Menurut waktu di dimensi Swyndell Runa sampai pada pagi hari dan Runa diajak berkeliling sampai siang. Lalu sekarang, Anna dan Rey sedang ada kelas sore. Sedangkan Runa harus pergi ke tempat tes sendiri.
Anna dan Rey sudah memberitahu letaknya, tapi Runa memilih untuk berputar-putar terlebih dahulu. Runa mempunyai pemahaman yang bagus jika sudah berkaitan dengan lokasi atau denah.
Ia bisa dengan cepat menghafal denah. Walau terkadang ia tiba-tiba tidak bisa melakukannya karena tidak konsentrasi atau tidak yakin bahwa ia bisa menghafalnya.
Runa sampai di tempat tes tepat sebelum tes dimulai. Saat Runa mengetuk pintu dan membukanya, terlihat lima orang dengan seragam Green Academy.
Sepertinya kelima orang itu adalah anak-anak yang rajin atau yang aktif di Green Academy sehingga mereka diperbolehkan melakukan tes pada anak baru. Selain itu, pembawaan mereka memang bagus. Tampang berwibawa dan keren.
Runa hanya terdiam saat masuk. Ia memperhatikan kelima orang itu dan tidak tahu harus melakukan apa. Tiba-tiba kelima orang itu membungkuk sebentar untuk memberi hormat. Lalu Runa juga ikut membungkuk.
Seketika Runa sadar bahwa seharusnya ia membungkuk saat masuk tadi, sebagai bukti bahwa Runa menghormati mereka. Sayangnya Runa lupa akan hal itu, karena biasanya Runa tidak membungkuk pada orang lain.
Setelah itu suasana hening. Tidak ada yang berbicara. Kelima senior itu sepertinya bingung karena mereka harus melakukan tes pada anak yang tidak mengerti apa-apa.
Biasanya para calon murid sudah tau harus berbuat apa sejak masuk. Walaupun kadang ada yang lupa susunannya, tapi tidak ada satu pun yang lupa untuk membungkuk.
Runa benar-benar tidak tau harus berbuat apa. Di Falennor Kingdom juga ada academy. Tapi, Runa masuk dengan jalur khusus sehingga tidak perlu melakukan tes.
Runa hanya perlu mengikuti pelajaran, hal lainnya sudah diatur. Ia hanya menunggu hasilnya saja, tanpa harus repot-repot memikirkan hal lainnya. Semua terasa sangat mulus.
"Perkenalkan dirimu," ucap senior yang mempunyai rambut berwarna kuning dan hijau. Namanya adalah Reita. Ternyata jika diperhatikan lebih jelas, tiap senior memakai name tag.
"Perkenalkan nama saya Selxi," ucap Runa sambil tersenyum. Setelah itu keadaan kembali hening. Ekspresi wajah para senior menunjukkan keputusasaan, sedangkan Runa hanya tersenyum dengan polos tanpa tahu apa-apa.
Runa seperti orang yang baru saja mengenal academy dan asal mencoba tanpa tau apa-apa. Satu kata untuk Runa yang pasti diberikan kelima senior itu setelah melihat sikap Runa adalah 'nekat'.
"Apa sihir yang kamu bisa?" tanya senior lain yang bernama Varen. Runa menggeleng untuk menjawab pertanyaan Varen. Sebenarnya banyak sihir yang dikuasai Runa, tapi Runa tidak mau menyebutkannya.
Dimensi yang berdekatan dan masih dalam satu kawasan biasanya memiliki sebutan yang sama untuk jenis sihir yang dipelajari. Sedangkan Runa mengaku pada Anna dan Rey bahwa dia berasal dari dimensi yang sangat jauh.
Wajah kelima senior itu yang sebelumnya terlihat berwibawa dan keren, sekarang menjadi datar. Wajah mereka seperti mengisyaratkan pada Runa bahwa ia tidak memiliki kesempatan.
Walaupun begitu, kelima senior itu harus tetap melaksanakan tugas. Mereka berlima menutup mata secara bersamaan. Beberapa detik kemudian mereka kembali membuka mata secara bersamaan dan bola mata mereka memancarkan sinar hijau yang terang.
Salah satu senior yang berdiri di paling kanan mengangkat tangannya dan menghitung dengan jarinya.
Tiga. Dua. Satu.
Reita tiba-tiba menyerang dengan api hijau. Api itu berbentuk lingkaran dan berada di sekitar Runa.
Setelah itu, Aeryn menyerang dengan sihir petir hijau yang dipadukan dengan api tadi. Runa membuat sebuah perisai berwarna hijau transparan yang berada di sekitar tubuhnya.
Biasanya Runa membuat sihir dengan warna ungu atau pink, tapi kali ini Runa berusaha menyesuaikan warna sihirnya dengan academy ini.
Tiap warna memiliki kekuatan yang berbeda. Ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tiap warna juga bisa menjadi sangat kuat, tergantung si pemakai sihir itu.
Setelah itu, Elisya membuat ratusan panah berwarna hijau dan menyerang ke arah Runa. Para senior itu bahkan tidak melihat Runa, tapi mereka terus menyerang.
Mereka gila! Padahal mereka tak bisa melihatku karena api ini, tapi mereka terus menyerang. Pantas saja Anna dan Rey bilang seperti itu.
Anna dan Rey memberitahu Runa bahwa setiap kali seseorang masuk tempat tes, akan ada sihir yang menyelimuti badan mereka. Sihir itu akan bekerja ketika sudah keluar dari ruangan.
Kerjanya adalah untuk pemulihan badan dari segala serangan yang didapat saat tes, tapi jika terlalu parah, ada yang sampai meninggal di tempat karena tidak kuat menahan rasa sakit atau memang badannya sudah tidak mampu memulihkan diri.
Sihir itu bekerja dengan cara memperkuat daya tahan tubuh dan metabolisme. Jadi semua itu kembali ke tubuh masing-masing.
Tanpa membuat surat keterangan, semua orang yang mengikuti tes academy pasti tahu dan menyetujui hal itu. Tidak ada yang bisa protes akan hal itu, karena sudah masuk ke dalam peraturan kerajaan. Yang artinya hal itu sah di beberapa dimensi yang menggunakan sistem ini.
Sistem ini bertujuan agar setiap orang yang akan mengikuti tes academy tidak menganggapnya remeh dan bersedia menanggung risiko dari apapun yang diperbuatnya.
Banyak peminat academy, terutama academy ternama. Jika kerjaannya hanya meladeni anak yang main-main saja, waktu tes akan habis dan anak yang sungguh-sungguh malah akan tersingkir.
Mereka sangat bersemangat, tapi ternyata tidak terlalu kuat.
Runa memperhatikan cara p*********n mereka. Mereka menyerang Runa dengan bertubi-tubi, tapi serangan mereka tidak terlalu kuat. Entah mereka sengaja atau memang kekuatan mereka selemah itu.
Beberapa menit kemudian serangan berhenti. Asap hasil serangan para senior mulai menghilang. Runa juga sudah menghilangkan sihirnya.
Ketika semua asap sudah hilang. Terlihat dengan jelas Runa yang masih berdiri dengan santainya. Tidak ada tanda-tanda bahwa Runa sudah diserang secara bertubi-tubi.
Wajah para senior masih datar, walaupun mereka sebenarnya terkejut. Orang yang mengaku tidak bisa menggunakan sihir, bisa menahan berbagai serangan, bukankah itu menarik?
"Baiklah, mari kita selesaikan dengan serius," ucap Varen dengan tatapan tajam.
Setajam apapun tatapan Varen, Runa tidak akan takut atau merasa terintimidasi karena tatapannya bisa lebih tajam dan mengintimidasi dari siapapun.