dikerubutin

701 Kata
Akhirnya sampai didepan gerbang kos kusus putri, kalau kos untuk cowok itu disebrang jalan biar gak terjadi kejadian yang tidak diinginkan oleh pemilik kos kalau sampai terjadi yang diluar dugaan antara sepasang muda mudi. bahkan keamanannya pun bisa dibilang cukup baik, karena ada beberapa CCTV dari depan pintu rumah kos sampai didepan gerbang dan juga satpam. jadi aku hanya bisa menunggu di gerbang, terkecuali minta izin untuk masuk ke halaman kos sama satpam kos yang sedang berjaga. sebenarnya pintu gerbang sering terbuka, karena diluar gerbang banyak yang jualan makanan dari nasgor, pangsit, mie goreng, bakso dan lain-lain akhirnya ku coba minta izin untuk masuk kehalaman kos untuk menggu bidadariku "Pak boleh saya masuk sampai halaman untuk menunggu seseorang" (fariel) "boleh, tapi hanya dihalamannya saja" (satpam) "makasih pak" (fariel) langsung aku masuk ke halaman yang lumayan banyak kendaraan terpakir dari roda dua dan empat "emang nungguin siapa bang" tanya (satpam) "ka Tia Pak, kemarin ngajakin jalan-jalan ke kebun buah" (fariel) "pacarnya ya bang, karena setauku dia itu gak punya saudara cowok karena anak tunggal setauku sih, jadi dah pasti situ pacarnya" (satpam) sambil tersenyum ya dia emang hafal semua penghuni kos disini dari nama-namanya dan tentang keluarganya walaupun begitu banyak penghuni kos apalagi dengan rumah kos yang bertingkat seperti ini yang dikhususkan untuk para mahasiswi, jadi kalau ada yang sedikit asing hanya boleh menunggu didepan ga boleh masuk selain keluarganya itu sendiri, apalagi cowok, terkecuali orang yang bersangkutan sudah ngasih tau kalau nanti ada temennya yang datang kemari "baru beberapa hari Pak" (fariel) "ohh, disini kalau cowok gak boleh masuk, kecuali sudah ada amanah dari yang bersangkutan, tadi Tia sudah ngasih tau kalau ada yang akan datang cowok spesial pake motor scorpio, makanya saya memperbolehkan anda masuk sampai halaman" "oh gitu ya pak, aku baru tau kalau seperti itu peraturannya" (fariel) "ya dah saya tinggal dulu ke pos, kalau mau nunggu di depan pos sambil duduk, disini banyak CCTV jadi jangan berbuat yang aneh-aneh" (satpam) "baik Pak" (fariel) akupun langsung jalan menuju tempat yang dimaksud untuk menunggu sambil duduk aku mengetik pesan kalau aku sudah dihalaman dan sedang duduk di samping pos satpam "dah ditungguin tuh sama abang pangeran" (nia) ucapnya kepada Tia yang masih berdandan "lama bener dandannya, mentang-mentang yang mau pacaran" (indah) "iri bilang bos" (Tia) jawab dengan ketusnya "gak dong, kita juga mau jalan-jalan, mungkin bisa ketemu nanti disana dan liat pemandangan yang lagi main gendong-gendongan" (indah) sambil menaikan sebelah alisnya "kayak apa ndah" (nia) terus tertawa "aku lupa, kaya apa ya, loe tau ga Tia" (indah) dengan senyum-senyum sedangkan nia ketawa ngakak karena kelakuan indah terhadap Tia yang menanyakan langsung "loe pikir aja sendiri" (Tia) sambil cemberut karena mereka "yah tuan putri marah" (nia) "dah sana, kasian tuh pangerannya di kerubutin lalat, gak liat apa banyak lalat yang liatin kearah pangeranmu, sambil godain" (nia) Tia yang sudah selesei berdandan lansung keluar tanpa menyapa mereka yang berada di depan "main slonong aja tuh bocah, gak pamitan sama kita" (indah) "loe sihh" (nia) berbeda denganku yang berada di samping pos satpam sedang menunggunya "wah ada cogan tuh lagi metingkring" "emang ayam apa, pake metingkring" "itu liat di samping pos yang lagi duduk" yang lain langsung melihat ketempat yang dimaksud "godain yuk, sapa tau bisa kenalan dan jadi jodohku" "yuk capcus" langsung mereka capcus kedepan ku dan ada pula yang langsung ikut duduk disampingku, "bang, nungguin siapa" sapa salah satu dari mereka "yang pasti bukan nungguin elo" jawab temannya yang lain "lagi nungguin Tia" (fariel) dengan santai "ohhh, emang sapanya Tia ya" (dari mereka) "temen spesial" (fariel) "ohhh" serentak mereka "mungkin ini pacarnya Kak Tia, pangeran kan" (dini) "ohhh, ini toh yang dicertain sama Kak indan dan Kak nia" (susi) aku hanya senyum dengan menunjukkan sederet gigiku tak lama kemudian Tia pun keluar dari dalam rumah kosnya langsung menyapaku "ayok" (Tia) ucapnya singkat "ambil motor dulu, tunggu sebentar ya" (fariel) Tia hanya diam sambil berdiri "permisi" (fariel) ucapku pada mereka aku langsung ambil motor dan langsung menuju kekasih hati "yuk naik" (fariel) Tia langsung naik keatas motor, "kita mampir sebentar ya ke toko parfum" (fariel) "terserah" (Tia) dalam hati seperti ada yang janggal dengan tingkahnya seperti ada yang beda, "tapi ya udah ahhh biarin aja" ucapku dalam hati sampai ditoko parfum
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN