ENAM - URUTAN SEMENTARA

1303 Kata
Sesuai kesepakatan sebelumnya, Runa ditempatkan di kamar asrama yang sama dengan Anna. Sebenarnya di dalam satu kamar terdapat 4 orang dan kamar asrama Anna sudah terisi penuh sebelumnya, tapi salah satu teman sekamar Anna baru saja keluar Green Academy karena beberapa alasan. Sehingga ada satu tempat kosong di kamar Anna. Runa beradaptasi dengan cepat di asrama dan berkenalan dengan teman sekamarnya, yaitu Naomi dan Aida. Topik pertama yang mereka bahas setelah berkenalan adalah tes. Naomi dan Aida sangat penasaran dengan tes Runa. Awalnya Runa menolak untuk menceritakannya karena ia sendiri bingung harus mulai bercerita darimana, tapi teman-temannya terus menerus mendesak Runa agar segera menceritakan pengalamannya saat tes tadi. Sedikit informasi, sebenarnya Green Academy hampir setiap saat membuka pendaftaran dan tes. Biasanya pendaftaran akan sangat ramai saat waktu-waktu kelulusan. Sedangkan di waktu lainnya, jarang ada yang mendaftar. Selain itu, di Green Academy ada batasan jumlah anak dan terkadang kuotanya sudah penuh. Hanya saja, banyak anak yang menyerah di tengah-tengah karena tidak kuat dengan peraturan di Green Academy atau memang di keluarkan dari academy, itulah kenapa Runa bisa langsung mendaftar dan mengikuti tes masuk. Biasanya tidak terlalu lama academy bisa mempertahankan jumlah muridnya, karena bagi mereka, lebih penting mempertahankan kualitas muridnya dibandingkan kuantitasnya. Anna, Naomi, Aida dan Rey mengatakan bahwa pemandangan orang-orang yang terluka parah bahkan sekarat saat turnamen ataupun praktek adalah hal biasa. Selain itu, mereka juga mengatakan bahwa praktek diadakan tiap bulan dan Runa harus siap kapanpun jadwal baru diberikan. Terkadang jadwal praktek akan diberikan beberapa minggu sebelumnya, tapi lebih sering diumumkan beberapa hari sebelumnya. Runa juga sempat melihat buku catatan Anna, Aida dan Naomi mengenai pelajaran-pelajaran yang sudah disampaikan. Ternyata mereka masih berada di kelas awal dan sebentar lagi akan naik ke kelas pertengahan. Sebenarnya tidak ada catatan wajib di academy. Catatan-catatan yang dibuat hanyalah catatan pribadi. Semua sihir yang sudah dipelajari Anna, Naomi dan Aida sudah dikuasai Runa, tapi Runa hanya diam saja. Setelah berbicara cukup lama, mereka berempat tidur karena besok masih ada kelas. Runa mengambil semua kelas yang ada. Sehingga besok jadwalnya penuh. Bukan serakah, tapi Runa ingin segera menyelesaikan misinya dan jika ia ingin ada kemajuan besar di dalam misinya, harus ada tindakan besar juga yang diambilnya. *** Keesokan harinya Runa bangun paling pagi, karena hanya Runa yang memiliki kelas pagi. Runa bangun dan bersiap-siap. Semua pakaian sudah disediakan dari academy sehingga ia tidak perlu bingung. Setelah selesai Runa langsung keluar kamar dan pergi menuju kelas. Letak asrama dan kelas 1 sangat dekat. Bangunannya berseberangan. Selain itu, sebenarnya asrama berada di tengah academy sehingga jaraknya dengan bangunan lainnya pun cukup dekat. Kelas berjalan dengan normal. Pelajarannya membosankan bagi Runa karena ia sudah menguasainya. Walaupun begitu, Runa bertindak seolah-olah dia belum terlalu mengerti. Runa mendapat banyak teman di kelasnya dan lagi-lagi banyak yang membicarakan keenam senior itu. Banyak juga yang menanyakan tentang tes masuk Runa. Sepertinya topik pembicaraan terkait tes masuk mempunyai daya tarik yang sangat besar, sampai-sampai semua orang yang bertemu anak baru selalu menanyakan tentang tes awal. Runa sampai bosan menceritakan tesnya, karena ia harus mengulang kata-kata yang sama untuk kesekian kalinya. "Bagaimana tes masuknya?" "Ugh! Itu sangat memuakkan!" batin Runa setiap kali mendapat pertanyaan serupa. Singkat cerita, tidak ada yang mengesankan di academy ini. Membosankan sekali. Lebih maju academy di Falennor Kingdom. Runa jadi merindukan kerajaannya itu. *** Malam harinya Runa, Anna, Naomi, Aida dan Rey pergi ke aula utama. Aula utama adalah tempat turnamen maupun praktek biasanya dilakukan. Bangunan aula utama sangat besar dan canggih, walaupun belum secanggih aula di Falennor Kingdom. Sehari sebelum praktek ataupun turnamen, anak-anak Green Academy pasti ke aula utama untuk mengecek persyaratan, peraturan serta academy mana saja yang mengikuti turnamen kali ini. Turnamen dan praktek sama-sama berbentuk pertarungan, yang membuatnya beda adalah lawannya. Jika selama praktek lawannya adalah anak-anak dari Green Academy saja, saat turnamen akan ada academy lain yang berpartisipasi. Biasanya yang mengikuti turnamen adalah academy dengan tingkatan yang sama sehingga seharusnya pertarungannya tidak jauh berbeda dibandingkan saat praktek. Turnamen dibuka secara besar-besaran dan melibatkan akademi serta dimensi lain. Sebenarnya tidak sembarang orang bisa berpindah dimensi. Banyak aturan dan persyaratan yang harus di lewati, kebanyakan orang yang bisa berpergian antar dimensi hanyalah anggota kerajaan karena syaratnya terlalu banyak untuk dipenuhi. Hanya saja, turnamen ini sudah lama dilakukan dan sudah disetujui oleh berbagai dimensi sehingga aturan dan persyaratan perpindahan dimensi saat turnamen akan sedikit dilonggarkan. "Dimana?" tanya Runa sambil berjalan mengikuti Anna, Naomi, Rey dan Aida. Runa mengetahui letak aula utama. Yang ditanyakannya adalah letak pemberitahuan. "Di sebelah sana," ucap Naomi sambil menunjuk ke salah satu tempat yang lebih ramai. Mereka berlima segera berjalan ke tempat yang ditunjuk Naomi tadi. Runa bingung karena tidak ada apa-apa disana. "Perhatikan saja dindingnya. Pemberitahuan akan muncul jam sembilan malam," ucap Anna yang melihat Runa kebingungan. Runa hanya mengangguk dan melihat ke arah dinding. Beberapa menit kemudian, tepatnya jam sembilan malam muncul banyak layar di dinding. Runa sampai bingung layar yang mana yang harus ia baca terlebih dahulu. "Baca dari atas," ucap Aida sambil menunjuk bagian atas. Runa menurut dan melihat ke layar yang berada di paling atas. Di paling atas ada persyaratan dan peraturan untuk turnamen besok. Persyaratannya berisi hal-hal dasar mengenai data diri dan nilai di academy. Peraturannya juga seperti peraturan turnamen biasanya. Di bawahnya ada daftar academy yang akan mengikuti turnamen selain Green Academy. Runa membacanya dengan santai sedangkan Anna dan yang lainnya memasang wajah terkejut. "Ada apa?" tanya Runa saat melihat ekspresi teman-temannya itu. "Jumlah academynya berubah drastis, tahun lalu hanya lima academy," jelas Rey sambil mengecek ulang apakah yang dilihatnya benar. Runa hanya mengangguk sambil melihat daftar academy. Tahun ini ada 15 academy lain yang berpartisipasi, berarti totalnya 16 academy jika dihitung dengan Green Academy. "Kenapa academy tambahannya kebanyakan lebih kuat atau sama kuat dengan academy kita," keluh Aida dengan wajah yang sudah ditekuk. Runa memperhatikan layar yang berada di dinding lagi. Di bawah list academy ada pemenang tahun lalu dan kemungkinan urutan di tahun ini. "Bagaimana mereka bisa mengukur kemungkinan kemenangan?" batin Runa. Ia bingung melihat urutan itu. "Urutan itu, dibuat berdasarkan poin di alat pengukur sihir," ucap Naomi sambil menunjuk layar yang daritadi diperhatikan Runa dengan bingung. Layar yang berisi urutan itu tidak berbentuk besar seperti layar lainnya yang menunjukkan peraturan, persyaratan dan list academy. Layar ini memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dan jumlahnya banyak. Bisa diakses secara bergantian untuk mencari urutan masing-masing. Sekarang mereka berlima berada di salah satu layar itu. "Tahun lalu kalian mendapat urutan ke berapa?" tanya Runa penasaran. Anna, Naomi, Aida dan Rey tersenyum kecil menanggapi pertanyaan Runa. "Sebaiknya kau tidak usah tahu, kita lihat urutan kemungkinan kemenangan saja," ucap Anna sambil mengutak-atik layar kecil yang ada di depannya. "Kenapa?" tanya Runa lagi. Runa masih penasaran dan tak mau berhenti bertanya. "Kemungkinan peringkat biasanya memiliki angka peringkat jauh lebih tinggi dari yang bisa kita dapatkan nantinya. Karena banyak anak academy lain yang kuat," bisik Rey sambil tersenyum kecil. Runa langsung mengangguk. Maksudnya adalah kemungkinan urutan adalah kemungkinan terbaik, tapi karena kemungkinan urutan hanya berisi anak-anak Green Academy jadi angkanya bagus. Sedangkan ketika digabung dengan academy lain, urutan itu akan menurun secara drastis. Setelah itu, mereka mencari nama masing-masing dan menemukan kemungkinan urutannya. Urutan kemungkinan : 1. Dean (714) 2. Varen (628) 3. Aeryn (614) 4. Reita (608) 5. Brenda (604) 6. Elisya (602) 7. Selxi (>594) ... 44. Anna (326) 45. Rey (325) ... 60. Aida(264) ... 71. Naomi (215) ... "Bagaimana angkaku bisa keluar? Dan bahkan ada tanda di angkanya," tanya Runa setelah melihat namanya. Ia tidak merasa melakukan tes di alat pengukur sihir. "Kemungkinan besar itu adalah angka perkiraan kekuatanmu yang diberikan oleh orang yang memberikanmu tes, tapi aku tidak pernah melihat angka perkiraan sebesar itu hanya dari tes awal," ucap Naomi sambil melihat Runa tidak percaya. Anna, Aida dan Rey juga melihat ke arah Runa dengan heran, karena angka Runa tepat dibawah keenam orang yang paling populer di academy.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN