"kayaknya ada suara aneh nih" (nia) mendengar suara dari dalam selimut
"lho nangis Ti" ucap berdua bersamaan
"udah dong nangisnya, masa gara-gara dicuekin pangeran sampai segitunya" (nia)
"iya, kan dia juga kerja, mungkin kecapean atau habis dari mana gitu" (indah)
"bener tuh kata budi, coba deh kamu tanyakan dulu baik-baik, sapa tau dianya lagi ada urusan lain, cepet diangkat nih" ucap nia sambil menyerahkan HP pada Tia yang masih didalam selimut
"buda budi buda budi, INDAH, I N D AH INDAH, do you understand" (indah) coba menjelaskan pada nia biar gak manggil yang lain lagi padanya
"yes",
"ini kalau gak mau angkat aku yang angkat nih" (nia)
karena tanpa pergerakan langsung dijawab panggilan VC nya oleh Nia
"Assalamu'alaikum " (fariel)
"Waalaikumsalam" jawab nia dan indah
"Tia nya lagi nangis tuh" (indah) tunjuk nya pada selimut yang membungkus Tia
"maaf, aku harus kerja kesana kemari sama bos, jadi baru sempat buka HP" (fariel)
"ohhhh, pantesan dia dari tadi cemberut terus, rupanya chatnya gak dibales nya oleh Pangeran" (nia)
"emang dah selesai yang kemarin" (indah)
"gak juga, masih lama, hanya ada pekerjaan yang baru aja, hanya renovasi" (fariel)
"oh ya udah nanti kita sampaikan kalau sudah reda nangisnya" (nia)
"iya makasih ya, tolong sampaikan maafku, bilang padanya 'jangan kangen, kangen itu berat, kamu gak akan kuat, cukup aku aja yang kangeeeeennnn banget, gitu aja" (fariel)
"ahhhhh aku pengen" (indah)
"sama, aku juga" (nia)
"sampaikan juga kalau aku beberapa hari akan pulang ke desa untuk beberapa hari, jadi minggu depan gak bisa jalan-jalan sore" (fariel)
"ok nanti kita sampaikan" jawab berdua
"ya udah, met malam met istirahat, mimpi yang baik-baik, Assalamu'alaikum" (fariel)
"Waalaikumsalam" jawab berdua bersamaan
"tuh dengarin pangerannya barusan ngomong" (indah)
"gak kasian apa sama pangeranmu, dia juga cape apalagi kerjanya dobel harus kesana kemari, apa gak capek banget, lho kan cuman duduk dengarin apa yang dijelaskan didepan, terus siangnya juga udah balik kerumah, nah dia pulangnya sore, belum mandi, terus ngerjain atau di suruh apaan gitu sama si bos, tadi dia juga habis bahas kerjaan dan baru selesai, harusnya lho tuh support dia biar dia tuh gak terlalu capek sama kerjaannya, bukan malah ngambek kek gini" (nia)
"bener tuh kata Nia Ramayanto" (indah)
"s****n lho, bilang Ramayanto, Ramayana Budi" (nia)
"kan lho yang manggil gue dengan gak sesuai, gue mah ngikutin lho aja" (indah)
dan keduanya tersenyum
"nih HP nya, nanti kalau udah reda nangisnya cepetan hubungin pangerannya di SMS atau Chat, minta maaf sebanyak mungkin, tadi kan lho dah dengar juga semuanya apa yang dia omongin" (nia)
"tadi ngomong apa yaaaa" goda indah
"jangan kangen, berat, cukup aku aja, kamu gak akan kuat" (indah)
lalu berdua ketawa cekikikan
"bener juga apa yang dikatakan mereka, seharusnya aku gak boleh begini, harusnya aku bisa ngasih dia semangat, besok aku harus minta maaf langsung bagaimana pun caranya, aku harus ketemu besok sore. Aku gak mau karena kesalahan yang aku buat dia malah ninggalin aku yang suka marah gak jelas ini, aku harus kuat demi bisa bareng dia terus, lebih baik sekarang aku tidur, selamat tidur camiku yang disana, maafkan bidadari mu ini yang cengeng dan suka ngambek, i love you" (Tia) ucapnya dalam hati lalu memejamkan matanya