan Ayah " Ucapku memeluknya semakin erat .
" Aku selalu ingin melihat Ayah duduk di samping Ibu dan menonton pertunjukan ku bersama seperti orang tua lainnya tapi Ayah tidak pernah hadir, aku tau apa yang terjadi tapi aku berusaha untuk tak mau terlalu larut akan kesedihan yang terjadi pada keluarga kita, dan pada kenyataanya waktu itu aku hanya melihat Ibu sendiri yang selalu mendukungku dan tersenyum dengan hangat padaku dan mengatakan semuanya akan baik baik lewat isyarat tatapan matanya, walaupun hanya ada Ibu seorang "
" Maafkan Ayah."
Pov.
Aku memutuskan kembali ke rumah sakit untuk menemui Sherill.
At. Rumah Sakit.
Aku kembali kerumah sakit untuk bertemu dengannya. Aku melihatnya sedang tertawa bersama Laurent.
" Oh San kau sudah datang " Ucap kakaku.
Aku menatapnya yang juga sedang menatapku. Aku berjalan ke arahnya dan kemudian meraih tangannya untuk mengikuti ku .
" Aku ada perlu dengan istriku sebentar, bolehkah aku membawanya."
" Baiklah. "
Aku membawanya ke taman rumah sakit .
" Kenapa kau seperti Ini padaku. " Tanyaku saat sudah tiba di taman Rumah Sakit aku menatapnya dengan sendu. Aku melihatnya yang menatapku dengan bingung .
Pov
Sherill.
Aku sedang mengobrol dengan Laurent dan tiba tiba ia datang dan kemudian menarik ku ke arah taman Tumah Sakit .
" Kenapa kau seperti Ini padaku ?."
Aku pun menatapnya dengan pandangan tidak mengerti. Ada apa dengannya fikirku.
" Apa maksudmu ?." Tanyaku
" Aku adalah Ayah yang b******k bukan?. " Ucapnya sambil menangis .
" Hiks aku memang b******k bukan , Putraku selaku menginginkanku tapi aku tidak pernah ada untuknya. "Ucapnya dengan menangis. Aku hanya menatapnya dengan nanar
" Aku memang Ayah dan suami yang b******k. " Ucapnya yang mulai menangis terisak dan memukul dadanya sendiri.
" San, apa yang kau lakukan?." Ucapku menahan tangannya .
Ia masih terus menangis, aku menariknya ke dalam pelukanku dan dia pun memeluk ku dengan erat. Aku terus memeluknya dengan erat dan tak lupa mengusap punggunya secara perlahan agar dapat membuatnya tenang.
"Tak apa-apa keluarkanlah kalau itu dapat membuatmu lega. Menangislah karena aku akan selalu ada disini."Ucapku dengan pelan.