Apakah ini adalah akhir dari segalanya ??????..........semoga tidak karena jika berakhir dengan sad aku tidak akan menerimanya. karena aku tak akan sanggup jika harus kehilangan.
Mommmmmmmmmmmmmmmm.
" Ivan ada apa sayang?." Tanyaku menghampirinya saat mendengat teriakannya di kamar dan duduk disampingnya.
" Mommy. "panggilnya padaku dan menatapku dengan takut
Aku mendekatinya dan duduk tepat di tepi ranjang yang ia tiduri .
" Kenapa berteriak apa kau mimpi buruk Hemp?." Tanya ku padanya dan kulihat ia menatapku dan tak lama menangis dan memelukku erat .
Ada apa sebenarnya ??? fikiran ku berkecamuk tak mengerti dengan situasi ini.
" Ada apa Sayang, Ivan lihat Mommy. "ucapku. Bahkan ia memelukku dengan erat sekarang.
Aku hanya membiarkannya menangis sampai ia benar benar tenang bahkan aku membalas pelukannya tak kalah erat dan mencium keningnya terus menerus agar menghilangkan ketakutannya dan menepuk punggungnya secara perlahan agar tangisannya bisa mereda.
" Tenanglah. Sudah tenang hemp." Ucapku menatapnya dan menghapus air matanya .
Ia hanya mengangguk dan kemudian menatapku dalam diam.
" Bicaralah jangan membuat Mommy takut." Ucapku menatapnya karena ia hanya menatapku dalam diamnya.
" Mommy tidak akan meninggalkanku kan ?." Tanyanya yang membuatku menatapanya dengan bingung
" Apa?. " aku menatapnya dengan pandangan tidak mengerti .
" Mommy tidak mengerti, apa maksudmu ?. " Ucapku lagi aku benar-benar tak mengerti akan maksud ucapannya barusan.
" Mommy jangan pergi ke Jakarta ." Ucapnya
" Bagaimana kau tau kalau Mommy akan pergi ke Jakarta?."Ucapku. Ada apa dengannya Ya Tuhan aku menjadi bingung .
" Mom aku mohon jangan pergi sekarang. Besok pagi saja jika ingin Ke Jakarta dan aku akan menemani."
Ia terus memohon agar aku tidak pergi .
" Baiklah Mommy tidak akan berangkat." aku kembali memeluknya dan mengusap punggungnya mencoba menenangkannya walaupun aku tidak tau apa yang ia mimpikan. Aku memutuskan untuk menelfon Ibu mertuaku tapi tidak di angkat dan pada akhirnya aku lebih memilih menelfon Ayah Putraku .
" Halo." Ucapnya.
" Bisa sampaikan permintaan maafku pada Ibu dan Laurent tolong bilang pada Ibu aku tidak bisa kesana sekarang, atau berikan saja teleponmu pada Ibu, katakan padanya aku ingin bicara sebentar. "Ucapku
" Baiklah, tunggu sebentar."
" Oh Sayang."Ucap Ibu
" Bu maaf aku tidak jadi datang sekarang, mungkin besok pagi aku akan datang."
" Memangnya kenapa."Ucapnya
" Ivan menangis dan memohon - mohon agar aku tidak pergi ke Jakarta malam ini aku tidak tau apa yang ia mimpikan tapi ketika bangun ia sudah berteriak memanggilku dan kemudian menangis."
" Mungkin ia punya firasat yang akan terjadi kalau kau tetap kesini malam ini, baiklah kalau begitu besok saja ajak Ivan juga kesini karena laurent sangat merindukannya ya."Ucapnya
" Baiklah Bu."Ucapku
" Yasudah istirahatlah dan tenangkan Ivan kalau ia masih menangis."
" Ya Bu, oh ya sampaikan permintaan maaf ku pada Laurent."
" Baiklah nanti Akan Ibu sampaikan."
Aku menutup telepon dan kemudian menatap Putraku yang kembali terlelap , aku mengusap kepalanya dan mencium keningnya bertubi tubi
" Apa yang terjadi hemp ,apa yang kau mimpikan sampai menangis."
Pov End.
Ivan Pov.
Hanya mimpi .
Hanya mimpi.
Hanya mimpi.
Hanya mimpi.
Hanya mimpi. ........... Syukurlah .
Aku bersyukur sangat bersyukur kalau semua hanya sekedar bunga tidur .
Aku kembali tertidur dan berharap esok adalah hari yang baik untukku dan Ibu.
Pov.
Sandrevano Pov.
Aku masih merasa was was kalau Sherill benar benar pergi ke Jakarta malam ini dan perasaan ku mengatakan akan ada hal buruk yang terjadi, semoga saja tidak .
Aku terus berkecamuk dalam pikiranku sampai kurasakan handphoneku bergetar .
Sherill calling.
Semoga tidak terjadi apa apa .fikirku saat melihat nama nya tertera dalam handphoneku
" Halo." Ucapnya.
" Bisa sampaikan permintaan maafku pada Ibu dan Laurent tolong bilang pada Ibu aku tidak bisa kesana sekarang, atau berikan saja teleponmu pada Ibu, katakan padanya aku ingin bicara sebentar".Ucapnya.
Syukurlah batinku ia tak jadi datang karena aku benar-benar khawatir kalai ia nekat datang malam ini juga.
" Baiklah ,tunggu sebentar."Ucapku
Dan aku bergegas memberikan handphoneku pada Ibuku .
Aku menyimak segala percakapan Ibuku dengannya dan aku mendengar ia mengatakan kalau Ivan menangis dan melarangnya untuk pergi kesini .
" Bu ada apa dengan Ivan?. " Tanya ku pada Ibuku saat ia telah selesai berbicara pada Sherill.
" Ibu juga tidak tau ,tapi Sherill bilang ia bangun dari tidurnya dan menangis ,Ivan melarang Sherill pergi malam ini . Ibu rasa ia mimpi buruk. " jelas Ibuku padaku .
Pov End.
Sherill Pov.
Sejak bangun tidur, sarapan dan bersiap siap ia terus saja diam, astaga ada apa sebenarnya ya Tuhan .
Bahkan di mobil kami hanya saling diam seperti sedang bertengkar , Bandung -Jakarta.
" Ivan. " panggilku padanya .
Ia hanya diam
" Sayang. "
Aku terus menatapnya sampai tidak menyadari kalau lampu lalu lintas telah berubah menjadi merah
" Mommy Awasssssssss. " teriaknya . aku langsung menginjak rem sebelum menabrak kendaraan lainnya.
Astaga ................ Hampir saja fikirku.
" Mom bisakah jika sedang menyetir jangan berbicara dan fokus saja dengan benar." Ucapnya padaku dan menatapku dengan marah .
" Maaf sayang Mommy tidak melihat. "
Ucapku menatapnya dengan penyesalan .
" Ketika menyetir tidak usah memperhatikan hal lain fokus saja agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan." Ucapnya .
Aku hanya bisa diam , dan menatapnya dengan nanar .
Ada apa sebenarnya astaga. Ia terus saja membuatku bingung dan seperti orang bodoh.
@Jakarta Hospital .
Aku turun dari mobil dan kulihat ia juga turun tanpa mengucapkan sepatah kata padaku lalu masuk kedalam Rumah Sakit tanpa menungguku . Aku hanya berjalan mengikutinya sampai di depan ruang perawatan Laurent kaka Sandrevano.
Kami masuk kedalam ruangan .
" Oh Ivan. " ucap Laurent .
Dan kulihat Putraku menghampiri lalu memeluk Laurent.
" Sayang kau tidak apa apa. " Ucap Ibu Sandrevano padaku saat aku menghampirinya lalu memeluknya.
" Tidak Bu aku tidak apa-apa." Ucapku mencoba tersenyum dan terlihat baik baik saja .
" Baiklah karena sudah ada Sherill disini Ayah dan Ibu pulang dulu nanti sore kami akan kesini lagi."
" Baiklah. "
" Laurent Biarkan Reina dengan Ayah dan Ibu nanti sore kami datang lagi." ucap Ayah Sandrevano .
" Baiklah."Ucap Laurent
" Nenek, boleh kah aku ikut." ucap Ivan pada mertuaku. Aku hanya menatapnya karena kuraa ia mulai menghindariku.
" Baiklah ayo. " Ucapnya dan bergegas .
" Sherill jaga Laurent ya."
" Ya Bu, aku akan menjaganya." Ucapku dan menghampiri Putraku .
" Hati hati ya , Mommy akan menelfon nanti ." Ucapku dan kemudian mencium keningnya .
Ia hanya diam dan kemudian pergi tanpa mengucapkan apapun .
Seperti bukan Ivan yang ku kenal .
Aku hanya menatap kepergiannya dengan nanar dan dalam diamku.
" Sherr." Panggil Laurent padaku
" Ya."ucapku
Aku pun berjalan menghampirinya .
" Aku akan keluar bersama bayi ku ketaman rumah sakit , ingin ikut ?. "tanyanya
" Tidak , aku disini saja aku ingin istirahat' sebentar. "
" Baiklah."
Dan Laurent pun pergi dan aku hanya sendiri di sini .
Aku duduk di sofa dan memikirkan apa yang terjadi dengan Putraku .
Pov End.
Sandrevano Pov.
Setelah pulang ke apartemen, aku kembali menuju ke rumah sakit karena aku tau Sherill dan Ivan akan datang juga.
Saat ingin keruangan Laurent, aku melihatnya berjalan ke arah taman rumah sakit bersama bayi nya .
" Laurent." panggil ku padanya
" Oh San."Jawabnya saat melihat aku menghampirinya.
" mau pergi kemana ?."tanyaku
" Hanya ingin berjalan-jalan sebentar ,kau tau berada di rumah sakit terlalu lama membuat ku jenuh. " Ucapnya .
" Haish tapi tak baik berlama-lama diluar juga kau harus banyak beristirahat karena kau belum terlalu pulih juga."
" Oh ya Istrimu berada di kamar inapku."ucao Laurent aku menatpanya.
" Benarkah , lalu Putraku ?. "
" Dia ikut Ayah dan Ibu pulang nanti sore mereka akan datang lagi. "
" Hmmm, baiklah aku akan menemui Sherill "Ucapku.
" San. "panggilnya padaku.
" Tanya pelan pelan pada istrimu apakah ia ada masalah dengan Ivan, aku melihat mereka seperti sedang bertengkar dan kemudian Ivan mendiamkan ibunya bahkan sama sekali tidak ada obrolan di antara mereka sejak datang tadi."
" Baiklah."
Aku pun melangkah meninggalkan Laurent untuk ke ruangan inapnya .
Apa benar mereka bertengkar ??? Fikirku .
Aku melihatnya yang sedang termenung di sofa depan jendela ruangan ini ,bahkan ia terus saja berdiam tanpa menyadari kehadiranku .
Apa yang terjadi ?????
" Sherr. " panggilku padanya .
Ia menatapku .
" Sudah makan ?." Tanya ku kemudian mendekatinya .
" Hmmm." gumamnya sambil menatapku dan kemudian kembali menengok ke arah lain. Aku mendekatinya dan duduk tepat di sampingnya .
" Ada apa hemp?. " Tanyaku dan kemudian menatapnya .
" Tidak ada apa apa, aku akan menyusul Laurent." Ucapnya bergegas pergi .
Saat ingin meninggalkan ruangan ini aku menahan pergelangan tangannya denag cepat , sudah cukup ia menutupi masalah apapun yang ia pendam aku bahkan hanya ingin ia berterus terang jika ada masalah .
" Katakan ada apa, jangan membuatku marah ?. " Ucapku menatapnya dengan tajam.
Ia menatapku dengan takut dan kemudian mencoba melepaskan tangannya dari genggaman ku .
" Aku bilang tidak ada apa apa jangan memaksa , lepaskan tangan ku." Ucapnya dengan tegas padaku dan menatapku dengan tajam.
" Katakan apa yang terjadi sampai Ivan diam seperti itu bahkan tidak meresponmu." Ucapku dengan lembut .
Aku bahkan masih mencoba bersabar menghadapi sifat keras kepalanya .
Ia membuang pandangan ke arah lain .
" Aku tidak tau. " Ucapnya dengan pelan .
" Apa yang terjadi hemp ,katakan semuanya jangan ada yang di tutupi ?. " Ucapku lagi
" Apa yang harus aku katakan ?. "ucapnya.
" Katakan saja tidak usah berbohong sampai kapan kau terus menutupi masalahmu padaku ,aku hanya ingin kau berbagi bebanmu itu saja ingat Sherr kau masih istriku sampai kapanpun tidak akan berubah kau tidak pernah mau jujur padaku tapi kau jujur dengan Pria bernama Sammy itu bahkan kau menangis di pelukannya ,aku bahkan merasa menjadi suami tidak berguna selama ini , untuk kali ini saja aku hanya memintamu terbuka padaku. " Ucapku menatapnya dan kemudian memeluknya .
" b******k aku membencimu, aku membencimu. " Ucapnya dengan memukul dadaku dan kemudian menangis dengan keras .
Ia terus menangis di pelukanku .
" Kenapa kalian sama sama membentakku hari ini , Putramu membentakku hari ini bahkan ia menghiraukanku ,apa salahku hiks hiks. " racaunya di tengah tangisannya .
Aku terus memeluknya dan mencium keningnya bertubi-tubi
" Maaf, maafkan aku sstt tak apa-apa menangislah keluarkanlah semuanya supaya kau tenang aku disini bersamamu." Ucapku .
" Kenapa Ivan sampai mendiamkanmu hemp ?." Tanyaku padanya saat ia mulai tenang .
Kulihat ia hanya menggelengkan kepalanya, aku pun menariknya kembali ke pelukanku dan kurasakan ia balas memelukku dengan sangat erat.