Tersenyum itulah yang aku lakukan saat melihat mereka berdua .istri dan anakku.☺☺☺☺☺☺☺☺
Aku selalu berfikir bagaimana mengembalikan mereka ke dalam hidupku tapi itu sangat mustahil bagiku kalau aku mengingat akan kesalahan ku terdahulu.
Tapi aku tak akan pernah menyerah dan aku akan selalu berusaha melindungi mencintai dan menyayangi mereka dengan segenap jiwa dan ragaku .
Aku Mencintai Kalian ..................
********
Sherill Pov.
At. Home
aku dan ivan sarapan bersama pada pagi ini.
" Mom antar aku tapi tidak usah menjemputku " Ucapnya menatapku.
" Kenapa Mommy tidak boleh menjemputmu ??." Ucapku menatap ke arahnya .
" Aku tau Mommy sibuk jadi karena aku anak yang sangat baik,aku akan mengalah dengan tidak meminta di jemput dan lebih memilih naik busway okay ." Ucapnya dengan menatapku.
" Kau yakin ???." Tanyaku padanya .
" Apa wajahku tidak meyakinkan ya. " Ucapnya .
" Ya begitulah. " Ucapku yang kemudian tertawa .
" Ckkkk Mulai lagi. " Ucapnya dengan mata malas .
" ok ok baiklah , tapi jika tidak ada bus yang lewat jangan menelfon Mommy dan merengek minta jemput ." ucapku padanya.
" Mommy fikir aku ini anak kecil ." Ucapnya dengan sinis .
" Memang." Ucapku yang membuatnya matanya mendelik kearahku dengan kesal.
" Baiklah ayo berangkat ." Ucapku kemudian bergegas.
At . Jakarta high School
" Baiklah kita sampai." Ucapku kemudian menengok ke arahnya.
" Mom ingat jangan menjemputku ok. " Ucapnya yang kemudian membuka pintu mobil.
" Baiklah hei tidak ada ucapan untuk Mommy. " Ucapku dengan memandang ke arahnya .
" Ah ya aku pergi ucapnya. " dan berusaha untuk keluar .
" Ckkkk apa seperti itu cara berpamitan yang benar hemp ." Ucapku dengan tampang kesal .
" Memangnya aku harus apa ." Ucapnya dengan tampang polosnya .
" Terserah ." Ucapku dengan tatapan sebal ke arahnya .
Dan tak lama kulihat ia tertawa dan kembali masuk ke dalam mobil .
" Ya baiklah aku hanya bergurau , Aku pergi ya Mommy ." Ucapnya yang kemudian mencium pipiku.
Aku hanya tersenyum .
" Baiklah hati hati dan jangan nakal sayang ." Ucapku .
Dan kulihat ia sudah menjauh dari mobilku sambil melambaikan tangan nya ke arahku
Sherill Pov End.
Sandrevano Pov .
Aku kembali bergelut dengan berkas berkas .
Bosan itulah yang ku rasakan sendiri dan selalu sendiri .
Aku ingin seperti orang yang bisa memperhatikan bagaimana Putraku dan perkembangannya . Dan bagaiman istriku .
Huhhhhhhhh hanya helaan nafas yang ku keluarkan saat memikirkan mereka dan terkadang membuatku sakit .
Dan tak lama kudengar suara ketukan pintu .
Masuklah seorang pria dialah selertarisku Frans.
" Ada apa." Ucapku yang sedang sibuk dengan berkasku.
" Ada telfon untukmu Direktur. " Ucapnya
" Dari siapa ." Ucapku .
" Dari Jakarta High School." Ucapnya.
" sambungkan padaku sekarang." Ucapku.
" Baik." Ucapnya .yang kemudian pergi dari ruanganku .Tidak biasanya fikirku tapi tunggu dulu bukankah itu sekolah ivan yang pada saat itu memintaku hadir disana.
" Hallo." Ucap seseorang di sebrang telfon saat aku mengangkatnya .
" Ya , Maaf ini dengan siapa." Ucapku .
" Apa ini direktur Sandrevano." Ucapnya .
" Ya benar." Ucapku .
" Maaf ini dengan Wali kelas Kevin apakah anda mengenalnya. " Tanyanya padaku .
" Ya aku mengenalnya dia keponakanku ada apa dengannya. " Tanyaku .
" Dia terlibat perkelahian dengan salah satu murid disini , bisakah anda datang ke sekolah sekarang ." Ucapnya .
" baiklah ." Ucapku .
Aku pun bergegas ,ada apa dengan anak itu kalian harus tau itu anak winda dan aku sudah mengangapnya sebagai keponakanku karena ayahnya tak bertanggung jawab terhadapnya tapi kalian jangan berfikir kami kembali bersama karena pada kenyataannya aku dan dia sangat tak bisa berkominikasi karena aku lebih memilih tak menanggapi nya.
Sandrevano Pov End .
Sherill Pov .
Pantas aku tidak tenang .
Saat mendapat kabar bahwa putraku terlibat perkelahian aku pun bergegas pergi menuju sekolah .
Saat tiba didepan kantor aku berpapasan dengan Satria Dan Darwin bawahanku yang sudah seperti sahabat terbaikku.
" Sherr , Mau kemana?. "Tanyanya padaku.
" ah aku harus ke sekolah ivan. " Ucapku yang kemudian bergegas .
" Kami ikut. " Ucapnya yang kemudian menyusulku dan masuk ke dalam mobil .
Pov.
Sandrevano.
Aku tiba di parkiran dan langsung bergegas menuju ruangan kepala sekolah , aku bergegas masuk ke ruangan yang terlihat ramai .
" Pak Sandrevano sudah datang ." Ucap kepala sekolah padaku .
" Ya ada apa ini. " Tanyaku padanya .
" Mas. " Panggil seseorang padaku .
Aku pun menoleh .Dan kulihat ternya dialah Winda ibu dari kevin .
" Kau disini ." Tanyaku padanya .
" Ya putraku terluka aku langsung datang ." Ucapnya .
" Ah begini Pak mereka telibat perkelahiaan hebat kami pun belum tau penyebabnya karena saksi sedang di panggil dan kami juga sedang menunggu orang tua dari anak itu. " Sambil menunjuk ke arah tersebut.
Saat aku menoleh aku hanya bisa diam membeku karena anak yang barusan di tunjuk oleh kepala sekolah tersebut adalah putraku Ivan .Kulihat wajahnya terdapat lebam dan kulihat ia hanya menunduk .
" Ivan ." Panggilku padanya .
Kulihat ia mengangkat kepalanya dan menatapku dengan datar.Aku pun berjalan mendekatinya .
" Anda mengenalnya Pak??? ." Tanya kepala sekolah padaku.Aku hanya diam tanpa menjawab karena pandanganku masih tertuju padanya .
Aku sampai tepat di depannya kemudian berjongkok di hadapannnya .
" Ada apa hemp??. " Tanyaku dengan lembut dan mengelus kepalanya .
" Apa yang terjadi , katakan pada Ayah kenapa kau bisa begini???. " Ucapku dengan lembut .
" anda mengenalnya??? " Tannya Kepala sekolah padaku kembali .
" Ya dia Putra ku . Putra kandungku. " Ucapku .Yang membuat mereka semua kaget . Tapi aku tidak perduli.
" Ini saksinya ." Ucap seseorang .
" Apakah benar kau saksi dari perkelahian ini. " Tanya kepala sekolah kepada murid yang baru datang tersebut.
" Aku lah yang menyebabkan perkelahian ini ." Ucapnya .
" Apa ." Ucap Kepala sekolah dengan pandangan tak mengerti.
" Kevin selalu menghinaku , dan tadi ia baru saja merusak sepedaku , Ivan justru tidak bersalah ia datang dan membelaku tapi kevin dan teman temannya malah memukuli Ivan sampai babak belur aku mencoba melerainya tapi mereka sangat brutal dan itu membuatku takut. " Ucapnya .
Aku yang mendengarnya merasa murka .
" Bohong , justru aku yang di pukuli " Ucap Kevin
Aku pun geram lalu menatapnya dengan tatapan dinginku.
" Kalau kau yang kena pukul kenapa kau tidak babak belur." Ucapku dengan dingin.
" Bisa saja Mas Putramu memukul di bagian yang tidak terlihat. " Ucap Winda membela putranya dan membuatku semakun murka jelas saja bagaimana aku tidak murka ivan terlalu parah lebamnya.
" Aku tidak memukulnya Ayah, aku berani bersumpah." Ucapnya dengan memegang tanganku . Dan apa yang ia katakan tadi ia memanggilku Ayah oh tuhan .
" Tenanglah Ayah percaya padamu ." Ucapku dengan mengelus kepalanya .
" Aku percaya pada putraku. " Sambil memegang tangannya erat .Dan tak lama kulihat seorang wanita dan dua pria menerobos masuk ke ruangan ini .
Pov.
Sherill Pov.
Saat sudah sampai di halaman sekolah aku pun turun dari mobil dan segera berlari menuju ruangan Kepala sekolah . Dan tak lupa di ikuti oleh satria dan Darwin .
Saat sampai tepat di depan ruangan sudah terlihat banyak orang aku pun menerobos masuk .
" Ivan. " Ucapku kemudian berlari menghampirinya.Kulihat ia menatapku .
" Ada dengan wajahmu ? siapa yang melakukannya bilang pada Mommy sayang." Ucapku tepat di depannya .
" Bagaimana bisa kau babak belur seperti ini hehhh. " Ucapku dengan frustasi menatapnya. Aku bahkan tidak sadar kalau tepat di sebelah kanan putraku ada Sandrevano yang sedang memegang erat tangan putraku/ putra kami.
" Tenanglah Bu." Ucap seseorang padaku .
Saat aku mengedarkan pandanganku disanalah aku menemukannya seorang wanita dan anaknya yang sekarang tengah tertunduk tidak berani menatapku .
Dialah Winda dan putranya .
" ada apa ini sebenarnya. " Tanyaku .
" Begini Bu Sherill , Putra Anda dan Putra dari Ibu Winda ini Terlibat perkelahian " Ucap Kepala Sekolah pada ku.
"Apa? Perkelahian ???." Ucapku memandang mereka semua dengan pandangan tak mengerti dan Dengan tidak meyakinkan.
" Ya. " Jawabnya .
" maaf sebelumnya aku sungguh tak mengerti ,bapak sebut dari sisi mana kalau ini adalah sebuah perkelahian??. " Tanyaku padanya .Aku lihat ia hanya diam termasuk semua orang yang ada di ruangan ini .aku membuang pandanganku ke arah lain dan kembali menatap mereka satu persatu.
" Bagaimana bisa semua ini di sebut perkelahian kalau yang babak belur hanya putraku seorang , Jangan fikir aku bodoh." Ucapku mulai emosi .
" Sherr. " panggil seseorang padaku .
Ya kulihat Darwin mendekatiku.
" Tenanglah , ingat ini sekolah ." Ucapnya . Mengelus pundakku lalu merangkulku.
" Aku tidak perduli,lalu menurutmu apa ,apa ini masuk logikamu bagaimana bisa mereka melibatkan satu orang dan lihat tatapan mereka seperti hanya putraku yang menjadi terdakwa disini dan kau suruh aku tenang sebagai ibunya begitu??. " Ucapku menatapnya sadis dan ia menatapku dengan wajah memelas aku tau ia tak ingin sampai aku ribut di sekolah ini .
" Tenang Ibu kami pun belum tau pasti apakah putramu memang bersalah atau tidak. " Ucap Kepala sekolah .
" Aku tidak bersalah Mom. " Ucap Ivan Putraku yang tiba tiba berdiri dari duduknya dan membuat kami semua menatap ke arahnya .Aku berjalan mendekatinya dan berdiri tepat di hadapannya , kulihat ia hannya menunduk takut .
" Mommy sudah bilang beberapa kali jangan membuat Mommy khawatir Honey. " Ucapku yang kemudian memeluknya .
" Maafkan aku. " Ucapnya dengan bergetar .
" Maafkan aku, aku terus merepoti Mommy. " Ucapnya lagi .
" Ya sudahlah tak apa nanti kita obati lukamu ya. " Ucapku dan terus mengelus punggungnya .
" Duduk diam di luar , tunggu Mommy mengerti , Mommy selesaikan masalah ini dulu setelah itu kita obati lukamu. " Ucapku dengan lembut lalu melepaskan pelukanku darinya.
" Emp." Jawabnya dengan anggukan .
" Satria tolong bawa Ivan keluar aku yang akan menyelesaikan ini." Ucapku pada satrua, dan kulihat ia mengajak ivan keluar dan meninggalkan aku dan yang lainnya.
" Baiklah. " Jawabnya yang kemudian pergi keluar bersama Ivan sedangkan darwin tetap bersamaku dan berdiri di sampingku.
Setelah kepergian mereka aku pun menatap kembali ke arah Kepala Sekolah .
" Lalu bagaimana sekarang???. " Tanyaku padanya .
" Ya untuk masalah ini memang Putra dari Ibu Sherill tidak bersalah tapi tetap kita akan mencari tau. " Ucap Kepala sekolah .
" Lalu." Ucapku padanya.
" Ya kami minta maaf karena lalai dalam mengawasi ." Ucapnya .
" Baiklah ." Ucapku yang kemudian menatap ke arah Putra dari Winda.
lalu menatap winda yang juga sedang menatap kepadaku entahlah apa yang dia fikirkan dan aku membuang oandanganku ke arah lain malas melihatnya.
"Baiklah aku minta selesaikan ini semua secara cepat , kalau tidak ada lagi aku mohon undur diri ."Ucapku lalu menarik darwin dari ruangan itu. darwin berjalan di sampingku sambil terus memegang tanganku aku tau ia khawatir padaku dan sangat terlihat dari raut cemasnya ketika menatapku .Dan tak lama ku lihat Sandrevano menyusulku .
" Sherr. " Panggilnya padaku .
" Ada apa. " Jawabku sambil menatap ke arahnya setelah aku memberhentikan langkahku dan darwin .
" Kita kerumah sakit , Bawa Ivan untuk di periksa ." Ucapnya padaku .
" Apa kau tau bagaimana sifat putramu , dia benci dengan rumah sakit." Ucapku.
" Tapi keadaanya sangat parah."Ucapnya aku menatapnya datar
" Temui dia dan bilang sendiri padanya dan bujuk dia bila perlu kalau tak dapat tatapan mengerikan yang dia berikan padamu ia bahkan takut rumah sakit kalau kau ingin tau." Ucapku lalu kembali berjalan untuk menemui ivan .
" Baiklah aku akan coba untuk membujuknya. " Ucapnya yang kemudian berjalan mengikutiku menuju ruang kesehatan .
Aku tau aku sangat payah menjadi seorang ayah bahkan tak bisa melindungi putranya sendiri tapi aku bersumpah mulai sekarang akan terus menjaga mereka istri dan anakku.