Jakarta At Morning 06:30
Sherill home.
" Van,Honey. " Panggil ku kepada putra ku .
" Cepat sayang kau bisa terlambat kau ingat hari ini adalah hari pertamamu masuk sekolah." Teriakku dari dapur.
Dan tak lama kemudian kulihat ia turun dengan pakaian yang sudah rapih .
" Ckkkkkkkk apa begini cara setiap Ibu membangunkan putranya ketika mau sekolah,lembutlah sedikit kupingku bahkan menjadi agak sedikit sakit mendengarnya." Ucapnya dengan sebal kemudian duduk di meja makan .
" Haish sudahlah hari ini tidak ada perdebatan okay." Ucapku dan kemudian duduk tepat di hadapannya
" Terserah." ucapnya dengan malas .
" Mom hari ini harus menungguku. " Ucapnya padaku .
" Ya baiklah hanya hari ini ok." Ucapku dengan menatapnya
Setelah selesai sarapan kami pun bergegas berangkat menuju sekolah baru putraku.
Oh ya setelah ķami berlibur ke Jakarta aku memutuskan untuk disini dan dan pulang pergi jakarta - jepang karena aku juga tak mungkin meninggalkan kantorku di sana
Karena permintaan orang tua ku dan Putraku lebih suka berada di sini dari pada di Negri Orang.
At. Jakarta high School.
Sampailah kami di sekolah tersebut dan kulihat semua murid dan guru pun bergegas pergi ke aula aku pun menuju ke sana .
" Mommy kenapa harus di aula ckkkkk??? ." Ucapnya padaku.
" Hei kenapa memangnya , apa di sini tidak enak. " Ucapku padanya .
" Bukan seperti itu , pasti disana sangat ramai Mom. " Ucapnya.
Aku hanya tersenyum menatapnya ia bahkan sama seperti ku tidak terlalu suka pada keramaian akupun lalu bergegas menariknya untuk masuk ke dalam aula karena hari ini adalah perkumpulan penerimaan siswa baru ya akurasa ada seperti kata sambutan fikirku .
" Ayo masuk. " Ucapku saat kami sudah sampai di pintu aula tersebut .
kulihat aula begitu ramai sampai aku dan Ivan susah untuk duduk .tapi untungnya masih terdapat bangku yang kosong dan itu ada di barisan depan ,ya baiklah dari pada tidak dapat sama sekali .
Aku pun memutuskan untuk duduk . Tapi aku heran apa acara ini sangat penting , penerimaan siswa baru saja kenapa semeriah ini fikirku.
Dan tak lama acara pun di mulai , kulihat yang pertama berbicara adalah wakil kepala sekolah , kemudian di susul oleh kepala sekolah yang mengumumkan bahwa hari ini juga sekolah kedatangan tamu penting yaitu seorang pembisnis ternama yang namanya sudah dikenal banyak orang yaitu pemilik sebuah perusahaan yang bergerak di bidang properti .
Yaitu seorang Ceo dari kantor BGA Property.
Aku merasa tidak asing dengan perusahaan tersebut .
Aku mencoba berfikir keras , dan taklama Kepala sekolah pun menyuruhnya untuk memberikan motifasi kepada murid yang berada di aula
Kulihat seorang pria yang naik keatas panggung dengan menggunakan pakaian casual hitam .
Saat sudah berdiri diatas baru aku sadar bahwa dia adalah Sandrevano mantan suamiku sekaligus Ayah dari Anakku.
" Astagaaaaaaaaaaaaa. " Ucapku dalam hati .
" Mom kau tak apa???." Ucap Ivan padaku karena aku tak sengaja mencengkram lengannya dengan sangat erat.
"Ya,mommy tak apa." aku hanya bisa menjawab seadanya karena aku terlalu syokkk.
Sherill Pov.
Sandrevano Pov.
Disinilah aku berdiri memberikan sambutan dan motivasi untuk menjadi seorang pengusaha sukses .jila kalian bertanya bahwa apakah ini saja yang kulakukan di sini maka jawabannya tentu saja tidak ,karena aku hadir hari ini juga untuk melihat putraku masuk Sma dan aku merasa senang. Aku melihat mereka duduk di barisan paling pertama dan menatapku tapi sherill tidak menatapku karena aku tau ia masih sangat membenciku terlihat sekali dari kilatan matanya ketika menatapku sekilas .Setelah selesai memberikan sambutan dan motivasi aku pun turun dan memilih mengambil tempat di samping putraku .
Kulihat mereka hanya diam .
" Van" Panggilku pada putraku.
Kulihat ia menengok ke arahku.
" ya. " Jawabnya agak ragu menurutku.
" Ini hari pertamamu masuk??? ." tanyaku padanya .
" Ya. " Ucapnya dan kemudian kembali menatap lurus kedepan .
Sedih seperti orang lain . Tapi aku senang walaupun terkesan kaku setidaknya dia masih mau sedikit merespon ku .
Sandrevano pov .
Sherill .
aku hanya diam sambil menatap ke depan tanpa menghiraukannya .
Jahat . Tapi apa perduliku .
Kulihat ia mencoba mengajak ngobrol Ivan .
Akhirnya selesai acara hari ini dan besok sudah bisa belajar seperti biasa .
Aku dan Ivan berjalan keluar aula setelah selesai acara, Dan kulihat ia juga mengikuti di belakang .
Tapi tak lama kudengar seseorang menegurnya.
" Pak Sandrevano." Panggil seseorang padanya.
" Ah Pak Brian." Jawabnya .
" Terimakasih karena telah bersedia meluangkan waktu anda untuk bisa datang dan memberi motivasi kepada siswa dan siswi baru di sekolah ini. " Ucap Seseorang padanya .
" Jangan berlebihan Justru saya yang merasa senang bisa di beri kepercayaan untuk memberi motivasi dan untuk bisa di berikan undangan jntuk hadir di sekolah ini. " Ucapnya .
" Terimakasih kalau begitu ." Ucapnya .
"Ya sama sama kalau begitu saya permisi. " Pamitnya .
" Ya hati hati di jalan ." Ucapnya.
Sherill Pov.
Sandrevano .
Saat keluar dari aula aku berjalan tepat di belakang mereka .
Tapi tak lama seseorang memanggil .
Saat selesai berbincang aku kembali melanjutkan langkahku untuk pergi menuju parkiran sekolah , dan kulihat mereka baru saja ingin masuk ke dalam mobil aku pun bergegas menghampiri .
" Sherr. " Panggilku padanya saat ia akan membuka pintu mobil dan tak lama ia pun menengok ke arahku
" ada apa?? ." Ucapnya sambil menengok ke arahku dengan datar padaku .
" Kalian sudah akan pulang??? ." Tanyaku padanya .
" Ya. " Ucapnya .
" Kita makan siang dulu. " Ajakku padanya.
Kulihat ia tampak berfikir kemudian menatapku .
" Maaf Aku harus kembali ke kantor. " Ucapnya .
" Ah seperti itu baiklah kalau begitu lain waktu saja, hati hati ." Ucapku dengan tatapan kecewa.
" Ya kalau begitu kami pergi. " Ucapnya yang kemudian masuk ke mobil .
Dan tak lama mobilnya pun bergerak menjauh dari sekolah .
Selalu penolakan yang kudapatkan , sakit itulah yang terkadang aku rasakan
Tapi aku selalu berfikir apa begini rasa sakit yang ia rasakan dulu saat aku mencampakannya , kalau memang benar iya . Maka biarlah aku merasakannya sekarang entah sampai kapan
Hanya Tuhan yang tau .
Pov End.
Sherill Pov .
Hidup itu sebuah pilihan .
Ketika kita menentukan pilihan yang tidak seharusnya maka hancurlah .
Tapi kalau kita menentukan dengan bijak maka akan berjalan lancar ,walaupun didalamnya terdapat lika liku tapi kita pasti bisa mengatasinya dengan suka maupun duka .Dan jangan pernah mendengarkan apa yang mereka bicarakan tentang kita .
Karena yang tau diri kita hanya kita sendiri bukan orang lain .Dan yang harus di ingat setiap permasalah itu pasti memiliki jalan keluar , Entah itu baik ataupun tidak .
Dan jangan pernah merasa kalau tuhan tidak adil karena memberi cobaan terus menerus pada kita .
Tapi berfikirlah positif bahwa tuhan memberikan cobaan sebab ia sayang terhadap kita .
Sherill Pov.
Ivan
" Mom " Panggilku padanya saat ia sibuk dengan berkas berkasnya.
" Emp " Ucapnya dengan gumaman tanpa melihat ke arahku .
“ Bolehkah aku bertanya??” Tanyanya padaku Kulihat ibuku menatapku .
“tanyakanlah??” ucapnya dengan tersenyum.
“siapa wanita yang bernama Winda dan apa hubungannya dengaan Mommy dan Ayah???.”tanyaku padanya.
Kulihat ia awalnya terkejut tapi lambat laun mulai merubah ekspresinya menjadi biasa.
sherill .
saat sampai di kantor aku kembali menggeluti pekerjaanku yang sempat tertunda dan aku melihat ivan sedang membaca bukunya dan duduk di sofa yang tak jauh dari meja kerjaku.
"Mommy."Panggilnya padaku
"emmp."Jawabku tanpa menoleh ke arahnyabkarena aku masih sibuk melihat design ku.
"Bolehkah aku bertanya??.Ucapnya lalu aku menatapnya. aku berfikir sejenak apa yang ingin di tanyakan sepertinya serius.
"tanyakanlah."Ucapku memandangnya dengan tersenyum.
“siapa wanita yang bernama Winda dan apa hubungannya dengaan Mommy dan Ayah???.”tanyanya padaku.
aku menatapnya. Lalu aku menghampirinya dan duduk di sampingnya.
"Honey."panggilku padanya.
ia menatapku.
"apapun yang terjadi jangan pernah membencinya, jika kau bertanya apa alasannya maka mommy akan menjawab karena ia adalah ayahmu masa lalu biarlah menjadi masa di mana tetap tersimpan tanpa harus di ungkit. Biarlah menjadi kenangan entah itu pahit ataupun manis karena setiap manusia memiliki kekurangan entah sedikit ataupun banyak kau mengerti, jadi jangan pernah pernah mengingat wanita bernama winda karena mommy pun tak begitu mengenalnya."Ucapku , aku harus berbohong lagi agar ia tak bertanya hal hal yang tak seharusnya ia tau. karena bagiku permasalahan ini cukup aku dan sandrevano yang tau putra kita tak perlu terlibat dalam masalah ini.
aku menatapnya yang terdiam sejanak lalu tersenyum menatapku
" Baiklah mommy pasti punya alasan tersendiri kenapa tak mau sampai aku tau inti permasalahannya ,tak apa yang terpenting mommy bahagia ." Ucapnya lalu memelukku. Ia bahkan seperti sosok Johan kakaku selalu melindungi dan aku mencintai putraku Ivan.