Sindiran Hangat

475 Kata
Di lain tempat Tia yang sedang diejek oleh teman-temannya satu kos "sapa tuh, mesra bener tadi" (nia) sambil senyum mengejek "iya, bikin kita iri saja" (indah) namun yang ditanya malah cuman senyum sendiri dan nunduk karena malu mukanya merah akibat pertanyaan teman-temannya satu kos, apalagi dengan pertanyaan mereka berdua 'nia dan indah' "ih bukannya jawab malah senyum-senyum sendiri" (indah) "kayak ga tau aja kalo yang lagi kasmaran apalagi habis jadian karena diiterima, hahahahaha" jawab (nia) dengan ketawa "kenapa teman satu kamar bisa tau apa yang terjadi tadi sore, jadi makin malu kan" (tia) ucapnya dalam hati "setelah itu di gendong pula kaya pangeran lagi gendong istrinya" (indah) sambil menaik-naikan alis matanya "tuan putri dodol" jawab (nia) sambil nonyor kepala indah "kenapa kepala gua lo tonyor sih Ni" (indah) "angkat kenapa tuh muka, jangan di umpetin mulu dari tadi nunduk mulu dari alun-alun sana setelah resmi jadian sampe rumah pun masih nunduuuukkkkk......! aja" (indah) dengan memanjangkan kata nunduk "gak usah malu, kita juga ngalamin kok, cuman gak pake di gendong-gendong kaya tuan putri dengan pangeran kodoknya ditempat umum" (nia) Tia merebahkan tubuhnya terus narik selimut untuk menutupi muka yang merah bagaikan tomat "kok kodok, ganteng gitu di bilang kodok" (indah) "siapa namanya, gue lupa" (indah) "seingat ku sih Sielfa Mufariel, kalo gak salah" (nia) "berarti Babang Fariel atau ayang Fariel atu pangeran Sielfa yang pas dipanggilnya" (indah) "kayaknya sih yang terakhir, kan tadi kaya pangeran waktu di alunn-alun, tapi lebih cocok cami sih" (nia) "apaan cami" (indah) "calon suami" (nia) sambil tersenyum Tia senyum-senyum didalam selimut karena ucapan mereka berdua teman satu kamarnya ini apalagi dengan ucapan nia tentang panggilannya ke bang sielfa yang lebih cocok di panggil cami "tiaaaaa..! bangun dongggg, gak mau cerita apa sama kita berdua, mentang-mentang habis peluk-peluk babang sayang diatas motor sepanjang jalan" (indah) nia malah menyanyikan lagu "sepanjang jalan kenangan ku salu digendong babang sayang, sepanjang jalan kenangan kupeluk dirimu mesra" (nia) "menambah nikmatnya sore ini" (indah) lanjutnya dan berdua ketawa dengan kencang bersama sampai penghuni kamar sebelah mendatanginya "jangan brisik banget dong aku lagi ada tugas banyak, bikin buyar pikiranku aja karena kalian brisik banget" (susi) nia dan indah hanya nyengir kuda dengan menunjukan dua jari tangan berbentuk V "iya ganggu aja" (dini) "maaf soalnya ada yang lagi bahagia banget nih" (inda) "bahagia habis dapat lotre" (dini) "bukan, ini itu lebih dari sekedar lotre, karena ada yang habis ja hemmm" (indah) yang langsung di bungkem mulutnya oleh tia, "apaan" (susi) "baru dapat pacar" (nia) sambil mengedipkan sebelah matanya "bukan pacar tapi calon ayah dari anak-anak nya" (indah) lanjut menjawab karena mulutnya sudah gak dibekap oleh Tia, karena Tia sedang melototin nia "wah berita hangat nih" (susi) sambil mendudukan bo****nya "mukanya biasa aja dong" (nia dan indah) ucap keduanya "itu kenapa bibir di monyongin segala, sama kenapa tuh muka" (dini) "tau ah" (Tia) sambil merbahkan badannya lagi terus narik selimut
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN