Hidup itu suatu pilihan
Dimana kita yang harus memilih ingin senang atau pun sedih , ingin bahagia ataupun kecewa .
Ingin menjadi yang lebih baik atau tidak sama sekali atau ingin mempunyai kedudukan tinggi tapi nyatanya apa yang kita inginkan belum tentu akan tercapai .
Atau bisa saja kita akan menjadi benalu atau parasit .Tapi satu hal yang harus selalu diingat bahwa setiap kehidupan yang manusia jalani tidak lebih dari campur tangan Tuhan .
Aku mencintai Ibu
Aku pun juga mencintai Ayah
Aku bangga dengan Ibu
Aku juga bangga dengan Ayah
Apa aku membenci Ayah ?????????
Tidak sama sekali.
Apa aku akan memaafkan Ayah ???
Ya !
Dan apa kah Ibu dan Ayah bisa bersatu kembali ??
I Dont Know................
Semoga bersatu
Itu lah harapanku.......
Aku mencintai kalian.
Harapan ???????????????? Semoga tidak sia sia karena setiap manusia boleh memiliki harapn bukan.
" Van kamu gak ingin pindah sekolah???. "
" Tidak Mom."
" why??????. "
" tidak apa apa ."
" Baiklah kalau itu keputusan mu ."
" Hemp ."
Maaf kan aku Mom, aku hanya tidak mau terus saja menjauh dari mereka............. Maaf........ Dan maaf.
..........
Mommy tau kau sedih, dan Mommy tau kau kecewa tapi Mommy tidak pernah bisa melakukan apa apa sayang....
Kau tau ketika rasanya di sakiti, di hianati dan di kecewakan rasanya sungguh sakit Ivan. Mommy pun tau bahwa kau sangat rindu kasih sayang seorang Ayah,
Tapi Ayahmu bahkan tidak pernah perduli bukan??????? mungkin sekarang ia peeduli tapi entah kenapa setiap melihatnya Mommy sangat membencinya.
Entahlah.. biarkan waktu berjalan dan aamapai Tuhan mengetuk hati ku untuk memaafkannya.
........
Sandrevano.
Apa kesalahan tidak pernah bisa di maafkan.
Apa kalian kecewa??????
Maaf.
Maaf.
Dan maaf
..................
" Mommy."Panggil Ivan padaku aku menatapnya.
" Apa sayang " jawabku masih terus menatapnya.
" tidak jadi. " ucapnya dengan kikuk
" hei ada apa?."Tanyaku lalu duduk di sampingnya
" Mom, apa kau bahagia???." Degggggggggggggggg. Itulah yang kurasakan saat putraku sendiri bertanya padaku.
" tentu saja Mommy sangat bahagia."ucapku
" Mommy tidak berbohong kan ??." tanyanya padaku dengan menatap lurus tepat di manik mataku.
" Tidak apa Mommy terlihat menutupi sesuatu hemp. " ucapkan meyakinkan bahwa aku bahagia walaupun hanya ada putraku di sampingku.
" aku harap Mommy tidak pernah menutupi masalah apapun dariku, aku sudah bukan anak kecil lagi Mom akupun mengerti karena aku sudah cukup mengerti dan memahami semua hal, Mommy membesarkanku dan mendidikku sampai aku dewasa, mengajarkanku tentang banyak hal termasuk hal yang baik dan hal yang buruk dan mana yang boleh aku lakukan dan mana yang tidak. Kau selalu bicara bahwa setiap langkahku dimana suatu saat aku merasa ragu aku hanya perlu mengikuti kata hatiku dan lakukan jika itu benar tapi kalau itu adalah jalan yang salah maka tinggalkan. Mommy ingat bahwa semua masalah pasti memiliki akhir kan entah itu bahagia ataupun tidak , tapi satu hal Mom aku tidak pernah membutuhkan apapun aku hanya butuh Mommy agar selalu di sampingku mendukungku, dan memberitahuku atau menghukumku jika aku melakukan hal yang salah dan tak seharusnya kulakukan sampai kelak tuhan yang mencabut nyawaku terlebih dahulu. " Ucapnya dengan berlindung airmata, dan tak terasa aku pun merasakan air mata yang telah terbendung jatuh, aku menghampirinya kemudian memeluknya dengan erat.
" Mommy mencintaimu. " Ucap ku dengan mencium kening nya dalam.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mendengar percakapan tersebut.
Dan ia adalah Sandrevano. yang tak sengaja mendengar semuanya pembicaraan ibu dan anak tersebut.
Pov.
Sandrevano.
Aku merasakan air mataku jatuh saat putra ku berbicara, sesakit itukah yang ia rasakan saat aku tidak pernah ada di sampingnya sampai ia tumbuh dewasa, ohhhhhhh Tuhan apakah aku adalah sosok Ayah yang tidak baik untuknya. Karena di saat mereka terpuruk aku tidak pernah ada di samping untuk membantunya bangkit............. Apakah aku pantas untuk di maafkan???????.
Aku pun memutuskan untuk meninggalkan kantornya ini dan pergi.
Aku pun memutuskan untuk kembali ke kantorku dan bekerja saat tiba di ruangan aku melihat seorang pria yang sedang duduk. Ya dia adalah Andreas sahabatku.
" oh Van, kau sudah tiba. "ucapnya dan aku hanya memandang nya sebentar dan kembali menuju meja kerjaku.
" hei ada apa ??? ." tanyanya padaku ya ia pasti melihat raut wajahku sekarang.
" apa aku boleh bertanya." tanya ku padanya dengan menatap nya.
" tentu saja." ucapnya.
" apa menurutmu aku Ayah yang buruk." kulihat ia menatapku.
" kau ada masalah???, tidak biasanya kau bertanya seperti itu apa ini semua ada hubungannya dengan Putra mu." tanyanya.
" Aku baru saja dari kantor Sherill, dan aku juga tidak sengaja mendengar percakapan mereka, kau tau aku tidak pernah menangis karena masalah sepele kan tapi tadi aku menangis , aku menangis karena Putra ku yang sedang menangis karena mencurahkan isi hatinya pada ibunya Aku memang ayah yang tidak berguna. " ucapKu tanpa dengan mata yang berkaca kaca.
Andreas hanya diam karena ia juga tidak bisa berbuat apa apa.
" Aku b******k kan setelah menyakiti, aku malah seenaknya ingin meminta mereka untuk kembali padaku." ucapku.
" ya kau brengsek."ucap Andreas yang menatapku ragu ragu lalu berdiri di hadapanku.
" sudah keduga kau pasti akan berbicara seperti itu."ucapku . malas menatapnya dan kulihat ia hanya mangangkat bahunya dengan acuh.
" Lalu bagaimana caranya aku harus meminta maaf dan menjelaskan semua nya pada sherill, dan bagaimana kalau ia tak percaya padaku??? ." tanya ku padanya.
" ckkkk kenapa kau jadi seperti abg labil ingat kau sudah punya satu putra yang beranjak dewasa, aku rasa seharusnya kau yang lebih tau maksudku ini masalahmu bukannya aku tidak mau bantu, aku ingin sekali membantumu tapi kau tau ini masalah berbeda karena ini menyangkut kau dan istrimu dan putramu terlibat akan permasalahan yang seharus nya tidak menjadi besar seperti ini." ucapnya Padaku.
" hemp ."Ucap ku.
" kalau begitu aku pamit, dan fikirkan itu baik baik San." Ucapnya kemudian pergi.
Haruskah................... Baiklah itu keputusan ku aku akan membuatnya memaafkanku kalau tidak sekaranv mungkin suatu hari nanti ia pasti akan memaafkanku
Pov.
Sherill Pov.
Hari ini Ivan dan aku sudah bersiap pagi pagi sekali karena akan di adakan seminar tepatnya di kantor ayah dari putra ku ini.
" Van."panggil ku pada putra ku.
" Ya."ucapnya yang sudah rapih dan kemudian duduk untuk sarapan.
" Sudah tampan rupanya. "ucapku dengan menatap nya.
" ckkkk Mommy. "ucapnya dengan kesal.
aku tertawa lalu,Kami memulai sarapan dengan diam.
" sudah selesai, Ayo berangkat. " ucapkan padanya.
" Ayo."jawabnya dan kami pun bergegas berangkat.
BGA Group.
Gedung yang menjulang tinggi tersebut telah di penuhi dengan orang orang penting yang datang membawa anaknya untuk mengikuti seminar. Aku pun sampai di sini dan mulai berjalan masuk ke aula dengan menggenggam tangan putra ku.
Saat masuk aku dapat melihat sudah banyak orang yang duduk,aku rasa ini hanya acara seminar bukan, fikirku akupun melihat Winda ada di barisan ketiga duduk dengan putranya. Aku juga melihat Mantan Kakak Iparku yaitu laurent dan mantan mertua ku sedang duduk di barisan paling depan. Kulihat mereka menoleh kearahku dan memanggil agar aku duduk disamping nya.
"Sherill."panggil mertua ku dan kemudian memeluk ku.
" Ibu." ucapku dan akupun juga memeluk Laurent
" Van. "panggil ibu Sandrevano pada Putraku. Dan kemudian Ia menghampiri lalu memeluk nya. Acaranya segera di mulai.
Sekaranglah saatnya kulihat Sandrevano berdiri untuk berbicara. Walaupun masih akan sarat kebencian terbenam tapi tak kupungkiri bahwa rasa cinta itu masih ada tersimpan di hatiku saat menatapnya. kalau kalian bertanya bagaimana sosoknya maka kukatakan ia adalah sosok yang sangat tampan.
POv.
Sandrevano.
Aku melihatnya menghampiri kakak dan Ibuku.Aku bahagia mereka mau datang kesini, karena ku tau mereka benci akan keramaina karena dulu ketika aku mengajak sherill untuk pergi ke acara acara kami melakukan perdebatan sepanjang jam dan bahkan sampai trmpat tujuan .Dan sekarang saatnya memberikan motivasi untuk mereka. Aku pun berdiri di atas untuk siap berbicara. Mataku menetapnya sebentar dan kulihat ia pun menatapku dan tak lama membuang pandangannya ke arah lain sebenci itukah fikirku.
POv.
Sherill.
Aku mendengarnya saat ia mulai berbicara.
" Selamat siang, dan terima kasih karena kalian semua bisa hadir disini. Aku berharap kalian bisa sukses seperti orang tua kalian dan bangga atas kerja keras kalian bukan dari hasil orang tua, kalian tau mungkin kalian berfikir aku adalah seorang yang patut di banggakan karena kesuksesan, tapi kalian salah justru aku orang yang paling tidak berguna, kalian tau kenapa. Karena sampai sekarang aku tidak pernah bisa merebut kembali hati istri dan anakku." Deggggggggg itulah yang aku rasakan saat ia bicara aku bahkan tak menyangka ia harus mengungkitnya di depan banyak pihak yang tak harus nya tau .
" Mungkin kalian hanya tau bahwa aku bercerai dan sekarang aku singgle tapi nyatanya aku meninggalkan istri dan anakku, tapi sekarang di sini aku akan membuka semuanya. karena kebodohan ku sendiri, aku bahkan melupakan putra ku sendiri dan lebih memilih jalan dengan wanita lain, aku merasa menjadi Ayah yang b******k bahkan saat ia lahir di dunia pun aku tidak ada, dan aku adalah suami paling hina karena disaat istriku mengandung aku tidak pernah ada di samping nya. Apa aku pantas dimaafkan aku rasa tidak kan. " Ucap Sandrevano dengan mata berkaca kaca. sunyi karena semua terpaku menatapnya aku merasakan ibu sandrevano mencengkram tanganku erat seolah menyalurkan kekuatannya untukku.
" Akhir akhir ini aku menjadi cengeng karena terus meratapi nasib ku, aku memang punya segalanya tapi tidak pernah ada cinta didalam nya. Aku memang pantas di benci di caci dan di maki aku bahkan pantas untuk di hina. Tapi satu hal yang harus mereka tau bahwa di hatiku hanya tertera nama mereka.... ivan dan Sherill istri dan anakku. " Ucapnya dan membuatku diam menatap nya
" Untuk Putra ku Ivan Ayah bangga padamu, kau tumbuh menjadi laki laki yang tampan dan cerdas sekaligus sopan, Maaf Selama ini Ayah tidak pernah bisa menjadi sosok Ayah yang baik untukmu Sayang,Ayah justru membuatmu kecewa maaf dan maaf Ayah tidak pernah ada di saat kau butuh,Tapi ayah berjanji akan selalu ada untukmu mulai sekarang di saat kau butuh datanglah pada Ayah, karena Ayah mencintai dan menyayangimu tulus." Ucapnya yang membuat Ivan mengeluarkan airmata. Dan akupun merangkulnya.
" dan untuk Sherill mantan istriku Maaf kan aku karena tidak bisa menjadi suami dan ayah yang baik untuk mu dan anak kita, maaf kan aku aku selalu menyakitimu. Aku tau kau kecewa aku juga tau kau merasakan sakit yang teramat dalam maaf kan aku, aku memang tidak pantas di maafkan tapi satu hal aku sangat menyesal atas semua yang terjadi pada rumah tangga kita." ucapnya.
aku masih terus menatapnya dan tanpa kusadari air mataku jatuh dengan sendirinya . Aku bahkan tak tau harus merespon seperti apa dan bagaimana karena kisah ini telah berakhir seperti kata Johan dulu jika tak bahagia berpisahlah dan maka dari itu aku memutuskan untuk berpisah dan pergi dari dunianya dan negara ini untuk melanjutkan hidupku dan masa depan yang akan kembali cerah, membawa putraku atau putra kita untukku besarkan seorang diri.