Sherill.
Terlalu lelah untuk memikirkan masalah ini semua yang sering terjadi dalam kehidupanterkadang ingin mencoba berlari tapi
rasanya tidak mungkin dan terkadang ingin mencoba untuk menyelesaikan tapi................ Bagaimana caranya????????
Sandrevano.
Akan kah kita dapat bersatu kembali dan
menjalin sebuah keluarga yang lebih baik
lagi dari sebelumnya?????
Ivan.
Jika memang ini yang terbaik untuk kalian maka lakukan, tapi jika tidak maka tidak
usah untuk dipaksakan jika pada akhirnya
kalian hanya akan saling menyakiti satu sama lain.
Winda
Jika Pada dasarnya kau lebih memilih nya
untuk apa aku berkorban kalau pada intinya justru aku yang terbuang secara sia sia.
Sammy.
Apapun yang terjadi kalau itu keputusan mu aku akan mendukung mu walaupun nantinya
aku yang akan tersakiti tapi tak apa asal melihatmu
bahagia itu sudah cukup untukku.
Pov.
Sherill Pov.
" Mom."
" hemp." menengok ke arah nya.
" kenapa tiba tiba mengajak ku pergi ke Bandung. "
Ya memang setelah kejadian itu aku mengajak putra ku pergi ke Bandung untuk berlibur.
" Tidak apa apa Mommy hanya ingin melihat matahari terbit di sini." Ucap ku yang kemudian menyadarkan kepalaku di bahunya.
" Hahh haish bicara lah yang jelas aku sungguh tidak mengerti. " Ucapnya menatapku.
" Ya memang Mommy harus bicara apa lagi Mommy memang sangat ingin melihat matahari terbit dari sini dan suasana di sini juga masih sangat sejuk Honey. " Ucap ku yang kemudian memandang nya.
Ada apa dengan anak ini.
" Haish kalau memang hanya ingin melihat matahari terbit kenapa harus jauh jauh kesini, Mommy naik saja ke atap gedung pada waktu menjelang matahari terbit nanti juga bisa melihat, ckkk Mom ini sungguh sangat merepotkan. " Ucapnya dengan sinis
" Oh jadi kau menyesal menemani Mommy kalau begitu Pulang lah biar Mommy di sini sendiri." Ucap ku yang mulai kesal lalu menjauh darinya.
Dan kulihat ia tersenyum, menghampiri ku dan memeluku.
" Haish Mommy aku hanya bercanda jangan di masukan ke hati ya aku mencintaimu " Ucapnya dengan memeluku.
" Tapi bercanda mu sungguh tidak lucu, Mommy kesal jadinya." Ucap ku dan membalas pelukan nya.
Mom apa kau tau bagaimana perasaan ku
saat ini...... Aku bahagia karena aku tau Ayah tidak pernah bersalah dan itu
semua hanya kesalahpahaman semata.
Jika kalian masih saling mencintai dan membutuhkan maka jangan pernah merasa gengsi untuk mengatakan apa isi hati kalian, karena sejujurnya aku selalu berharap
bahwa kalian dapat bersatu kembali tanpa
ada penghalang apapun.
Aku mencintai kalian melebihi rasa cintaku pada diriku sendiri, Mommy dan Ayah aku
selalu ingin melihat kalian akur kembali
saling tersenyum satu sama lain.... Bisakah?????? .
Pov.
Sherill.
Aku tidak tau apakah ini hanya perasaan ku saja atau ada hal lain yang akan terjadi, karena aku merasa akan ada sesuatu hal yang membuat ku harus pergi entah itu esok atau lusa akupun tak tau tapi hati tidak bisa di bohongi bukan
...
Karena kalau pada akhirnya kisah ku tidak
pernah akan bahagia itu tak masalah karena yang terpenting mereka yang begitu
mencintaiku yang harus bahagia tanpaku, aku tidak pernah ingin ada air mata di saat terakhir dalam kisah hidupku ini.
Pov.
" Mommy kenapa manja sekali hari ini." Ucapnya
" Entahlah tapi Mommy tidak mau tau pokoknya hari ini Ivan kau harus menemani Mommy kemanapun mengerti, karena hari ini kita akan menghabiskan waktu berdua. " Ucap ku padanya dan merangkul lengan nya.
" Ya baiklah wanita selalu menang. " ucapnya.
Hari ini aku benar benar menghabiskan waktu dengan putra ku, bahkan kami sudah seperti sepasang kekasih yang berkencan makan dan menonton bioskop.Entahlah aku hanya merasa aku akan jauh darinya. Dan tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 11 malam kami pun tiba di villa milik Orang Tua ku.
" Sayang sudah malam ayo tidur." Ucap ku menegur nya karena kulihat Ivan masih asyik menonton televisi
" Hemp." Ucapnya dan kemudian masuk kekamar dan aku mengikutinya dari belakang. Saat aku bersiap ingin tidur tiba tiba handphone ku berbunyi dan ternyata ibu mertua ku menelepon.
" Halo Ibu. "Jawabku
" Sherr. "Panggilnya padaku
" Ya ada apa Bu."
" Laurent akan melahirkan bisakah kau datang ke rumah sakit Jakarta Hospital sekarang. "Ucapnya
" Apa laurent akan melahirkan sekarang, bukankah 2 hari lagi Bu."Ucapku
" Tidak, Ibu rasa bayinya sudah tidak sabar untuk keluar bisakah kau datang."
Jakarta dan Babdung memakan waktu 3 jam dan sekarang sudah jam set 12 malam dan aku merasakan kantuk luar biasa tapi kalau menolak ini permintaanya....... Ya Tuhan aku rasa aku harus mengiyakan.
" Kalau kau tidak bisa tidak apa besok saja sayang ini sudah malam lagi pula jakarta dan Bandung sangat jauh, tidak baik kau menyetir malam malam besok saja ya ." Ucap ibu mertua ku lagi.
" Tak apa Bu aku akan berangkat sekarang. " Ucap ku yang kemudian berdiri.
" baiklah hati hati, apa kau akan membawa Ivan juga. " Ucapnya lagi.
Akupun menengok ke arah putra ku yang sedang tertidur dengan lelap, aku tak tega membangunkan nya karena dia begitu lelah.
" Tidak Bu aku takut ia akan sakit karena hari ini iya banyak menemani ku berjalan jalan, jadi aku tinggal saja besok sore baru ku jemput kembali. " Ucap ku lagi.
" Yasudah, sayang hati hati mengemudinya ya Ibu tunggu " ucapnya yang kemudian menutup Telefonnya. Aku pun bergegas mengambil dompet jaket beserta kunci mobil saat sudah sampai di depan pintu kamar, aku kembali memasuki kamar karena kurasa ada sesuatu yang aku lupakan. Aku duduk tepat di samping putra ku yang sedang terlelap, aku terus memandang nya dan akupun menundukan wajahku untuk mencium kening nya, dan tak lupa hidung, pipi beserta bibirnya pun aku cium setelah selesai aku bergegas pergi.
" Bibi aku titip Ivan ya, jika esok ia menanyakan keberadaanku bilang padanya aku sedang menjenguk seseorang ke Jakarta Hospital, dan bilang padanya agar bersiap karena sore aku akan kembali menjemput nya untuk pulang." Ucap ku yang sudah berdiri di depan mobil.
" Nyonya apa tidak besok saja, ini sudah malam tidak baik kau menyetir sendirian. " Ucapnya yang terlihat khawatir.
" Tak apa bibi, aku pergi." Ucap ku yang kemudian masuk kedalam mobil dan mulai melajukan mobil ku meninggalkan rumah.
Pov.
" Dia menuju ke Jakarta???? Baiklah buat dia masuk kerumah sakit tapi jangan sampai sekarat mengerti."
" Kau tabrak mobilnya dari belakang atau apalah terserah tapi jangan sampai ia mati mengerti."
Aku sudah memperingatkan bukan jika aku tak bisa mendapatkannya siapa pun juga tak akan bisa termasuk kau Sherill
Pov.
@Jakarta Hospital.
" Sandrevano." Panggil ibuku padaku
" Ya bu." jawabku
" Istrimu sedang menuju kemari." Ucap Ibuku padaku.
" Bukankah ia ada di Bandung ????" Ucap ku yang langsung menatap nya dengan terkejut.
" Ya dia sedang dalam perjalanan dari Bandung menuju kesini." ucapnya yang kemudian masuk ke ruangan Laurent dan meninggalkanku di depan ruangan.
Astaga ada apa dengan wanita itu jarak dari Bandung kesini saja memakan waktu 3 Jam dan sekarang sudah jam 12 malam, apa dia sudah gila ckkkk.
Aku memutuskan untuk menelfon Ivan Putraku tapi tidak diangkat.
Akupun memutuskan untuk menghubungi nya dan jawaban nya sama wanita itu tidak mengangkat nya.
Perasaanku benar benar tidak enak sekarang astaga..... Aku menelfin Andreas.
" Andreas."
" Ya, kenapa. "
" kau tidur???."
" Tidak, aku sedang memeriksa proposal ada apa. "
" Tidak, aku hanya ingin mengabarkan bahwa Laurent sudah melahirkan ."
" Apa, benarkah??. "
" Ya. "
" Kalau begitu besok pagi aku akan mampir untuk melihat ."
" Hemp Baiklah. "
" Oh San."
" Apa. "
" Bagaimana dengan Sherill ???."
" Maksudmu apa aku tidak mengerti??? ."
" Apa dia tidak datang???."
" Dia sedang dalam perjalanan. "
" Oh benarkah tapi kenapa kau menjawab tidak bersemangat harusnya kau senang istrimu akan datang bukan?? . "
" Justru aku sangat khawatir. " Ucap ku.
" Kenapa ."
" Ia sedang dalam perjalanan dari Bandung menuju ke Jakarata dan ini sudah tengah malam dan hampir mau menjelang pagi kurasa. " Ucap ku dengan gusar.
" Kenapa tidak besok saja. "Ucapnya
" Entahlah aku juga tidak tau. "Jawabku
" Kau sudah menelfonnya???."Tanyanya.
" Sudah tapi tidak diangkat. "Jawabku
" Putra mu telfon dia ."Ucapnya
" Sama mereka tidak mengangkat nya "
" San."
" Hemp "
" Lacak saja mereka ada dimana. "
Ckkkk benar juga kenapa tidak di lacak saja Sandrevano Bodohhhhhh.
" Berikan padaku nomor Sherill, aku lacak Handphone nya kau lacak Handphone Putra mu."
" Tunggu sebentar aku kirimkan "
" Ini My Wife 00088******* "
" Aku tutup dulu telfon nya, kalau sudah ketemu aku kabari secepatnya. "
" Baiklah ku tunggu kabar nya. "
Dan tak terasa waktu sudah menunjukan jam set 5 pagi.
Dan masih belum ada kabar Ya Tuhan kemana wanita ini ckkkkkk dan Andreas pun belum mengabari sampai sekarang. dan tak lama Handphone ku berbunyi.
Andreas calling.
" Oh bagaimana ??? ."Tanyaku dengan tak sabarr padanya.
" San."
" Bagaimana. "
" Aku tidak tau apa yang terjadi, tapi sepertinya kita harus menyusul Istrimu. "
" Apa yang terjadi dengannya????. “
" Aku juga blm tau, tapi yang ku bingungkan kenapa ia sepertinya berhenti lama sekali. "
" Maksudmu, bicaralah yang jelas aku sungguh tidak mengerti ." Ucap ku yang mulai kesal
" Begini ia sepertinya sudah hampir mendekati Jakarta tapi yang kulihat dari GPS nya mobil nya tidak bergerak sama sekali."
" Lalu. "
" Perasaan ku Tidak enak, kita susul saja sepertinya aku tau daerah ini."
" Baiklah, kau dimana sekarang. "
" aku menuju kerumah sakit, kau tunggu di depan rumah sakit aku akan menjemput mu sekarang juga. " ucapnya dengan cepat.
Aku pun berlari ke luar rumah sakit dan tak lama mobil Andreas berhenti di depanku.
" Cepat sekali ."Ucap ku mulai duduk disebelah nya.
" Bagaimana kau sudah melacak Handphone Putra mu ."
" Sudah, sepertinya Sherill tidak mengajak nya karena ia masih ada di Bandung."Jawabku
" Istrimu pergi sendiri ????."Tanyanya
Perasaan ku mulai tidak enak.
" Ohhhhh tidak biasanya di daerah ini macet." Ucap Andreas.
Benar juga ini masih terlalu pagi kenapa sudah macet.
" Aku rasa ini kemacetan total."Ucapku sambil menatap sekitarku.
Andreas membuka kaca Mobilnya dan bertanya pada Mobil di samping
"Permisi Pak , apa yang terjadi kenapa macet sekali "
" Yang ku dengar ada kecelakaan beruntun di depan sebuah Truk menabrak pembatas jalan dan terbalik kemudian mobil yang lain saling menabrak karena kaget. "
Astaga perasaanku benar benar sungguh tidak enak.
" Aku akan Coba berjalan kedepan siapa tau ada Sherill di sekitar sini ya. "
Aku pun keluar dari mobil Andreas dan mulai berjalan kedepan sambil sesekali menengok ke kanan dan ke kiri takut ada mobil istriku.
Pov.