Digodain

374 Kata
kini dua minggu sudah aku bekerja disini, tiba-tiba ada yang memanggilku untuk minta time "bang boleh minta tolong gak, aku takut bawanya" (tia) dengan senyumannya "sini motornya biar saya bawakan" (fariel) dia pun langsung menyerahkannya "ini bang sielfa, makasih dah mau direpotin terus" (tia) sambil menyerahkan motor maticnya "kemarin bensin sekarang beda lagi, jadi banyak berutang budi" "iya gak papa, ini juga aku mau sekalian mau pulang makan siang karena dah waktunya tuk makan siang" (fariel) "oooh" (tia) langsung kubawa motornya sampai kebawah, bahkan sampai depan kos aku sendiri, karena aku juga agak lelah kalau untuk jalan "hmmmm, sekarang minta tolong bawain motor, besok minta tolong tuh orang minta dikawinin" (roy) sambil ketawa "kawin, nikah KAAAALIIIIII" (fariel) sambil teriak "hahahahaha" (roy) dia cuma ketawa dan akhirnya yang punya motor pun datang "maaf kejauhan ya saya bawa motornya" ucapku (fariel) "gak papa, aku malah bersukur banget dah ada yang bantuin, hampir tiap lewat sini situ terus yang selalu mau bantuin aku, makasih ya bang Sielfa" (tia) "iya, Sama-sama" (fariel) "emang mau kemana nih kalo boleh tau, apa baru pulang kuliah" (fariel) "iya baru pulang kuliah" (tia) "ohhhh, emang rumahnya dimana nih kok sering lewat sini" (fariel) "rumahku di desa pinusan sana" (tia) "lah kenapa lewat sini, kenapa gak lewat jalan besar aja, kan jadi jauh kalo lewat sini" (fariel) "habis mau gimana lagi daripada aku kena tilang lebih baik lewat sini, Karena aku gak punya SIM" (tia) "ohh jadi gitu, kenapa gak buat SIM aja, kan enak gak perlu takut kalo ada razia" (fariel) "belum sempat" (tia) sambil senyum dengan manisnya "di sempat-sempatin lah, itu kan buat kepentinganmu juga" (fariel) "ya dah kalo gitu, aku makan siang dulu, sama belum Shalat dzuhur, pa mau ikut" "ga deh bang makasih, maaf ya jadi bikin lama" (tia) "kok bang, sayang dong, atau honey atau cami calon suami lebih ok" (roy) saut yang lagi berjalan kearah kami membuat tia jadi nunduk karena mukanya merah "gak usah di dengerin tuh angin lewat" (fariel) "tapi mukanya tuh dah merah, hahahha" (roy) ejeknya "dah ya, permisi" (fariel) kalau kelamaan bisa di godain mulu sama si Roy, bisa gak pulang-pulang tuh ank orang "i i iiyaa" (tia) jawab nya terbata-bata sambil nunduk "Assalamu'alaikum" (fariel) "Waalaikumsalam" (tia) langsung aku pergi meninggalkan gadis tadi
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN