Hari terus berganti menjadi minggu dan minggu minggu pun berganti menjadi bulan
Setelah sebulan resmi menjadi sepasang kekasih dan hampir setiap malam minggu pasti berkomunikasi lewat telepon hingga larut malam seperti saat ini yang sedang asik dengan percakapan lewat VC layaknya anak muda yang sedang kasmaran dilanda rindu ingin bertemu tapi apalah daya karena kesibukan masing-masing terkecuali hari minggu yang sidikit ada waktu untuk bertemu di sore hari sambil ber jalan-jalan mengukur jalanan kota dengan sepeda motor
Dering HP ku ber bunyi tanda panggilan vc (video call) masuk, karena sudah janjian setiap malam harus vc an. Lalu ku angkat dan ku geser tanda terima panggilan ke atas, dan vc pun terhubung
"halo Assalamu'alaikum" (fariel)
"Waalaikumsalam abang ku" (Tia)
"gak sekalian mejanya juga" ejeknya (indah) sambil tersenyum kearahnya
"Apaan sih ganggu aja, sana ahh" (Tia)
"iya maaf tuan putri, maafkan hambamu ini" (indah) sambil dengan gaya memohon maaf
yang disebelahnya tertawa terbahak-bahak akibat lihat tingkah indah yang seprti itu
"awas nanti bisa dikurung loh kalau gak nurut sama tuan putri, bisa-bisa di aduin sama pangerannya" (nia) dengan senyumnya dan juga sambil mengangkat dua jarinya yang berbentuk V
"bodo ah, terserah kalian, awas aja kalau gangguin" (Tia)
"iya paduka ratu" jawab berdua (indah dan nia) sambil tertawa dan keluar kamar
sedangkan aku ahanya tersenyum karena mendengar perdebatan mereka dan tingkah mereka yang coba menggangu kekasih nya
"maaf, jadi d cuekin" (Tia)
"iya g papa" (fariel)
"gimana capek gak tadi kerjanya" (Tia)
"ya lumayan sih, tapi sudah biasa, malu dong kalau badannya besar kekgini kerja kaya gitu langsung ngeluh" (fariel)
sambil memperlihatkan otot tangannya, tapi tenang masih pake baju atau kaos dengan lengan pendek, jadi hanya terlihat dari siku sampai jari-jari yang terlihat lengannya begitu besar dan juga jari-jarinya yang bisa dibilang jari-jarinya jempol semua
"iyalah jari-jarinya aja jempol semua, masa kerja kekgitu ngeluh" (Tia) dengan senyum manisnya
"ngejek pa gimana nih" (fariel)
"gak kok, tapi kan emang bener itu jari-jarinya besar-besar semua. jempolku aja sama besarnya sama jari kelingking abang, hehehehe" (Tia) sambil memperlihatkan jari jempolnya yang bekuku panjang dengan warna hijau daun
dan akupun hanya tersenyum sambil memperlihatkan jari yang dimaksud Tia kekasihnya
"besok pagi jadi kan bang" (Tia) lanjutnya
"kemana emngnya" (fariel) Pura-pura lupa
"ih" (Tia) dengan memanyunkan bibirnya
"awas tuh jatuh bibirnya" (fariel) sambil tersenyum menggoda
"tau ahhh" (Tia)
"loh kok ngambek, kan abang cuman becanda Astria Sayangku" (fariel) mencoba mencairkan suasana kekasihnya yang sedang ngambek
"abis abang juga sih, emang gak kangen apa" (Tia)
"enggak" (fariel) sambil tersenyum bahkan mau tertawa melihat pacarnya yang lagi dikerjain hingga membuat mukanya ditekuk
"tuh kan, ya dah kalo gitu tutup aja vcnya" (Tia)
"ya jangan dong tuan putri ku tersayang, maafkan pangeran karena telah berbuat salah" (fariel) sambil menahan tawanya yang akhirya tertawa juga dengan yang lumayan keras
"iya pangeran" (Tia) yang masih dengan mode ngambeknya
"ih ngambeknya udahan dong, katanya kangen, tapi jangan kangen deh, cukup abang aja yang kangen, karena kangen itu berat" (Fariel)
"habis abang dari tadi ketawa mulu" (Tia)
"iya gak akan lagi, sekarang serius, emang besok mau kemana tuan putri" (fariel) dengan rayuannya agar tidak ngambek lagi
"kan mau kekebun apel sama setrowberi" (Tia)
tunggu di episode selanjutnya, selamat menikmati cerita nya