Jawabanku

389 Kata
aku mau jadi pacarmu dan juga calon ayah dari anak-anak kita, tapii" (fariel) dengan menggantungkan ucapannya "tapi apa" (Tia) "aku hanya orang biasa yang hanya seorang anak petani, dan aku juga sama seorang petani biasa, sekarang kerjaku juga hanya seorang kuli" (fariel) "lah terus kenapa" (Tia) "pa kamu gak malu" (fariel) "enggak, karena itu semua aku gak butuh, yang aku butuhkan itu rasa sayang dan nyaman dan juga kesetiaan untuk selalu bersama dalam suka maupun duka" (Tia) "tapi aku belum punya apa-apa kalo untuk nikah, karena yang aku ingin ketika nikah nanti aku sudah punya rumah untuk kita tempati bersama setelah menikah, dan juga punya sedikit tabungan untuk kebutuhan kita hidup bersama" (fariel) "apalagi sesudah kita menikah dan punya anak" "akan butuh banyak tabungan saat kau sedang isi, dan butuh uang untuk persalinan nanti" "ah kok aku jadi terharu ya, dan bikin aku jadi pengen punya calon seperti itu" kata salah satu dari mereka, karena kata-kata yang aku ucapkan membuat dari mereka jadi terharu, iri mungkin, ada pula yang tersenyum karena kejujurannya yang diucapkan barusan, dan ada yang meneteskan air mata karena mendengar ucapanku yang begitu menyentuh hati "baiklah kalo itu mau mu" (Tia) dengan rasa sedih campuraduk "iya aku mau jadi pacarmu, aku juga ada rasa yang sama denganmu Astria" (fariel) "jadi kamu beneran mau" (Tia) "iya Astriaku sayang, aku mau" (fariel) membuat Tia mukanya memerah karena di panggil Astria sayang baru pertama kali ada yang memanggil sayang dari cowok, karena baru pertama kali suka sama cowok, karena belum pernah pacaran "yeeeeeee" ucap mereka disekiling kita dengan teriakan dan tawa senang karena ada yang baru jadian mungkin atau baru diterima jadi pacarnya "selamat ya" ucap mereka bergantian kepada kita "iya makasih" (fariel, Tia) ucap kita berdua dengan melihat kan senyum bersama dan mereka semua juga tersenyum dan kembali ke urusan dan pasangan mereka masing-masing tentunya "tadi aku ga salah dengar kan" (Tia) "enggak Astria sayang" (fariel) dengan senyumannya membuat pendengar senyum-senyum sendiri dan menundukan kepalanya karena takut ketahuan kalau mukanya sudah merah "yuk pulang, dah mau Magrib" (fariel) Tia cuman ngangguk, sehingga aku langsung menarik tangannya, tapi yang ditarik malah gak gerak malah bengong karena baru pertama kali bersentuhan tangan "kok malah bengong, pa gak jadi pulang, mau jadi patung" (fariel) sambil menggerakkan tangannya didepan mata pacar baru Tia kembali nunduk malu dan muka merahnya karena ketahuan bengong
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN