Kalian tau kalau kehidupan terkadang bahkan bisa berubah-ubah tergantung bagaimana Tuhan mengaturnya entah bahagia ataupun tidak ................ dan akan jadi seperti apa nanti di kehidupan ini jalani saja bukan.
Yap karena roda akan selalu berputar seiring dengan berjalannya waktu dan sama seperti kehidupan yang ku jalani saat ini, akan ada tangis dan kebahagiaan di dalamnya dan aku sangat bahagia akan hal yang terjadi di garis kehidupanku saat ini bersama Anak dan Suamiku.
Sherill Pov.
Home .
At morning 06.00
" Sannn, hei Sayang." Panggilku padanya sambil menggoyangkan tubuhnya ia hanya menggeliat dan kembali melanjutkan tidurnya .
" Haish Sandrevano, hei suami dari wanita yang paling cantik ini yaitu Sherill bangunlah kau bisa kesiangan sayang." Ucapku lagi masih berusaha membangunkannya.
"Sandrevanooooooo."panggilku lagi padanya ia hanya berdehem lalu kembali melanjutkan tidurnya dan itu membuatku kesal setengah mati jadinya. Aku hanya menatapnya datar lalu keluar dari kamarku. Aku menyerah, Aku memutuskan untuk menghampiri Putraku di kamarnya dan kulihat ia sudah rapih dengan seragam sekolahnya. Ia sedang menatap cermin dan posisinya saat ini membelakangiku.
Kalian tau Putraku sudah beranjak dewasa ,,,,,hahhhhhhhhh tidak terasa bukan waktu sangat cepat berlalu dan aku akan mulai kesepian tanpanya nanti.
" Oh sudah tampan ternyata Mommy fikir kau belum bangun." Ucapku dan menghampirinya yang sedang mengancingkan bajunya. Lalu ia menatapku lewat cermin dengan wajahnya yang datar.
" Ckk Mommy fikir aku anak kecil aku bahkan sudah membuka mataku dari pagi buta." Ucapnya
" Hmmm baguslah sudah pintar rupanya sekarang, dan anak Mommy sudah besar sekarang." Ucapku dan menatap nya dengan pandangan menggodanya .
Ia hanya menatapku malas lalu kembali mengancingkan kemejanya.
" Mommy akan menyiapkan sarapan, Honey bangunkan Ayahmu ya karena Mommy menyerah ia bahkan tidur sudah seperti orang mati sekarang susah sekali dibangunkan entah mengikuti siapa. Mommy rasa kakekmu selalu bangun sebelum matahari terbit berbeda sekali dengan Ayahmu yang pemalas." ucapku menatapnya .
" Baiklah aku akan membangunkannya, dan jangan lupakan yang Mommy bicarakan barusan adalah Suami tampanmu ia akan mengamuk nanti jika dibanding-bandingkan dengan pria lain." Ucapnya. Aku menatapnya hmmmm benar juga.
" Oke baiklah tapi yang kau sebut pria lain itu kakekmu, dan terimakasih tampan sudah mengingatkan dan jangan lupa bangunkan Direktur tampan itu hmmm." Ucapku lalu mencium keningnya dan keluar dari kamarnya .
Pov.
Ivan Pov.
Tidak terasa waktu cepat sekali berlalu dan aku merasa semakin beranjak dewasa dan semakin mengerti, aku selalu teringat kisah kisah sebelumnya tapi kata Mommy jangan lah pernah menatap lagi kebelakang jika nantinya hanya membuatmu menjadi sedih dan teringat kembali tentang pahitnya sebuah perjalanan hidup ,karena di balik sebuah peristiwa pasti ada suatu pembelajaran yang harus kita ambil dan pandanglah terus ke depan karena masa depan selalu setia menunggu untuk di raih jadi jangan cepat berputus asa akan sesuatu yang ingin kita raih tapi belum tercapai karena percayalah bahwa sesungguhnya Tuhan tengah menguji kita seberapa kuat kita dapat bertahan ataupun melaluinya .
Setelah siap aku berjalan ke luar kamar dan melangkah menuju kamar Mommy dan Ayahku, dan aku melihat Ayah yang masih tertidur dengan sangat lelap .
Ckkkkkkkkkk pria pemalas fikirku.
" Ayah. " Panggilku .
" Wake up ." Ucapku dengan menggoyangkan tubuhnya .
Haishhhhhhhhhhhhh ah sepertinya aku ada ide. Aku berjalan ke samping dan berdiri tepat di sampingnya ,aku menundukkan kepalaku dan ...............
"Ayahhhhhhhhhhhhhhhh " teriakku dan tepat di telinganya . Aku melihatnya terlonjak kaget dan langsung bangun dan kemudian menatapku .
" Ck bisakah jika membangunkan Ayahmu ini tidak harus dengan berteriak, kau membuat Ayah kaget dan hampir tuli mendengar teriakanmu." aku hanya menatap datar ke arahnya .
" Aku sudah membangunkan Ayah Dengan kelembutan tadi tapi tetap saja tidak mempan ya apa boleh buat jadi aku harus memikirkan cara lain untuk membangunkan seseorang yang tidur sudah seperti orang mati." Sindirku padanya .
Ia menatapku kembali dengan wajah merenggut hahahhahahah aku tertawa terbahak bahak .
" Cha berhentilah merajuk dan ingatlah umurmu Ayah, mandilah dan rapikan tempat tidur ini dan itu baju Ayah sudah disiapkan oleh istri cantikmu jadi jangan berteriak lagi menanyakan dimana pakaian kerjaku pada istrimu itu, ia akan berubah jadi rubah betina nanti dan karena itu akan membuat telingaku serta sakit kepalaku bertambah banyak nanti, ayo bangun haishhhhhhh Ayah tau di sini malah aku yang terlihat seperti sosok Ayah ck. " Ucapku dan mulai berjalan keluar .
Aku pun kembali menoleh ke arahnya .
" Satu lagi jika aku kembali ke sini Ayah belum siap juga, maka aku dan Mommy akan berangkat duluan , mengerti."Ucapku padanya .
Ia bangun dan menatapku garang .
" Aku Ayahmu bukan temanmu jadi panggil Ayah mengerti Nak." Ucapnya.
" Baiklah Ayahku yang paling tampan setelahku."Ucapku mengejek.
Aku keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang makan dan melihat Mommy sudah merapikan makanan di atas meja , aku duduk lalu menatapnya.
" Bukankah tadi ada suara yang begitu kerasa dan kencang seperti teriakan seorang wanita, apa kau mendengarnya honey??" Tanya nya. Aku sudah tau pasti ia sedang mengejekku .
" Ckkkk salahkan suami tercinta mu itu, Mom bagaimana bisa ia tidur seperti orang mati dan itu membuatku pusing."
Mommy menatapku lalu tertawa .
" Ternyata putra Mommy sudah besar , kenapa kau harus tumbuh dengan sangat cepat bahkan Mommy masih merasa baru melahirkan mu kemarin, Mommy akan kesepian kalau kau menikah nanti. " Ucap Ibuku dan menatapku sendu.
Aku tersenyum dan berjalan menghampirinya, lalu membawa nya ke pelukanku .
" Haish Mommy mengapa sangat cengeng kalau begitu kenapa tidak buat adik untukku saja." Ucapku masih terus memeluknya ,dan kurasakan ibuku mencubit pinggang ku dengan keras.
" Awwwww ya sakit sekali Mommy jangan mencubitku." Aku melepaskan pelukan dan menatapnya garang .
" Jangan harap ada adik karena Mommy tidak mau punya anak lagi apalagi harus mengurus bayi lagi, Mommy hanya ingin punya anak 1 dan itu kau." Ucapnya menatapku dengan garang .
" Ckkkkk baiklah terserah saja wanita memang selalu benar dan pria selalu salah." Ucapku dan mulai kembali duduk .
Dan tak lama Ayah mulai keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang makan dengan memegang tas dan jas nya, Direktur kami yang tampan tiba .
" Selamat pagi Ivan dan Istriku yang paling cantik dan sangat kucintai. " Ucapnya dan mencium kening kami satu persatu.
Aku menatapnya dengan datar .
" Ckkkkkk cepat lah duduk Direktur San dan makan sarapan nya jika tidak kita akan terlambat dan putramu tak ingin hal itu sampai terjadi." Ucapku dan tentu saja pasti mendapat hadiah berupa sentilan di kening mulusku oleh Ayahku.
" Panggil Ayah." Ucapnya dengan pandangan garang sekali aku menatapnya geli.
" Ckkkkk baiklah Ayah." Ucapku mengalah.
" Sampai kapan kalian seperti ini, berhentilah berdebat dan makanlah sarapan kalian, jika masih juga berdebat Mommy akan mengeluarkan kalian berdua dari rumah ini." Ucap Mommy pada kami dan memandang kami dengan datar dan tajam . Seperti nya ia sudah mulai kesal melihat perdebatan yang terjadi antara Suami dan Putranya di pagi hari.
Aku hanya tersenyum menatapnya dan kembali melanjutkan sarapanku dengan tenang. Ayahku tersenyum lalu sama sepertiku memakan sarapannya dengan tenang.
Pov.
Sandrevano Pov.
Inilah keluargaku yang sekarang yang penuh dengan canda dan tawa dan terkadang ada juga perdebatan di setiap obrolan kami entah itu Pagi, siang sore ataupun malam. Tapi aku selalu bahagia karena ini adalah sumber kebahagian yang kuinginkan dari dulu memiliki keluarga seutuhnya dan aku sangat-sangat bahagia .
Aku mencintai kalian Sherill Istriku dan Ivan Putraku yang paling tampan tiada duanya dan akan selalu begitu sampai selamanya dan sampai maut yang memisahkan kita.
Tbc...................