Brenda mengeluarkan sihir api berwarna hijau yang lebih besar dari sebelumnya. Sedangkan Reita membuat sihir angin yang membuat sihir Brenda menjadi lebih besar dan kuat.
Varen membuat banyak anak panah yang siap untuk di lepaskan. Semua anak panah itu ditambahkan dengan api yang dibuat Brenda.
Aeryn membuat pedang yang ditambahkan dengan listrik. Sedangkan Elisya membuat angin p****g beliung yang berisi banyak pasir agar pandangan menjadi kabur.
Mereka berlima menyerang Runa secara bersamaan.
Selagi mereka bersiap menyerang, Runa bergumam sendiri, "Memang udah gila ya. Ini sih bukan tes masuk, cuma berkamuflase dengan nama tes masuk doang."
Runa menutup matanya untuk menghindari debu dan pasir yang dibuat Elisya. Beberapa detik kemudian Runa membuka matanya lagi. Bola matanya sudah tidak berwarna ungu, tapi lagi-lagi berubah menjadi warna pink.
Matanya tidak kemasukan debu atau pasir sama sekali, seperti sudah kebal akan apapun. Tidak hanya itu, tatapan matanya menjadi sangat tajam. Seperti bisa melihat apapun walaupun jaraknya sangat jauh atau bentuknya kecil.
Tepat saat Runa membuka matanya lagi, Aeryn sudah berada tepat di depan Runa untuk menebas tangan Runa.
Runa membuat sebuah pedang berwarna hijau dalam sekejap dan menerima serangan pedang Aeryn. Kedua pedang beradu dengan hebat dan menimbulkan banyak suara. Perpindahan mereka juga sangat cepat. Aeryn menyerang dengan seluruh tenaganya sedangkan Runa menerima dengan santai.
Di saat yang sama, Varen menembakkan panah-panahnya sekaligus ke arah Runa. Runa yang melihat panah yang ditembakkan itu, dengan cepat mengubah posisinya dengan Aeryn.
Sayangnya, panah itu bukan panah biasa. Jika sasarannya sudah ditentukan, panah itu akan membidik sasaran tanpa meleset. Runa menghembuskan napas dengan kasar melihat panah yang terus mengarah ke arahnya itu.
Runa menambah pedang yang dipegangnya. Sekarang Runa memegang sebuah pedang di tiap tangannya. Tangan kanan Runa masih menanggapi serangan Aeryn sedangkan tangan kirinya menepis panah-panah yang ditembakkan Varen.
Reita dan Brenda memperbesar api dengan udara untuk mengurung Runa sehingga Aeryn bisa memojokkan Runa. Sedangkan Elisya membuat angin p****g beliung yang lebih besar dan mengarahnya ke arah Runa.
Runa yang melihat serangan beruntun itu langsung menepis serangan pedang Aeryn dan melompat ke atas. Runa mengeluarkan sihir air dengan skala besar sehingga semua api mati dalam satu serangan.
Sedangkan angin p****g beliung yang dibuat Elisya di kacaukan Runa. Runa membuat p****g beliung itu tidak bisa dikendalikan dan bisa menyerang para senior.
Saat Runa melakukan semua itu, Aeryn melompat ke belakang Runa dan bersiap untuk menyerang. Runa menepis serangan Aeryn dengan pedang sebelah kanannya dan menyerang tangan Aeryn dengan pedang yang berada di tangan kirinya.
Setelah itu, tidak ada lagi yang menyerang Runa.
Runa kembali berdiri di depan kelima senior itu. Bola matanya sudah kembali berubah menjadi ungu. Aeryn sudah keluar ruangan untuk menyembuhkan tangannya. Reita, Varen, Brenda dan Elisya tersenyum kecil sambil melihat ke arah Runa.
"Kau diterima! Jarang-jarang ada anak baru yang bisa menebas tangan senior dan apa maksudmu dengan menggeleng saat ditanya tentang sihir?" tanya Reita yang sebenarnya sedikit tersinggung.
Runa hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Reita.
Setelah itu, para senior menjelaskan beberapa hal dan informasi tentang turnamen tahunan Green Academy yang akan diadakan dua hari lagi.
Para senior menyebutkan berkali-kali bahwa seharusnya Runa datang lebih cepat untuk mendaftar karena Runa hanya sempat mengikuti pelajaran sekali yaitu besok.
Para senior menganggap bahwa Runa memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk menang karena Runa tidak mendapat pelajaran yang cukup. Sedangkan Runa hanya mengangguk-angguk saja sambil tersenyum kecil.
Memangnya siapa yang baru saja hampir kalah dan siapa yang malah mengklaim bahwa kemungkinan menangku sangat kecil?
Runa sebenarnya agak bosan dengan ucapan basa-basi para senior yang sok hebat itu.
Setelah selesai, Runa langsung ke kelas Anna. Ternyata Runa melakukan tes hanya satu jam. Sedangkan pelajaran Anna berlangsung selama dua jam.
Runa akhirnya memilih untuk mencoba jalur lain untuk ke kelas Anna. Mungkin saja ada sesuatu baru yang ia dapatkan saat melewati jalan lain.
Menurut Runa, Green Academy mempunyai model yang bagus. Semuanya sangat tertata dan rapi. Mereka memainkan warna hijau dengan sangat baik. Walaupun pada dasarnya semua itu adalah warna hijau, tapi perpaduannya sangat baik. Ada hijau tosca, hijau daun dan banyak lagi.
Hanya saja, jika terlalu lama berada di academy mungkin akan bosan dengan warna hijau. Karena semuanya serba hijau. Berkebalikan dengan kata-kata para senior tadi, Runa malah bersyukur ia datang saat hendak turnamen.
Jika terlalu lama di sini, pasti ia akan muak dengan warna hijau bahkan membencinya. Terlebih Green Academy memiliki banyak taman yang tentu saja warna yang dominan adalah warna hijau.
Oh iya, Runa sudah memakai seragam Green Academy. Tepat setelah tes, para senior memberikannya para Runa. Mengenai ukuran, mereka mempunyai banyak stok dengan berbagai ukuran jadi tinggal ambil saja. Walaupun begitu, warna rambut dan bola mata Runa tetap menjadi perhatian.
Sebenarnya ada banyak anak yang memiliki bola mata berwarna gelap di sini, tapi hampir tidak ada yang memiliki bola mata berwarna ungu. Selain itu, warna rambut Runa yang sangat terang juga membuat orang-orang di sekitarnya penasaran dan menoleh ke arah Runa tanpa sadar.
Runa berjalan tanpa merasa terganggu dengan pandangan orang-orang. Baginya itu adalah hal yang normal Setiap hari ia pasti menjadi sorotan, baik di istana maupun di pemukiman warga.
Karena Runa mengambil jalur yang lebih panjang untuk ke kelas Anna. Tepat saat Runa sampai di depan kelas, Anna keluar kelas.
Setelah itu, Anna banyak bertanya tentang tes yang Runa lakukan dan siapa yang memberikan Runa tes. Ternyata, kelima orang yang tadi ditemui Runa adalah lima senior yang sangat dibanggakan Green Academy dan merupakan siswa/i terkuat.
Tapi seharusnya mereka berenam. Yang keenam adalah Dean, dia merupakan leader dari kelima orang itu.
Banyak yang bilang bahwa Dean jauh lebih kuat daripada lima orang lainnya. Sayangnya, ia jarang turun tangan dan lebih banyak mengurus hal-hal berbau organisasi dan dokumen. Walaupun begitu, fansnya tak tertandingi banyaknya.
Runa juga mendapat informasi tambahan. Sebenarnya, para senior itu tidak benar-benar serius. Serius yang mereka maksud hanyalah setengah dari kekuatan mereka.
Anna sengaja tidak memberitahukan Runa sebelum tes, karena akan jadi tidak asik jika Runa mengetahuinya lebih dulu.
Serius yang para senior maksud adalah setengah dari kekuatan mereka. Itu adalah salah satu peraturan yang dibuat terkait tes masuk academy. Peraturan itu dibuat karena dulu banyak calon siswa yang sekarat atau meninggal karena tes itu.
Terlebih, biasanya para senior tidak mengenakan pelindung yang kuat saat sedang melakukan tes. Kebanyakan academy hanya mencari calon murid yang setidaknya bisa bertahan sampai akhir. Yang artinya, sebagian besar calon murid biasanya tidak pernah menyerang balik.
Makanya, Aeryn bisa terluka. Penyebabnya adalah karena ia tidak mengira bahwa ada calon murid yang bisa melakukan itu.Setelah mendengar hal itu, Runa menjadi penasaran dengan kekuatan sebenarnya dari kelima orang itu.
Juga kekuatan tentang Dean.