"Cerita ke gue, Nay. Apa yang buat lo takut? Apa ada orang yang jahatin lo? Gue bisa cari orang itu dan beri dia pelajaran," ujar Nathan yang masih setia memeluk Naya. Ia sangat berharap wanita itu mau terbuka padanya saat ini. "Gue takut mama kenapa-napa. Gimana kalau beneran ada orang yang mau berniat jahat sama dia?" Nathan menghela pelan. Bukan itu jawaban yang ia mau. Ia ingin Naya sendiri yang menceritakan tragedi tentang kematian papanya, Nathan tidak ingin mempercayai perkataan yang keluar dari mulut orang lain. "Nyokap lo akan baik-baik aja. Percaya sama gue. Gue akan lindungin lo dan keluarga lo. Tapi gimana gue mau lindungin, sedangkan gue sendiri nggak tahu akar permasalahannya apa." Naya menguraikan pelukan dan menatap mata Nathan lekat. Sampai sekarang yang tahu tentang

