digodain sekosan

475 Kata
"itu kenapa bibir di monyongin segala, sama kenapa tuh muka" (dini) "tau ah" (Tia) sambil merebahkan badannya lagi terus narik selimut "jangan tidur dulu, emang ga ada sukuran nih yang habis dapat calon suami, traktir nasgor atau mie goreng atau bakso" (dini) sambil narik-narik selimut Tia "iya" ucap bertiga (nia, indah, dan susi) "kita kan lapar, dari tadi juga belom makan" (indah) "ga tau apa kita berdua tadi ngawalin loe dari baksoan sana terus ke alun-alun , maaf kalau sudah ngikutin orang lagi pacaran" (nia) sebenarnya bukan ngikutin mereka yang lagi pacaran, hanya karena berpapasan dijalan ketika mereka menuju ke alun-alun, karena tujuannya juga sama yaitu untuk menemuin seseorang Akhirnya Tia kembali bangun karena ditarik selimutnya dan ditarik tangannya oleh mereka "apaan sih, ganngu orang mau istirahat aja" (Tia) dengan muka cemberut "gak usah ngelak mau tidur" (nia) "palingan juga mau bayangin muka babang sayang tercinta" (indah) "iya" (nia) susi dan dini cuman senyum Tia berdiri dari tempat tidur, 'tempat tidur anak kos disini hanya tiker terus kasur biasa, bukan kasur lantai yang tipis ya, tapi yang tebal' terus ngambil uang di dompetnya yang ada disampingnya, dan langsung menyerahkan ke mereka "nih" (Tia) menyerahkan satu lembar uang seratus ribu langsung dicomot sama indah "dah sana pergi beli apa yang kalian mau" (Tia) sambil mengibaskan tangannya "iya santai aja" (indah) "enaknya beli apa nih" (indah) "bakso depan aja, jangan lupa minumannya" (susi) karena mamang di depan kos ada yang jualan bakso, pangsit dan nasgor "ok, yuk nia berangkat" (indah) "udah sana, aku mau dengarin curhatan isi hatinya mama Tia" (dini) sambil nyengir menunjukkan giginya "kaya mamah dedeh dong" (indah) yang baru berdiri "curhat dong" ucap serempak berempat sambil ketawa terbahak-bahak "iya, tapi gak sekarang, besok-besok" (Tia) "yahhhh, sekarang dong, plissss 'dengan dua jari berbentuk V' ya" (dini) hufffttt suara nafas Tia "iya nanti nunggu makanannya datang, aku juga lapar butuh tenaga" (Tia) indah dan nia yang belum pergi mengacungkan kedua jempol mereka kearah Tia "awas aja kalau bohong" (susi) "iya" (Tia) sambil ngangguk setelah menunggu beberapa menit makanan pun datang dan telah di sajikan di piring masing-masing, ada yang bakso ada pula yang nasgor sesuai selera masing-masing setelah makanan selesai Tia langsung mepati janjinya untuk menceritakan semuanya yang tadi sore dengan kekasih barunya dari awal sampai akhir, hingga membuat pendengar ketawa seperti menertawakan "kalian menertawakanku" (Tia) dengan menatap tajam mereka "enggak" jawab kompak berempat "cuman lucu aja aku dengarnya, masa cewek duluan yang nembak" (susi) "tapi aku salut dengan keberanian mu" (dini) sambil mengacungkan jempolnya "makasih ya traktirannya, aku balik kekamar dulu mau lanjutin tugas-tugas yang masih banyak" (susi) "aku juga, sering-sering traktirnya" (dini) "huhhhhh" ucap (nia dan indah) Tia mengacuhkan mereka dan pergi tuk tidur karena lelah dari pagi ngerjain tugas bersih-bersih dan nyuci pakaian seperti anak kos pada umumnya, ditambah lagi ngerjain tugas siang-siang biar sore ada waktu jalan-jalan dan malam bisa tidur cepat
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN