Kiriman

673 Kata
Parrot mundur memberi ruang untuk Tuannya makan. Rex memiliki kebiasaan yang tidak suka diganggu orang lain ketika ia melakukan berbagai hal, makan salah satunya. Tidak beberapa lama Rex mendengar suara pelayan tinggi kurus dan sudah agak tua itu lagi, walau suara tidak besar tapi cukup terdengar olehnya. "Hugo apa yang kau bawa?" tanya Parrot. "Parrot, panggil Miya, katakan seperti biasa," jawab Hugo yang di tanyai. Rex kenal suara berat itu pasti milik kepala pelayan, ia sangat yakin ingatannya masih bagus, dan nama lelaki paruh baya yang telah bekerja seumur hidup untuk keluarganya itu bukan bernama Hugo. "Hugo? Parrot? Miya? Siapa yang kalian bicarakan? Apa kita punya pelayan baru?" tanya Rex. Suaranya agak keras, sehingga kedua pelayan itu langsung menghadapnya. "Itu Tuan, Nyonya memberi kami nama khusus," jawab Hugo agak malu, dia membawa tiga kardus pengiriman barang ditangannya, yang menyembunyikan wajahnya. Bukan mereka ingin menganti nama, tapi Nyonya mereka sudah memberi nama ekslusif. Sebagai bawahan, mereka tidak mengerti cara pikir atasan, mereka hanya mencoba bekerja sebaiknya agar tidak diusir nyonya mereka yang eksentrik. Sudut mulut Rex berkedut, keningnya sedikit berkerut, tidak yakin apakah harus menangis atau tertawa, ia sangat tidak bisa mengerti apa yang dipikirkan istrinya sekarang. "Apa yang kau bawa?" tanya Rex pada Hugo, mencoba mengalihkan dari pertanyaan nama-nama aneh yang baru saja diberikan istrinya. Walau mereka sudah bisa dibilang menikah cukup lama, tapi Rex benar-benar tidak mengerti jalan pikiran istrinya. Wanita cantik itu terlalu tertutup dan eksentrik. Hubungan mereka sangat kaku dan bisa dibilang dingin. Mereka tidak kenal sebelum menikah dan mereka makin tidak mengenal setelah menikah. Bisa dibilang mereka hanya menikah di atas kertas dan menjalani kehidupan terpisah, tidak ada perasaan yang mengingat mereka dan tidak banyak percakapan diantara mereka. "Ini kiriman untuk Nyonya, Tuan," jawab Hugo, meletakkan kiriman itu dilantai. "Atas nama?" "Lord Snow, Wolf dan SweetAqua," Jawab Hugo sambil membaca nama-nama pengirim di setiap kotak kiriman. Nyonya mereka memang sering menerima kiriman dari Lord Snow dan Wolf, masih ada satu lagi nama, Dolby, yang sering mengirimi Nyonya mereka barang-barang dalam dua bulan terakhir, tapi ia tidak pernah mengambil kiriman dari Sweet Aqua yang kemungkinan besar adalah nama sebuah Toko tertentu. Kening Rex makin berkerut, istrinya memang memiliki banyak teman yang akan selalu membawanya keluar untuk membakar uang. Berpesta dan berbelanja hingga lupa waktu, tapi ia yakin nama yang ia dengar selalu nama wanita. Atau teman-teman wanitanya berubah dengan nama panggilan tertentu, sebagaimana istrinya menamai pelayannya. "Bawa kesini!" titahnya, "Siapa Aideen Stanley?" Tanyanya melihat nama penerima pada setiap kotak kiriman itu. "Itu Nyonya" jawab Hugo. Semakin aneh!!! "Buka!" Wajah Hugo langsung memerah karena malu melihat sejumlah bikini yang berada di kotak pertama. Pelayan mereka yang lain sangat yakin berdasarkan sejumlah percakapan melalui telepon nyonya, Lord Snow adalah lelaki, tapi mengapa dia mengirimi nyonya mereka dengan sejumlah bikini yang nampak sangat panas. Rex tidak kalah terkejut dengan Hugo, meski ia bukan orang yang penuh perhatian pada istrinya tapi dia tahu wanita itu tipe yang agak konservatif bukan wanita vulgar yang akan mengunakan sejumlah barang dalam kotak itu. "Lanjutkan," katanya. Sebenarnya jika di perhatikan lebih dekat, maka bisa di lihat ujung telinga Rex agak merah. Jika saja suaranya tidak datar seperti biasa maka orang-orang bisa melihat anomali pada lelaki itu. Di kotak kedua, terdapat tumpukan permen tangkai. Hugo tidak terkejut seperti Rex, karena sepertinya dalam dua bulan terakhir nyonya mereka memang mendapat kiriman permen dalam jumlah besar. Kapan istrinya berubah menjadi bocah lima tahun yang akan menikmati sejumlah permen tangkai? Yang lebih luar biasa adalah bungkusannya yang cantik dengan sejumlah karakter wanita-wanita imut dan cantik. Yang paling aneh adalah kotak ketiga, itu berisi salamender meksiko, Axototl. Ketika dua lelaki itu melihat Axototl di dalamnya, mereka benar-benar terkejut. Selera nyonya memang benar-benar unik dan lain dari pada yang lain. Pilihan hewan peliharaannya memang berbeda dari kebanyakan orang. Aideen yang tidak ingin menunjukkan dirinya yang sebenarnya, tidak tahu bahwa dirinya benar-benar aneh, sedang asyik berenang, tidak tahu apa-apa. Dia pikir axototl lebih cantik dari pada koi Rex yang telah ia pancing. Dan berencana memberikan kompensasi berupa Axototl untuk menganti Koi yang telah ia pancing.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN