My Wife BAB 5 - Come Back.

1705 Kata
*** Japan 06.15 Am. Sherill Pov. Rutinitas di pagi hari yaitu membangunkan si tampanku Ivan menyiapkan sarapan lalu mengantarnya ke Sekolah . Yahhhhh itulah rutinitas setiap pagi yang kujalani , jangan bilang kalau aku tidak senang dengan ini aku sangat bahagia walaupun hanya dengannya.Aku masuk kekamarnya lalu mulai berjalan ke arah gorden dan membukanya , membuat sinar masuk kedalam kamar ini aku mulai menuju ranjangnya dan duduk di tepiannya . " Van , ayo bangun sudah pagi." Ucapku sambil mengecup keningnya . " Emmmmmm." Gumamnya sambil menggeliat dan itu sangat membuatku gemas. Kalian tau di umurnya yang masih terbilang sangat muda ini ia sudah di taksir oleh banyak Perempuan , bahkan saat jalan denganku pun banyak wanita yang terang terangan menatapnya tanpa berkedip . Terkadang aku merasa iri plus cemburu hahahahah tapi aku rasa aku tak perlu seperti itu karena iya tidak pernah merespon mereka dan lebih memilih menatapnya dengan dingin dan angkuh , jangan salahkan àku kalau dia seperti itu karena itu adalah sifat turunan dari ayahnya . " Rapikan tempat tidurmu , mandi lalu turun untuk sarapan Ok Dear." Ucapku mengelus kepalanya kemudian aku keluar dari kamarnya untuk menyiapkan sarapan . Ku dengar ia hanya bergumam dan mulai bangkit . Aku sedang menyiapkan sarapan untuk kami dan tak lama ia muncul dengan seragam sekolah yang sudah melekat di tubuhnya , Tampan batinku sambil menatapnya dengan tersenyum. " Mom berhentilah menatapku , aku tau aku tampan." Ucapnya padaku. " Memang kenapa tidak boleh hemp???." Ucapku padanya . Sambil menatapnya. "aku hanya takut kalau Mommy menatapku terlalu lama maka , akan jatuh cinta padaku ." Ucapnya kemudian memandangku sambil tersenyum. " bagaimana kalau ternyata mommy memang jatuh cinta padamu , bagaimana menurutmu hemp ." Ucapku berusaha serius dan kulihat ia menatapku dengan tatapan tidak percaya hahahahah aku suka sekali menggodanya ,dia membuatku sangat gemas, aku berusaha menahan tawaku agar tidak terdengar tapi baiklah aku tidak bisa menahannya dan akhirnya aku tertawa. " Hahahahahahh baiklah ayo sarapan. " Ucapku padanya masih dengan tertawa. " Ckkkk Mommy mempermainkanku " Ucapnya dengan tatapan sebal kemudian mulai memakan sarapannya. " Kau Marah." Ucapku padanya tidak ada jawaban " Baiklah maafkan Mommy okay , Mommy janji tidak akan menggodamu bagaimana." Ucapku dengan menatapnya , dan kulihat ia sama sekali tidak menghiraukanku . Aku rasa ia benar benar marah . " Baiklah Mommy janji akan mengabulkan keinginanmu asal kau berhenti mengacuhkan Mommy bagaimana??? ." Ucapku yang kemudian kulihat ia tampak berfikir. " Baiklah aku memaafkan Mommy tapi ada satu syarat. " Ucapnya padaku dengan memandangku . " Apa. " Ucapku . " Aku ingin kembali ke tanah kelahiranku dan bertemu dengan nenek dan kakeku aku rindu sudah lama tidak bertemu dengan mereka bagaimana Mommy akan mengabulkannya kan. " Ucapnya dengan menatapku .Aku syok saat mendengar permintaan tersebut .Aku menatapnya sejenak lalu membuang pandanganku ke arah lain, bagaimana ya Tuhan aku bahkan belum siapa tuk kembali. " Bagaimana Mom.?? " Tanyanya padaku. " Bisakah beri waktu ibumu untuk berfikir. " Ucapku mantap dan tersenyum padanya. "Baiklah jangan terlalu lama." Kulihat ia tersenyum kepadaku lalu melanjutkan sarapannya akupun begitu . Sherill Pov End. Sandrevano Aku terus menatap foto pernikahanku dengannya , sudah 13 Tahun iya pergi meninggalkanku tanpa jejak dan tanpa meninggalkan sepatahkatapun dia pergi membawa putra kami , kalau ditanya bagaimana hidupku saat ini maka jawabannya tidak baik baik saja . Aku menjadi pria pemarah ,dingin dan arogan bahkan tidak pernah tersenyum sedikitpun , kalian tau aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya tapi kini aku benar benar merasakannya rasa dimana kehilang separuh nyawaku dialah istri dan anakku , aku sudah mencari kemanapun tapi tidak pernah tau dimana keberadaan mereka bahkan orang orang terdekatnya pun tidak memberitahuku dimana keberadaanya seolah mereka bungkam dan pura pura tidak mengetahui , dan tak mau ikut campur dalam permasalahan yang sedang terjadi padaku maupun Sherill Ya aku menyesal kenapa saat itu aku tidak pernah bisa berfikir jernih untuk bisa memilih disaat aku mulai mencintainya dan diapun begitu aku malah menghianatinya dengan kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasihku Winda , tapi satu hal yang perlu kalian ketahui bahwa waktu itu aku tidak benar benar menjalin hubungan dengannya aku hanya mencoba memantapkan hatiku siapa orang yang benar benar aku cintai , Winda ataukah Sherill .Sherill istriku walaupun kenyataannya caraku salah dengan mengabaikannya dan berusaha menjauh darinya bahkan aku juga melakukan hal yang sama kepada putraku tapi demi Tuhan aku berani bersumpah bahwa dihatiku hanya tertera nama mereka Sherill dan ivan Putra kami , hanya satu doa yang selalu kupanjatkan pada Tuhan di setiap tidurku . Bahwa ketika aku bertemu mereka aku tidak akan pernah melepaskan mereka , dan aku akan menjadi ayah dan suami yang baik untuk mereka . Itu sumpahku pada Tuhan . Dan keinginan terbesarku hanya satu " pertemukanlah aku dengan mereka ." Ya itu permohonanku . Sandrevano Pov End. Sherill Pov. setelah cukup lama bergulat dengan fikiranku, aku memutuskan untuk pulang/kembali ke kampung halamanku, negaraku di Jakarta hanya sampai liburan. At Bandara Soekarno Hatta. 09.15 Am Akhirnya setelah menempuh perjalanan 7 Jam dan kami sampai di Jakarta dengan selamat .Aku sengaja datang tanpa memberi kabar pada orang tuaku karena aku takut ia akan heboh dan itu membuatku sakit kepala . Hahaha aku rasa aku anak yang jahat datang tanpa memberi kabar pada keluargaku tapi sudahlah anggap ini kejutan untuk mereka.Aku dan ivan menaiki taksi .Dan tak lama kami sampai di depan kediaman keluargaku . Ya keluargaku . Supir taksi pun menurunkan barang kami dan setelah membayar, taksi pun pergi , akupun memencet bel dan tak lama kemudian pintu terbuka dan munculah sesosok wanita Tua yah aku mengingatnya dia adalah bibi Ratih pelayan setia keluarga kami , dan kulihat ia syok saat melihatku ada di depannya . " Apa kabar bi??? " Ucapku sambil tersenyum kearahnya. " Astaga , Nona Apa kabar????. " Ucapnya dengan tatapan tidak percaya. " Tentu saja baik, Bibi apa kabar ??? " Ucapku masih dengan tersenyum . Tak lama kudengar seseorang memanggil Bibi Ratih . " Bibi siapa Tamunya kenapa lama sekal........i , Oh astaga Sherill Ka...u ...k...au data...ng." Ucap Johan padaku dengan tampang terkejut .Aku menatapnya juga terbesit kerinduan di matanya ketika menatapku aku berhambur ke pelukan kakaku karena sudah lama tidak bertemu,ia pun balas memelukku dengan sangat erat. " Aku merindukanmu adik kecilku. " Ucapnya sambil terus memelukku. dan tak lama melepasnya ia menatap Ivan lalu memeluknya juga. " Ahhh ayo masuklah " Ucap Johan saat melepaskan pelukannya pada Ivan. Aku dan Ivan pun masuk kedalam dan kulihat dirumah juga cukup ramai .Tak lama pandanganku tertuju pada wanita yang sangat mirip dengan ku Ibuku aku merindukannya sangat karena ia jarang berkunjung ke rumahku di jepang karena ia harus mengurus beberapa kerjaannya yang berada di Jakarta. " Mom. " Ucapku saat berada di ruang makan .dankulihat semua orang yang berada di meja makanpun menatap ku dan Ivan" Oh astaga Sherill." Ucap Ibuku padaku dan kemudian menghampiriku sambil berkaca kaca lalu memelukku dengan erat. " Sherr akhirnya kamu pulang juga " Ucap Ayahku padaku .dengan tersenyum kemudian mendekatiku. " Mommy merindukanmu sayang. " Ucap Ibuku kemudian kembali memeluku erat sambil menangis . " Aku juga maafkan aku tak bisa menjenguk kalian disini. " Ucapku sambil terus memeluknya. " Oh Ivan sudah besar rupanya, hah bahkan kakek mu ini sudah lupa." Ucap Ayahku dengan menatapnya.Aku pun melepaskan pelukan Ibuku dan beralih merangkul putraku . " Astaga kau sangat tampan " Ucap Ayahku kemudian memeluk Ivan . " Ya kau benar ia sangat tampan " Ucap Ibuku yang kemudian bergantian memeluk Ivan. Dan kulihat Ivan tampak berkaca kaca , Aku mendekatinya lalu memeluknya dan membisikan sesuatu padanya. " Kau senang " Tanyaku padanya Dan kulihat ia hanya mengangguk dan terus memelukku .Rumah ini bahkan menjadi ramai saat berita kepulanganku , Dan Ayah akan mengadakan jamuan makan malam demi menyambut aku dan Ivan . Makan malam terasa ramai malam ini karena seluruh keluarga berkumpul disini . Aku melihat Dimas yang baru datang kemudian menghampiriku lalu memelukku . " Aku sangat merindukanmu Sherr " Ucapnya dan memelukku dengan erat. Aku hanya terdiam tanpa membalas pelukannya , terbesit kejahilanku dan ingin mengerjainya. Dan tak lama ia pun melepas pelukannya dan kemudian menatapku . " Apa kau tidak rindu padaku , Sherr Jawab kenapa diam." Ucapnya padaku . Aku masih diam menatapnya dan tak lama aku melihat wajahnya yang sudah berubah kesal . " Aku sangat merindukanmu teman kecil. " Ucapku padanya dengan tersenyum . " Kau mengerjaiku huh. " Ucapnya padaku . " Heheh sudah lama aku tidak mengerjaimu teman kecil." Ucapku dengan santai " Kau ini , ohhh dimana Keponakan tampanku itu ." Tannyanya padaku. Aku pun berpaling dan mulai mencari keberadaan putraku saat menemukannya ternyata ia sedang mengajak main adik sepupunya ya dia adalah Andrea Putri bungsu Johan yang berusia 3 thn. " Sayang. " Ucapku menghampirinya dan kulihat ia menatapku sambil tersenyum . " Ayo ikut Mommy." Ucapku padanya . " Kemana." Tanyanya padaku. " ikut saja Come on. " Ucapku kemudian menarik tangannya .Saat kulihat Dimas Si teman kecilku sedang mengobrol dengan Ibuku aku pun menghampiri mereka . " Sayang kau ingat dia " Ucapku bertanya pada putraku. Aku hanya melihatnya yang tampak berfikir dan kemudian mengeleng dengan wajah polosnya itu membuatku gemas. " Kau sangat menggemaskan Dear " Ucapku lalu mencubit hidungnya . Kulihat Ibuku dan Dimas hanya tertawa . " Apa kau tidak mengenalku Ivan???. " Ucap Dimas yang kemudian sudah berdiri di depan Ivan . " Tidak " Ucap Ivan , dengan menggaruk kepalanya. " Haish Kau ini , Aku dimas kau ingat " Ucapnya dengan mengelus kepala Ivan . " Ah uncle. " Ucap Ivan Putraku kemudian memeluk Dimas dengan erat.Ya karena dimas selalu berkunjung ke jepang ketika ia sedang free dari pekerjaannya dan ia jugalah yang menjadi sosok ayah untuk putraku seperti mengejaknya piknik dan lainnya. " Ah ternyata kau ingat juga padaku. " Ucap Dimas membalas pelukan Ivan Padanya. Aku hanya tersenyum melihat mereka. " Uncle ." panggilnya ke Dimas yang sudah melepaskan pelukannya. " Apa?. " Jawab Dimas dengan menatapnya. " Bisakah Uncle mengajaku jalan jalan " Ucap Ivan dengan menatap Dimas. " Kau Ingin jalan jalan. " Tanyanya pada Ivan Aku hanya diam melihat mereka. Dan kulihat Ivan hanya mengangguk dan tersenyum menatap Dimas , astaga kenapa putraku begitu tampan dan menggemaskan fikirku dengan tersenyum kearahnya. " Baiklah bagaimana kalau besok saja kebetulan Uncle tidak ada kesibukan " Jawab Dimas . " Benarkah , besok kita bisa pergi??? " tanya Ivan dengan mata berbinar. " Tentu , benarkan Sherr" Ucap Dimas yang kemudian menatapku. Aku hanya mengangguk kemudian tersenyum kepada putraku. " Mommy bolehkah???. " Tanyanya dan kemudian mendekatiku. " Tentu kenapa tidak ." Ucapku dan kemudian merangkulnya. Kulihat ia tersenyum. Aku sudah bersumpah bahwa apapun yang terjadi aku akan tetap membuat Putraku tersenyum dan tidak akan pernah membuatnya kembali sakit , apapun akan kulakukan demi kebahagiaan putra semata wayangku . Apapun meskipun harus mengorbankan diriku sendiri aku rela asal ia bahagia. Bahkan jika membunuh demi melindunginya dari orang yang akan menyakitinya aku akan lakukan . Aku bersumpah pada diriku untuk selalu ada untuknya karena aku ibunya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN