"Kalau sihir kayak memasak, alkemia sama musik itu dipisah tapi karena sihir pengendalian dan bertarung langsung pake badan jadi ruangannya disatuin di lantai satu," jelas nya lagi dengan panjang lagi.
"Oh terus lantai 2 ke atas buat apa?" tanyaku.
"Extra dan bimbingan tambahan sama ada ruangan khusus buat latihan trus ada ruangan pertemuan sama hall," jawab Rinz.
"Wih lengkap banget fasilitasnya, itu untuk satu jenis sihir fasilitasnya sama kayak satu sekolah aja," ucapku kaget.
"Iya, makanya di cap terbaik karena tempatnya juga strategis dan bagus," jawab Rinz.
"Duduk di situ yuk sama aku," ucap Rinz setelah kami masuk ke kelas.
Bentuk kelasnya itu persegi tapi gede banget. Terus kursinya di pinggir biar ngak susah buat latihan di tengah.
***
"Pagi anak-anak," sapa Mr. Dahrt sambil jalan masuk kelas.
"Pagi," Jawab anak-anak bersamaan.
"Ok, hari ini saya akan adakan test dadakan," ucap Mr. Dahrt santai diiringi dengan teriakan anak-anak kaget dan ngak siap.
Sebenarnya aku juga ngak siap sih, masa baru masuk langsung di kasih test dadakan. Kejam amat!
"Salah satu tujuan test dadakan ini juga untuk menilai anak baru. Chloe silahkan maju dan memperkenalkan diri," ucap Mr. Dahrt sambil melihat ke arahku membuatku merinding karna dipandangi anak satu kelas, bayangin aja ratusan anak rebutan mau liat kamu, wah udah berasa artis.
Tapi lain ceritanya kalau ini, aku paling ngak suka disuruh memperkenalkan diri di depan, di hadapan empat puluh anak aja ogah, apalagi ratusan anak.
Dengan berat hati aku maju ke tengah ruangan. Aku maju dengan fake smile terbagus ku, untung aja jalannya nggak kaku, kalau nggak aku udah dikira robot tuh.
Hmm diliatin aja nih ngak ada yang mau minta tanda tangan!?
Ok sampailah aku di depan dan tetap diliati. Merinding ihh
"Silahkan Chloe," ucap Mr. Dahrt.
Mr. Dahrt itu ganteng sih tapi kata Rinz killer.
"Hai teman-teman, namaku Chloe baru masuk kemarin siang, aku harap aku bisa berteman baik dengan kalian semua," kataku dengan pede yang dibuat setengah mati sambil ngeliatin reaksi mereka.
"Loh, pencapaian mu sampai bisa masuk sini ngak dikasih tau?" ucap Mr. Dahrt lagi sambil tersenyum.
Gila, dikira aku berani apa bilang kayak gitu, ntar dibully kali.
Maunya sih bilang gitu tapi aku lumayan takut juga sih, ya seperti anak baru pada umumnya jadi aku kalem dulu. Aku cuma jawab perkataan Mr. Dahrt dengan nyegir.
"Ok anak-anak, silahkan berlatih selama tiga puluh menit, lalu setelah itu tidak ada yang berlatih dan saya akan mulai memanggil nama kalian, kalian bisa berpasangan dan sendirian, tapi saya sarankan sendiri karena jika berdua, walau kalian mengalahkan monsternya ... Nilai kalian hanya akan mencapai KKM tidak lebih, tidak ada tambahan nilai. Satu lagi, nilai akan dipajang di papan pengumuman utama di gedung utama jadi tunjukkan sihir terbaik kalian," ucap Mr. Dahrt sambil tersenyum.
Emang killer, masa ngomong kayak gitu bisa senyum. Mana latihan cuma 30 menit lagi.
"Chloe, latihan berdua yuk! Lawan sihir yang dibuat Mr. Dahrt itu susah lho, belum ada yang bisa melebihi nilai KKM," ucap Rinz dengan santainya.
"Kamu ngak takut remidi ?" tanyaku karna Rinz berkata seperti itu seolah-olah remidi itu hal yang sepele.
"Soalnya semua anak di sini lebih memilih bertarung berdua atau bertiga dari pada remidi, dan itu termasuk aku, aku sudah berdua sama temenku, kamu mau sendiri atau mau sama aku terserah kamu," jawabnya masih dengan nada santai.
Hm aku coba sendiri aja dulu deh, kalau remidi ngak apalah yang penting aku bisa tau kekuatanku sebesar apa sebenarnya, pikirku
"Aku kayaknya mau coba sendiri dulu deh," jawabku agak ragu.
"Ya udah nggak apa apa, selama test belum dimulai kamu masih bisa masuk timku kok," jawabnya.
***
30 menit kemudian.
"Mohon perhatiannya," ucap Mr.Dahrt membuat semua anak menghentikan latihannya.
"Silahkan kembali ke tempat duduk masing-masing saya akan memulai test nya," lanjutnya.
Semua anak termasuk aku dan Rinz serta teman satu timnya duduk kembali ke tempat duduk kami masing-masing.
"Baik seperti biasanya semua anak tulis namanya disini, jika kalian sendiri, tuliskan nama kalian saja. Jika kalian mempunyai pasangan atau tim silahkan satu perwakilan saja yang menuliskan namanya dan pasangan atau anggota timnya," lanjutnya.
Semua anak mulai bergantian maju dan menuliskan namanya lalu aku dan Rinz juga ikut maju.
O iya nama temannya Rinz itu Freeza.
Setelah semuanya selesai menulis nama.
"Baik saya akan mulai test," ucap Mr. Dahrt.
"Hm bulan ini hanya ada delapan orang yang berani test sendirian ya, semakin lama semakin sedikit saja," ucapnya sambil memperhatikan daftar nama test.
***
Satu setengah jam kemudian...
Setelah 57 tim dan 4 orang yang test sendiri...
"Ok selanjutnya Rinz dan Freeza," ucap Mr. Dahrt.
Mereka berdua yang sedari tadi memang sudah gugup langsung pucat pasi, tanpa berkata apa-apa pelan-pelan tapi pasti mereka berdiri dan maju ke belakang eh maksudnya ke depan.
Saat mereka sudah sampai di tengah, Mr. Dahrt mulai membuat lawan sihir.
"Oke, sama seperti sebelumnya ini adalah musuh sihir level 3, seharusnya jika menyerang berdua dengan level satu monster bisa kalah, yah walaupun semuanya ada pada keputusan kalian sihhh, kalau kalian tidak serius, monster paling lemah pun belum tentu bisa kalah," ucapnya.
Rinz dan Freeza mulai berkonsentrasi pada sihirnya.
Wush Mereka mulai menyerang.
Ctak
Sret
Tak
Srrt
Srut
Tiga menit kemudian, monster itu sudah kalah 80%.
Sret
Crtt
Trkk
Drtt
Satu menit kemudian akhirnya monster tersebut kalah...
"Hore!" teriak mereka berdua senang karna nilainya paling nggak pas KKM.
"Baik, kalian telah menjalankan test dengan baik silahkan duduk kembali," ucap Mr. Dahrt sambil menunjukkan senyum terbaiknya dan memperlihatkan gigi putih dengan behelnya serta lesung pipi yang manisss banget. Ah ganteng banget.
Rinz dan Freeza pun langsung kembali ke tempat duduk dengan ber hore. Karna emang bener kata mereka kalau lulus test Mr. Dahrt itu emang susah, dari tadi pun yang lulus cuma 30%. Bayangin 30% dari total anak yang udah maju. (180 anak)
Setelah beberapa tim kemudiann...
"Selanjutnya anak beasiswa tipe VIP yang saya penasaran banget dengan kekuatan penuhnya, Clarenza Cyntia Chloe, eh maksudnya Cyntia Chloe maaf saya salah baca," ucap Mr. Dahrt sambil membetulkan ucapannya karna takut dengan keturunan Renza yang sudah terbentuk sihir sempurnanya.