SATU UNTUK SELAMANYA

1278 Kata

“Lihat aku ini deh Ma,” Niken menyodorkan ponselnya pada Nayya agar melihat apa yang dia maksud. “Ini tuh jam tangan pria edisi terbatas Ma, ya aku tahulah harganya, bukan main-main. Tapi ini mau aku beliin tuh sebagai bentuk dari ungkapan isi hati aku Ma.” “Maksudnya, buat aku Mas Reyhan itu segalanya. Enggak bisa diukur dengan apa pun, makanya aku cari yang termahal. Sudah begitu kan dia memang wajib selalu tepat waktu, jadi aku memang mau beliin jam ini.” “Jam edisi terbatas, harganya harga satu mobil lebih,” ucap Niken yang walaupun dia hidup sendirian tapi dia bukan orang tidak punya. Bisa dibayangkan lah namanya kuliah kedokteran itu berapa. Walau orang tua Niken itu meninggal saat Niken masih SMA, tapi alhamdulillah keluarga Ayah dan ibu Niken membackup semua harta kedua orang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN