Part 53

1847 Kata

Ana melakukan apa yang telah diperintahkan oleh Tresno. Dia memejamkan kedua matanya. Hatinya gusar, tapi dia mencoba untuk biasa saja. Namun, kedua tangannya menggenggam erat tangan Slamet untuk meminta kekuatan agar bisa sedikit mengurangi rasa takut dalam menghadapi semua ini. Bukan hanya Ana saja, melainkan apa yang sedang Ana rasakan juga dirasakan oleh Slamet. Apalagi kedua tangan mereka yang menggenggam erat. Rasanya seperti ada aliran listrik yang mengalir di kepalanya, hingga menciptakan sebuah insting yang belum tentu kebenarannya. Bibir mereka berdua terasa berat untuk digerakkan. "Nggak apa-apa, Ana, kamu harus yakin kalau hari ini pasti berhasil sesuai dengan apa yang sudah kita harapkan sejak lama," kata Slamet menguatkan Ana. Ana menganggukkan kepala dalam keadaan memeja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN