Jalan-jalan

547 Kata
Kini sore pun telah datang dan aku udah mandi dah wangi, karena akan keluar jalan-jalan sore untuk menepati janji tadi malam flashback on hp ku berdering suara tanda panggilan masuk "assalamu'alaikum" (fariel) "waalaikumsalam, lagi sibuk gak" (Tia) "gak juga sih, cuman lagi rebahan aja nih, kenapa" (fariel) "besok sore ada waktu, aku mau ngajakin abang jalan-jalan, itupun kalo ga sibuk" (Tia) "gak sih, ya boleh besok sore jalan, tapi gak janji" (fariel) "ok, besok aku kosan bang sore-sore, alnya aku gak ada motor hehehe, boleh kan ke kosan bang" (Tia) "boleh kok, kalo mau masakin untuk orang-orang ini pun boleh" (fariel) "ga deh kalo untuk masakin, takut ga sesuai, aku ga bisa masak yang enak-enak" (Tia) "aku cuman becanda kok" (fariel) "iya bang, dah dulu ya aku dah ngantuk, dan cuman mau ngasih tau itu aja, met istirahat" (Tia) "ya dah kamu juga istirahat, jangan lupa berdoa biar tidurnya nyenyak dan mimpi indah" (fariel) "iya, makasih dah diingetin, bang Sielfa juga mimpi indah ya, assalamu'alaikum" (Tia) "waalaikumsalam" (fariel) langsung tut tut tut, tanda kalo sudah dimatikan sambungan telepon "yes yes bosok jala-jalan sama babang sayang" (indah) godanya "apaan sih lo ndah, iri bilang, dah ah aku mau tidur dah ngantuk" (Tia) "besok tolong antarin gue ke kosannya" (Tia) "iya iya, gampang, tenang aja gue sebagai sahabat loe pasti gue bantuin, apa lagi bantuin buat PDKT sama babang sayang" (indah) Tia hanya ngacungin jempol flashback off dan ternyata Tia sudah datang yang baru diantar oleh temannya tring ?"aku dah didepan nih, jangan lama, malu banyak yang liatin" "ada yang mau nemeng nih" (roy) godanya aku cuman nyengir kuda "riel nih buat jalan-jalan, masa iya mau bawa cewe dompetnya tipis" (sal) sambil memberikan beberapa lembar uang "kayaknya aku pernah liat tuh ibu-ibu, yang dipasar yakan" (sal) bisiknya padaku aku cuman senyum sambil nerima uangnya "tau aja bos ini" (fariel) "dah sana, kasian tuh yang nungguin lumuten ntar" (is) "iya iya" (fariel) "inget jangan macem-macem, nanti ku laporin ke bapakmu" (is) "iya kang" (fariel) kang itu panggilan untuk orang yang lebih tua di keluarga, sama halnya sebutan abang, mas dll "paling cuman dapet ci**" (sahid) godanya aku cuman nyengir kuda, dan langsung ku bergegas mengeluarkan motor Scorpio ku ini yang sudah kubuat seperti motor anak muda pada umumnya, dan menghampiri Tia "maaf kelamaan nungguin nya" (fariel) "iya gak papa" (Tia) "yaudah yuk naik" fariel)dan Tia naik dengan sedikit kesusahan, karena motornya begitu tinggi, karena pemiliknya memiliki tinggi badan 187cm, jadi disamakan motornya buat lebih kelihatan anak muda banget "sini pegangan, biar gak terlalu susah" yang menjulurkan tangan untuk pegangan "yaudah yuk cepetan, malu kelamaan disini, banyak yang lihatin" (Tia) "dah siap" (fariel) "udah" (Tia) "pegangan ya, biar gak jatoh" (fariel) Tia pun langsung berpegangan. akupun langsung tancap gas untuk jalan mengitari jalanan kota dengan motor kesayanganku ini dari hasil menabung tuk bisa membelinya, motorku melaju sedikit pelan, biar bisa menikmati indahnya sore hari. kemudian aku belok ke warung bakso untuk mengisi perut kuparkirkan motornya terus aku masuk kedalam dan nyari tempat duduk yang kosong, karena disini hampir selalu penuh, karena banyak juga yang suka dengan bakso, apa lagi sedang hits bakso beranak yang begitu besar, satu porsi cukup dimakan berdua, itupun belum tentu habis, makanya selalu rame, apalagi sore kayak gini akupun terus duduk dan memesan satu porsi untuk berdua.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN