mukanya merah karena malu

512 Kata
jalannya jangan nunduk terus entar kesandung, pa mau di gendong kaya tuan putri" (fariel) membuat Tia berenti jalan lagi karena mendengar ucapan dariku jadi bengong lagi karena kaget atau pertama kali mendengar ucapan seperti itu "kok malah berenti lagi, pa beneran mau kugendong tuan putri tersayang" (fariel) yang ditanya makin bengong dan pikirannya entah kemana, tanpa menunggu lama langsung kuangkat tubuhnya kugendong didepan seperti seorang putri karena dari tadi diam entah mikirin apa, dan yang di gendong malu sendiri sambil menutupin muka merahnya dengan telapak tangannya didadaku karena untuk pertama kalinya ada yang gendong seperti seorang putri, aku hanya menggelengkan kepala dan tersenyum sambil berjalan menuju tempat memarkirkan motor "gak usah di tutupin tuh muka, pa gak mau lihat mukaku" (fariel) Tiapun langsung mumbuka tangannya tapi malah nunduk, karena masih sedikit ada rasa malu "mau turun ga nih, pa mau ku gendong seperti ini terus, apa mau diantar pulang sambil di gendong" (fariel) dengan tersenyum membuat Tia kaget sedikit syok karena udah sampe ke motornya, tapi dia asik sendiri dengan dunia pemikirannya sendiri, sampai lupa kalo lagi di gendong layaknya putri "ehmmmm, ayok turun, gak malu apa daritadi banyak yang liatin kita dari ujung sana sampe kesini" (fariel) memang dari tadi banyak memperhatikan kita, yang mungkin seperti pasangan yang sangat romantis "romantis banget, jadi pengen" ucapan dari salah satu mereka yang melewati kita aku hanya tersenyum kearah satu dari mereka sebagai jawaban mungkin memang banyak pula yang buat cewek iri karena digendong seperti layaknya kekasih dari ujung sampai ketempat parkiran, banyak pula yang mengacungkan jempol kearahku karena salut setelah Tia turun dari tapi masih sedikit nunduk karena malu karena banyak yang lihatin dan banyak pula yang bilang "adududuhhhhhh so sweet banget jadi pengen" "ayok naik, apa mau disini terus" (fariel) dan diapun naik motor dengan masih menundukan kepalanya "pegangan dong entar jatoh, aku kan gak mau calon ibu dari Anak-anak aku kenapa-kenapa" (fariel) dia malah makin bengong dan malu mukanya jadi tambah merah, jadi langsung aku tarik tangannya untuk berpegangan, karena yang ditarik tangannya hanya diam, diperjalanan pulang tidak ada pembicaraan apapun kecuali menanyakan kosnya dimana setelah beberapa menit barulah sampai depan rumah kos "ayok turun, dah sampai nih, jangan peluk-peluk terus, tuh teman-teman mu pada liatin" Tia turun tapi mukanya masih nunduk malu karena temen se kosnya pada liatin "udah sana masuk, jangan nunduk terus, pa mau di gendong lagi kaya barusan" (fariel) "hahhh" ((Tia) sambil menggelengkan kepala "ya udah sana masuk, kalau belum masuk aku tungguin terus sampai masuk kedalam rumah nih" (fariel) Tia langsung lari sambil menundukan kepalanya karena malu digodain mulu samaku akupun langsung capcus pulang dengan rasa yang sedikit senang karena baru jadian untuk yang pertama kali, karena dari dulu memang tidak mau pacaran kalau belum umur 20thn apalagi masih duduk di bangku sekolah, walau banyak cewek yang suka dan bahkan ada yang terang-terangan menembak didepan kelas dan teman-temannya, tapi semua itu ditolak, karena gak mau rusak waktu untuk belajar, karena itu bagiku gak penting selain belajar. dan nolaknya juga dengan baik-baik, jadi membuat mereka tak terlalu kecewa dengan jawabanku sampai depan kos bertepatan dengan Adzan Maghrib
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN