depan apa belakang

642 Kata
Bangun pagi seperti biasa melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim dan setelah selesai melaksanakan Shalat Subuh tak lupa langsung kedapur melakukan tugas pagi, yaitu memasak setelah selesai langsung kubangunkan mereka yang masih asik dalam selimut, karena waktu sudah jam 7 pagi. setelah itu baru aku mandi biar bersih, dan gak bau layaknya orang bangun tidur setelah selesei dengan mandi pagi, lansung aku menemui Pak Sal untuk meminta izin libur kerja hari ini, kalau hari ini aku mau refresing nyari udara segar alias jalan-jalan dengan pemilik hatiku "Pak aku mau minta izin libur hari ini, mau nyari udara segar" (fariel) "bilang aja mau pacaran" saut (roy) "ya boleh libur nyari udara segar berduaan dengan ibu-ibu dipasar" (Sal) sambil tersenyum, karena dia yang tau tentangnya "boleh minta bonnya gak buat isi kantong" (fariel) sambil tersenyum "iya nanti kukasih" (Sal) "makan dulu, biar kuat" (idin) "biar ga lapar mungkin" (fariel) "kan mau jalan-jalan, sapa tau nanti harus gendong orang" (idin) sambil tersenyum menunjukan deretan giginya "gendong depan pa belakang lik" (roy) sambil nyengir "kayaknya sih gendong depan" (idin) "gendong yang kekmana tuh lik" (roy) "yang kek gitu lah" (idin) sambil mengangkat piring seolah sedang mengangkat menggendong seseorang "uhuk uhuk uhuk" (fariel) "nih minum" (is) langsung kutenggak habis minumnya dalam gelas "ada yang batuk nih" (roy) "jangan dengerin mereka, makan dulu sana" (is) aku hanya ngannguk "kayaknya nanti bakalan main gendong-gendongan lagi nih" (idin) sambil menaikkan kedua alisnya sedangkan roy malah ketawa keras dan di ikuti Pak idin yang juga ikut ketawa sambil senyum-senyum kearahku, terus membisikan kata-kata "kutunggu kabar baiknya, kalau main gendong jangan lupa hubungi aku atau di foto juga boleh" bisiknya (idin) aku justru kaget dengan bisikannya yang gak tau maksudnya apaan membuat aku mengerutkan dahinya lalu di tepuk punggung ku oleh Roy, dengan ketawa. sedangkan Is hanya geleng-geleng melihat tingkah berdua yang usil sama fariel yang sudah kayak adeknya sendiri setelah mereka selesai makan dan cuci piring mereka masing-masing. setelah itu langsung ganti pakaian kerja dan juga pakai helem proyek terus berhamburan keluar rumah berangkat kerja, karena waktu sudah jam 07:50 berbeda dengan pak Sal yang pergi ke ATM untuk menarik uang, karena Pak Sal memang bagian keuangan dan matrial yang masuk, sedangkan Pak Idin sebagai pengawas lapangan, tapi mereka juga bekerja seperti yang lainnya ikut mengikat besi, ngecor dan sebagainya Sambil menggu Pak Sal pulang dari ATM aku mengeluarkan sepeda motor untuk dipanaskan dan dilap dari debu tanah yang yang menempel supaya terlihat lebih bersih Akhirnya yang ditunggu pun pulang "nih uangnya, segini cukup kan" (Sal) sambil menyerahkan beberapa lembar uang ratusan "cukup banget" (fariel) "jangan boros-boros, tabung kalau bisa, dan kasih orang tua juga" (Sal) "iya, itu dah pasti" (fariel) karena memang gak pernah lupa dengan orang tua, jadi hampir dua minggu sekali pasti nitip uang untuk orangtua dirumah lewat Pak Sal yang selalu pulang setiap setengah bulan sekali "ati-ati, jangan ngebut-ngebut, bawa anak orang" (Sal) "itu dah pasti" (fariel) diapun langsung masuk untuk ganti baju , sedangkan aku lanjut dengan ngelapin motor baru beberapa menit Pak Sal keluar rumah dengan pakaian dinasnya dan juga helm di kepalanya, lalu menepuk punggungku "jaga baik-baik ibunya" (sal) sambil berjalan dan tersenyum sedangkan aku hanya garuk-garuk kepala yang tak gatal, karena bingung maksud dari omongan Pak Sal tadi Dan baru juga beberapa menit aku lanjut ngelapin motor, tiba-tiba HP ku berbunyi, ada panggilan masuk dari Bidadariku Sayang, yang langsung ku angkat "halo Assalamu'alaikum" (fariel) "Waalaikumsalam, abang dah siap" (Tia) "belom, lagi ngelapin motor, bentar lagi" (fariel) "jangan lama-lama, kalau dah selesai langsung jemput aku ya, aku mau mandi dulu, dah ya kutunggu kedatangan mu abangku tersayang" (Tia) ucapnya panjang lebar yang langsung dimatikan sambungan teleponnya "Waalaikumsalam" (fariel) jawabku sendiri dalam hati, walaupun disana tidak mengucapkan salam langsung aku masuk untuk memakai jaket dan tak lupa dengan menyemprotkan minyak wangi supaya sedikit lebih harum setelah itu aku keluar dan bersiap untuk pergi menjemput pujaan hati
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN