Ditembak Duluan

439 Kata
Tia langsung naik ke motor dan akupun langsung menjalankan motorku ketempat yang dituju, Tia juga langsung melingkarkan tangannya untuk pegangan, yang mungkin kalo orang lain liat itu seperti sepasang kekasih yang sedang romantis, karena pegangan tangannya yang melingkar dipinggangku, dan juga menyenderkan kepalanya kepundak, jadi tambah wowwww kalo orang lain lihat dan bikin iri bagi yang melihat, apa lagi yang jomblo yang jiwanya pasti meronta-ronta dan mungkin menghayal kapan bisa begitu dan setelah beberapa menit mengendarai motor, kini sudah sampai ditempat tujuan "duduk dimana nih, kayaknya penuh dengan orang lagi berduaan" (fariel) "emmm disana aja, kayaknya ada yang bisa untuk kita duduk" (Tia) "ya udah ayokk, tapi kita beli minuman sama cemilan dulu ya" (fariel) "ya dah ayok" (Tia) dan kita pun langsung berjalan tuk beli minuman dan cemilan, setelah didapatkan apa yang akan dimakan dan minum kita jalan menuju tempat yang sedikit agak sepi untuk bisa duduk setelah sampai kita langsung mendudukan b****g kita masing-masing dengan beralasan sandal sambil menatap indahnya danau didepan mata kita pun kembali ngobrol, dan terkejutnya ketika Tia mengucapkan sesuatu "mas Sielfa, ada yang mau aku omongin ke mas" (Tia) "mau ngomong apaan, tinggal ngomong aja gak usah malu, kaya sama siapa aja" (fariel) Tia Menundukkan kepalanya dan berucap "sebenar nya aku tuh suka mas Sielfa dari pertama mas bantuin aku dipasar waktu itu, apalagi hampir setiap malam kita ngobrol lewat telephon, aku jadi tambah suka dengan mas, mas mau gak jadiiiii" (tia) menggantungkan ucapannya "jadi apaa, kalo ngomong yang lengkap dong, jangan bikin aku bingung, dan nunduk mulu tuh muka" (fariel) sebenarnya dia nunduk karena mukanya merah nahan dan malu karena akan mengucapkan sesuatu "mau gak jadi pacarku, dan jadi calon ayah buat anak-anak kita nanti" (Tia) sambil mengangkat kepalanya dan memandangi muka ku dengan ucapan sedikit agak keras, sehingga membuat orang yang tidak terlalu jauh dari tempat kita duduk juga mendengarnya, dan membuat mereka kaget karena ada yang sedang menembak, dan yang nembak itu cewek duluan "ahh so sweet banget" ucapan dari mereka yang disebelah kita "terima, terima, terima, terima" itu ucapan dari mereka yang ada disekitar sehinnga membuat aku jadi bingung, dan yang nembak juga takut karena cuman dianggap temen nantinya, apalagi dengan adanya mereka yang meneriaki untuk menerimanya, kalo gak diterima kan jadi tambah malu didepan mereka semuanya yang meneriaki. tapi ada juga yang salut sambil mengacungkan jempolnya karena cewek berani nembak duluan ditempat yang ramai ini bahkan gak sedikit pula yang membuat cowok iri karena ada cewek cantik yang nembak cowok duluan, apalagi dengan kata-kata yang diucapkan tadi "aku mau jadi pacarmu dan juga calon ayah dari anak-anak kita, tapii" (fariel) dengan menggantungkan ucapannya tunggu di episode selajutnya yaaa!!!!!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN