bc

VENTER

book_age16+
0
IKUTI
1K
BACA
revenge
time-travel
another world
like
intro-logo
Uraian

Terkadang menunggu waktu yang tepat adalah pilihan terbaik.

Bukan berarti karena lemah, tapi karena ingin melakukan yang terbaik.

-VENTER-

Temani Runa dalam usahanya mempertahankan kerajaannya, karena kehidupan kerajaannya bergantung padanya seorang.

chap-preview
Pratinjau gratis
SATU - MISI PENTING
Seorang wanita terlihat sedang berjongkok di antara puing-puing bangunan sambil memperhatikan sekeliling dan mempertajam pendengarannya. "Jangan kasih ampun! Aku akan segera ke sana! Lakukan sesuai rencana dan jangan sampai meleset!" ucap seorang pria yang sedang melayang di atas puing-puing bangunan. Pria itu sedang berbicara dengan sebuah layar yang muncul dari gelang yang ada di tangannya. Gelang itu terhubung dengan pusat komunikasi kerajaannya. Dilihat dari kecanggihan pakaiannya serta caranya berbicara, sepertinya pria itu seseorang yang mempunyai jabatan di kerajaan. Ia melihat sekeliling dengan penglihatannya yang tajam. Wanita itu menahan napas dan tidak bergerak sedikit pun. Ia berusaha agar tidak ketahuan. Beberapa detik kemudian pria itu pergi setelah yakin tidak melihat siapa pun di antara puing-puing. Wanita itu menghembuskan napas lega setelah pria itu pergi, tapi ia tidak langsung bergerak, wanita itu memilih untuk diam dan memastikan bahwa pria itu benar-benar pergi serta tidak kembali dalam waktu dekat. Setelah beberapa menit, wanita itu bergerak dengan cepat menuju sebuah tempat persembunyian. Tempat itu sebenarnya berada di bawah puing-puing bangunan tadi, ada sebuah pintu di antara puing-puing yang tersambung ke sana. Di dalamnya terdapat sebagian besar penduduk Falennor Kingdom yang sedang bersembunyi. "Putri Runa! Putri darimana saja? Tidak bisakah Putri tetap di sini saja? Kami akan mendapat hukuman dari Raja jika Putri sampai hilang," ucap salah satu penjaga kerajaan yang bertugas menjaga wanita tadi yang ternyata seorang Putri kerajaan. "Aku pergi ke tempat persembunyian di hutan. Mereka juga penduduk Falennor Kingdom, jadi aku mengecek keadaan mereka," ucap Runa dengan santai sambil menaruh beberapa buah yang dibawanya dari hutan tadi. "Putri bisa meminta penjaga lain untuk mengecek," ucap penjaga tadi memberi saran. "Merepotkan saja! Lagian aku bisa mengeceknya sendiri. Aku bosan di sini, apa sebaiknya aku pergi ke kerajaan membantu ayah?" ucap Runa sambil memakan sebuah apel dengan santai. Penjaga itu terdiam mendengar ucapan Runa. Putri Runa memang terkenal susah untuk dilarang. Ia melakukan hal yang dianggapnya benar dan melakukannya tanpa berpikir panjang. Brak! Pintu persembunyian dibuka dengan sangat keras. Salah satu pemimpin pasukan Falennor Kingdom masuk dengan memegang sebuah kertas. Semua orang menghentikan kegiatan yang mereka lakukan, lalu melihat orang yang baru saja masuk itu. Setelah menutup pintu, pemimpin pasukan itu berjalan mendekati Runa. "Bisakah kita bicara sekarang putri? Ada hal yang perlu kusampaikan dan ini rahasia," ucapnya sambil menghadap ke arah Runa. "Baiklah, Olyver. Kita bicara di sana," ucap Runa sambil menunjuk suatu sudut ruangan yang sepi. Olyver mengangguk dengan cepat lalu berjalan ke tempat yang ditunjuk Runa barusan. Runa menunggu Olyver berbicara sambil menatap Olyver dengan mata tajamnya yang berwarna ungu. Olyver tidak mengatakan apa-apa, ia malah menyerahkan kertas yang dipegangnya daritadi. Kertas itu sudah memiliki banyak lipatan, sepertinya Olyver menaruhnya di saku tapi karena beberapa hal akhirnya ia memilih untuk memegang kertas itu. Runa mengambil kertas itu dan membukanya. Ada banyak gambar dan garis yang beraturan di kertas itu. Semuanya tergambar dengan rapi dan sangat kecil. "Apa ini?" tanya Runa setelah melihat kertas itu. Walaupun sudah memperhatikannya dengan baik, Runa tidak bisa mengartikan apa isi kertas itu. "Itu adalah letak dimensi. Kebanyakan dimensi tidak memiliki letak pasti, tapi ada juga yang tetap diam di tempat. Dimensi yang bergerak pun sebagian besar memiliki alur pergerakan dan waktunya sendiri-sendiri. Raja yang menggambarnya," jelas Olyver sambil menunjuk beberapa gambar dan garis. Runa memperhatikan kertas itu lagi dan mulai memahami isinya. "Jika waktu pergerakannya cepat, raja menggambarnya dengan garis panjang. Jika tidak secepat itu, raja menggambarnya dengan garis putus-putus. Semakin lambat pergerakannya, maka semakin kecil garis putus-putusnya. Waktu pergerakan sama dengan waktu yang ada di dimensi itu," jelas Olyver lagi. Olyver berusaha menjelaskannya dengan lambat dan rinci agar Runa bisa langsung memahaminya. "Lalu?" tanya Runa setelah mengerti gambar yang ada di kertas itu. Olyver menghembuskan napasnya dengan kasar sambil melihat ke bawah. Setelah beberapa detik, Olyver melihat ke arah Runa lagi. "Raja meminta Putri Runa untuk menggunakan sihir Frosset dan pergi ke dimensi lain untuk mencari bantuan," ucap Olyver dengan suara yang amat kecil tapi tetap bisa di dengar Runa. Runa terkejut mendengar ucapan Olyver. "Sihir Frosset hanya dikuasai oleh satu orang setiap seribu tahun sekali. Apakah ayah tidak salah bicara?" tanya Runa dengan nada kecil tapi tetap menekankan kata-katanya. Ia berhati-hati agar tidak ada penduduk yang mendengar. Olyver menggeleng setelah mendengar pertanyaan Runa. "Raja sudah mengeceknya dengan beberapa sihir khusus dan hasilnya putri Runa memiliki sihir itu. Putri tahu sendiri bahwa hasil perkiraan raja tak pernah meleset bukan?" ucap Olyver dengan hati-hati. Runa menatap Olyver dengan penuh tanda tanya. Runa masih kaget dengan informasi yang diterimanya barusan. Ia memang tau bahwa ayahnya tak pernah meleset dalam menggunakan sihir dan selalu bisa memperkirakan segala hal dengan baik, tapi hal itu terlalu mengejutkan untuknya. "Putri harus melakukan sihir Frosset dan pergi ke dimensi lain satu jam lagi. Tidak ada latihan dan tidak ada kegagalan, itulah pesan raja," ucap Olyver dengan tegas tapi tetap dengan suara kecil. Runa hanya bisa terdiam. Belum selesai ia terkejut, sekarang ia harus menggunakan sihir yang bahkan ia tidak tau cara menggunakannya. Jika hanya di perintahkan untuk pergi ke dimensi lain, Runa bisa melakukannya asalkan ia tau letak dimensi tujuannya, tapi ia harus menggunakan sihir langka tanpa latihan dan tidak boleh gagal? Bukankah itu gila! "Tapi, bagaimana caranya?" tanya Runa sambil melihat Olyver sambil berharap mendapatkan jawaban yang memuaskan. Olyver menggeleng pelan. "Saya tidak tahu putri, raja hanya berpesan untuk menggunakan perasaan dan dengarkan alam sekitar," ucap Olyver sambil mengingat-ingat kembali perkataan raja. Runa pusing memikirkan apa yang harus dilakukannya. Selamat satu jam, ia berpikir cara melakukan sihir itu. Runa sering membaca buku tentang sihir Frosset. Baginya sihir itu sangat indah dan ia ingin melihat seseorang melakukan sihir itu, tapi Runa tidak pernah berpikir bahwa ia yang akan memiliki sihir itu. Sambil berpikir, terkadang Runa mengajak Olyver berbicara. "Bagaimana dengan ayah dan pasukan kerajaan?" tanya Runa sambil duduk di bawah dan melihat penduduknya yang sedang melakukan kegiatan seperti biasa. "Raja dan pasukan akan tetap di sini. Entah bersembunyi ataupun bertahan. Raja tidak akan membiarkan kerajaannya benar-benar diambil. Sedangkan ratu tidak mau meninggalkan raja. Putri hanya perlu melakukan sihir itu untuk semua penduduk," ucap Olyver menjelaskan apa yang diketahuinya. Runa kembali kaget dengan ucapan Olyver dan ingin menampar mulutnya, tapi itu tidak sopan. Walaupun jabatan Olyver di bawah Runa tapi usianya sudah lebih tua daripada Runa. Runa memarahi Olyver dengan tatapan mata tajam dan ekspresi wajah kesal. Bisa-bisanya Olyver menambahkan kata 'hanya perlu' saat mengatakan bahwa Runa harus melakukan sihir Frosset untuk semua penduduk, ucap Runa dalam hati.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Rise from the Darkness

read
9.9K
bc

Kali kedua

read
219.9K
bc

TERNODA

read
200.5K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
42.5K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
191.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.3K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
19.8K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook