suka bengong

537 Kata
"kan mau kekebun apel sama setrowberi" (Tia) " iya, kalo itu abang ingat, kan ga mungkin dari pagi sampai sore cuman disana doang" (fariel) "siangnya lanjut ke bukit untuk melihat pemandangan kota dari bukit, dan sorenya bisa melihat awan yang mulai menutupi kota" (Tia) bukit yang selalu ramai untuk para wisata yang ingin melihat awan ketika mulai menutupi kota, karena terkenal dengan julukan kota dibalik awan "ok siap tuan putri" (fariel) "i'ih kok tuan putri" (Tia) dengan cemberut "lah kan emang kaya tuan putri, yang suka bengong sama nunduk jadi minta di gendong, sudah dua kali loh, ku gendong" (fariel) dengan senyumannya "iya emang aku suka bengong dan nunduk karena gak mau kalau muka ku kliatan merah kaya tomat, karena abang suka bikin aku kaget dengan kata-kata dan gombalan abang" (Tia) "emang kata-kata apa, perasaan bang cuman manggil sayang sama my honey dan cantik (fariel) "iya, tapi rasanya itu berbeda, apalagi pas baru kita jadian dan banyak orang disekitar kita" (Tia) "iya deh gak lagi, tapi suka kan kalau digendong, bisa lihatin muka abang dengan dekat" (fariel) "hmmm mungkin" (Tia) "kok mungkin, tapi ga papa, yang penting masih ada yang mau lihatin muka abang sampai lupa ngedipin matanya sampai-sampai lupa kalo keluar ilernya dari mulut" (fariel) dengan senyum-senyum juga mengangkat kedua alisnya dan mengedipkan mata kirinya "i'ih, dah ah jangan bahas itu lagi" (Tia) "iya-iya my honey" (fariel) "woy dah malem, ga pada tidur pa, bucin mulu" (nia) "iya, mentang-mentang yang punya pangeran terus mau jalan-jalan sampai lupa kalau punya temen gak pernah diajak jalan-jalan" (indah) Tia nyengir kuda sambil dengan dua jarinya berbentuk V "dah tuh suruh pangeranmu tidur, ga kasian pa, dia dah ngantuk, capek seharian kerja, apalagi besok mau jalan-jalan dan loe sih enak cuman meluk-meluk dibelakang, lah dia yang nyetir motor" (indah) 'bener tuh yang dikatakan indah, loe juga harus perhatian sama tuh pangeran mu, jangan cuman seenaknya permintaan mu harus dituruti terus tuan putri terhormat" (nia) dengan gaya hormat (tangan kanan di alis matanya) kemudian juga diikuti indah dengan hormat juga, lalu tertawa bersama Tia hanya diam mencoba mencerna kata-kata mereka, mungkin benar juga kalau aku juga harus memperhatiannya, gak cuman dia terus yang memperhatikan aku terus-menerus "loh kok bengong, kenapa apa ada yang salah dengan kata-kataku" (fariel) "eh maaf, ni tadi ada kecoa lewat" (Tia) dengan senyumnya kearah nia dan indah juga dengan dua jarinya V "s****n kita di bilang kecoa" (nia) ucapnya pada indah, dan indah hanya geleng-geleng dengan ucapan sahabatnya ini yang bilang kecoa "oh kirain kenapa" (fariel) "ya dah abang tidur ya dah malem, aku juga dah ngantuk" (Tia) "yadah met tidur ya mimpi indah, dan jangan lupa" (fariel) yang langsung dipotong "berdoakan, itu pasti ga akan lupa pangeran ku tersayang emmmmuuuaaacch, dah ya Assalamu'alaikum" (Tia) "Waalaikumsalam" (fariel) " tadi gak salah dengar kan kita nia" (indah) "ga, emang gua budeg apa" (Nia) "ada yang manggil pangerankuuuu" (indah) sambil memeluk bantal yang di sebelahnya yang baru saja berbaring tuk tidur "emmmuuuuachhh" (nia) sambil mmemeluk dan mencium boneka lalu tertawa yang disindir diem aja, bahkan dengan santainya ikut merebahkan badan di samping nia terus tarik selimut dengan santainya, tampa melihat disebelahnya yang seperti sedang menunggu curhatannya Dan kita juga tidur ya karena dah malam juga, gak baik buat kesehatan
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN