Maaf......................dan selamat tinggal karena aku selalu mencintai kalian sampai kapanpun Sandrevano dan Ivan Putraku.
Pov.
" Van bersiap lah sayang, kau tidak ingin membuat ibu mu kecewa bukan karena tidak datang." Ucap seseorang padaku.
" Jangan lupa pakai pakaian yang sudah di pesankan oleh ibumu. " ucapnya menepuk pundak ku, dia adalah sepupu ibuku Liana.
Aku memegang jas pemberian Ibuku beserta dasi yang ia pilih untukku. Aku hanya memandangnya tanoa minat sama sekali. Memoriku berputar pada saat ia memberikannya padaku dulu.
Flashback.
Ivan sayang lihat Mommy membelikan sebuah jas untukmu
coba kau pakai,
Memang nya aku akan kemana ??? Mom. Ucapku menatap nya dengan heran.
Memang nya harus ada acara dulu baru kau membeli jas begitu???
Ckkkkk aku hanya bertanya kenapa
Mommya marah.
Mommy tidak marah hanya kesal saja
Sama saja Mom.
Cepatlah pakai atau Mommy akan berubah fikiran ayo cepat,
Baiklah
Wahhhhhhhhhhh kau sangat tampan.
Ah dasi kau juga harus memakai dasi agar terlihat sempurna,kemari Mommy pasangkan, bukan kah
putra Mommy ini begitu tampan.
Mommy kenapa memilih dasi seperti ini ??
Kenapa kau tidak suka???
Bukan begitu harusnya nya hitam polos saja tidak usah bergaris biru putih seperti
ini.
Tapi kan warna dasi itu hitam.
Haish baiklah terserah aku akan kalah kalau terus berdebat, lagi pula
kenapa aku harus mencoba ini semua aku seperti akan menjadi pengantin pria saja, atau apa
Mommy diam diam akan menjodohkanku dengan anak teman
Mommy seperti di drama drama itu?
Astaga kenapa berfikir seperti itu tentu saja tidak, kalau pun nanti kau menikah Mommy ingin kau memakai jas dengan warna lain.
Warna lain??? Warna apa??
Tentu saja warna Pink atau biru muda ahhh atau Violet saja bagaimana pasti akan terlihat imut
bukan
Mommmmmmmmmmmmmmmmmm
HHAHHAHAHHAHAH baiklah Mommy
hanya bercanda.
Flashback end.
Aku hanya terus berdiam diri di depan cermin, haruskah aku datang??? Walau dalam hati kecil ku berkata jangan kalau kau tak ingin.
"Van, ayo sudah saatnya ."
" Baiklah ." Ucapku dengan pasrah.
Aku memasuki mobil dan mobil pun mulai melaju dengan pelan, di samping ku duduk lah sepupu Ibuku Liana, aku hanya terus menatap keluar jendela dengan tatapan datar ku, karena aku bingung harus merespon seperti apa dan bagaimana.
Mom apa kau senang aku akan datang?? Apa kau bahagia?? kalau memang maka aku juga akan ikut bahagia walau dalam hatiku
menjerit untuk berkata tidak dengan semua yang terjadi saat ini.
@At Sherill Home.
kami pun mulai memasuki kediaman Kakek, yaitu ayah dari Ibuku.
Sudah banyak yang datang fikir ku, aku turun dari mobil dan memandang karangan bunga yang berjejer rapi di depan rumah,
Dan aku pun mulai melangkah memasuki pintu utama, dan dugaan ku benar mereka semua menatap ku dengan pandangan yang berbeda beda tapi aku tidak perduli, aku terus melangkah sampai aku menemukan Ayahku yang sedang menatap ku dengan pandangan yang sudah ku tau apa maksud dari itu semua .
Aku mulai mendekati nya dan berdiri tepat di samping nya yang sedang memejamkan mata dan berbaring di dalam peti mati, bahkan di saat seperti ini Mommy masih saja terlihat cantik, dan kurasakan seseorang menepuk pundakku.
" Bicaralah padanya, ia menunggumu dari tadi "
Aku menengok dan kutemukan Ayah yang menatapku dengan nanar. Dan aku baru merasakan bahwa ini nyata bukan mimpi
Aku merasakan sakit yang luar biasa di dalam hatiku, astaga Tuhan kenapa sungguh
sesak, aku menatap nanar kearahnya dan duduk
tepat di sisi Mommy berbaring.
" Mom."Panggiku padanya.
" Kau senang aku datang, lihatlah jas yang Mommy berikan aku memakainya hari ini." Ucap ku dengan tersenyum kearahnya walaupun air mata sudah ingin terjatuh.
" Apakah aku sudah terlihat tampan???. "
" Mommy juga terlihat sangat cantik hari ini, kurasa tidak bahkan Mommy selalu terlihat cantik di mataku walaupun aku tidak pernah memujimu karna gengsi yang terlalu tinggi ."
" Bukankah hari ini ulang tahun ku."Ucapku
" Apa tidak ada ucapan selamat ulang tahun untukku, kau tidak lupa kan bahwa hari ini ulang Tahun ku dan jangan lupa kado dan kue nya. "Ucap ku dengan tersenyum kearahnya dan tak terasa air mata ini telah jatuh dengan sendirinya.
" Mommy tau bahwa tahun ini bahkan aku tidak pernah meminta apapun darimu karena aku hanya ingin kau selalu bersama ku selamanya tapi pada kenyataannya kau pergi begitu saja meninggalkanku tanpa firasat yang kurasakan. "
" Tapi kenapa hari ini sungguh berbeda dari tahun sebelumnya, bahkan biasanya ketika aku terbangun kau sudah ada di samping ku sambil membawa kue beserta lilin diatas nya tapi......(aku bahkan tidak bisa melanjutkan nya
Mom hiks hiks aku harus kuat bukan) tahun ini kau tidak ada... Karena aku hanya menemukan diriku sendiri tertidur di dalam kamar."
" Mommy apa ini kado ulang tahun ku, harusnya kita pergi jalan jalan bukan??? , karena hari ini ulang tahun ku, tapi kenapa justru kita berada disini dan terdiam. " Ucap ku dan mulai mengeluarkan air mata tanpa bisa di tahan.
" Harusnya ketika hari ulang tahunnya tiba aku merasakan senang dan bahagia bukan, tapi kenapa hari ini tidak Mom kenapa aku malah menangis dengan perasaan yang sangat sedih. "
" Kau bahkan menurutiku untuk memakai gaun hitam panjang di hari ulang tahun ku."
" Mommy hiks." aku menangis, hati ku bahkan sakit, bahkan aku melanggar permintaan mu untuk tidak menangis tapi aku sungguh tidak bisa.
Tidak akan pernah ada lagi godaan yang
sering kau lontakan padaku, bahkan aku
tidak akan merasakan kasih sayang lagi danciuman yang selalu kau berikan untukku,
tidak
ada lagi genggaman dan tatapan
ketenangan
yang selalu kau berikan di saat aku merasakan gugup dan takut, apakah akan ada yang membelaku disaat semua orang
menghakimiku.
Dan apakah akan ada yang selalu menyemangatiku disaat aku
membutuhkannya??
Apakah ada???
Apakah ini akhir dari semuanya pengorbanan yang selalu kau berikan dan di sertai dengan tangis air mata berderai kau masih terlihat kuat walaupun Rapuh di dalam.
aku bahkan akan mencoba melakukan
semua sendiri tanpa bantuan darimu
walaupun akan sangat sulit nantinya.
Bahkan aku benar benar tidak bisa Mommy, membayangkan nya saja sudah membuatkutakut.
Bahkan aku tidak sanggup hiks hiks hiks kenapa kenapa begitu cepat.
Aku sudah terbiasa dengan mu.
" Mommy bangun lah aku mohon."
Aku menundukan wajahku dan mencium kening nya sangat lama dan tak lupa kedua pipinya, hidung dan terakhir bibirnya.
Pertanyaan yang sekarang ada di benak ku apakah esok aku masih bisa mencium nya dan apakah esok
aku masih bisa menatap nya.
Jawabannya tidak.Karena setelah hari ini
aku tidak akan lagi menemukannya yang
selalu berada di sisiku.
Hanya ada kenangan saja yang selalu berputar di sekelilingku.
" Mommy bangunlah hiks, aku sudah menuruti semua permintaan mu tapi jangan seperti ini, bangunlah." Ucap ku dengan tangisan yang yang semakin kencang bahkan aku tidak perduli sungguh aku ingin sekali berteriak.
" Mommy. "
" Ivan, sayang sudah cukup tenanglah."
Kurasakan seseorang memelukku dari belakang,Ayahku.
" Mommy bangunlah. "
Ayah memeluk ku semakin erat.
" Tentang lah sayang, biar kan Mommy pergi dengan tenang. " Ucapnya dan mengecup keningku beberapa kali.
Bukankah hari ulang Tahun ku sangat
berkesan??????????
Pov.
ini.sungguh tidak adil kenapa di saat dia
akan kembali kepelukanku kau justru
mengambilnya dariku, Tuhan bahkan kau
sungguh sangat kejam.Ya hari itu aku melihat semuanya bahkan aku menemukannya yang masih berada di dalam mobil dengan
kondisi yang tidak baik, bahkan beberapa
luka di tubuhnya pun aku masih mengingat nya sampai detik ini
Hari dimana harusnya menjadi hari bahagia karena aku akan meminta nya untuk kembali bersama
tapi Tuhan berkehendak lain ia terlibat
kecelakaan yang harus membuatnya koma selama 2 hari dan sadar pada hari ke 3 dan hari ke 4 Tuhan benar benar mengambilnya dari kami semua.
Kenapa Tuhan, kenapa kalau kau ingin
menghukum ku hukum saja aku tapi jangan ambil dia.
Hari ini bahkan berat untukku untuk melihatnya, ya aku berdiri disini tepat di sisinya yang
terbaring di dalam peti mati bahkan dia
sungguh sangat cantik, tak terasa air
mataku
kembali jatuh aku benar benar tidak kuat
kali ini.
Bahkan ia sempat meminta untuk jangan
pernah menangis nya tapi aku sungguh
benar benar tidak bisa, aku bahkan tidak bisa untuk memberhentikan lajunya air mataku kenapa sungguh sakitbahkan sesak itu melanda ku
apa ini kisah kita..
Yang berakhir tidak bahagia dan harus berakhir dengan kehilangan separuh
jiwa.
Maaf kan aku, karena aku belum pernah bisa menjadi yang terbaik
untuk mu sayang dan bahkan belum pernah sedikit pun
membahagiakan mu dan Putra kita tapi aku berjanji apa pun yang terjadi aku akan menjaga putra kita dengan segenap
jiwa dan ragaku bahkan Kalau pun nyawa
ku yang akan menjadi taruhan nya aku siap.
Aku mencintaimu, bahkan sangat mencintaimu
Aku menundukan wajahku lalu mengecup kening nya dan tak lupa kedua pipinya, hidung dan yang terakhir bibirnya yang sudah sangat lama tidak ku cium, aku pun bangkit lalu menatap nya dengan air mataku yang kembali jatuh dengan deras.
Tbc.