malam pun berganti pagi, aku bangun seperti biasa ketika suara Adzan Subuh, aku bangun untuk melaksanakan kewajiban ku, dan terus membantu memasak pagi, setelah selesai langsung makan bersama, dan terus berganti pakaian untuk kekebun
ya seperti inilah keseharian orangtuaku, merawat kopi-kopi dikebun, tak pernah kenal lelah pantang menyerah
ini juga kewajiban ku sebagai anak yang selalu membantu orang tua untuk membasmi atau menebas rumput-rumput liar dan memotong ranting-ranting yang kering dan tunas baru
memang tak cukup lebar tapi cukup untuk hidup ku kelak nanti bersama keluarga kecilku, karena aku terlahir dari seorang tani dan dibesarkan dari hasil bertani
Tiga hari sudah aku membersihkan kan kebunku dan hari ini pula aku harus menepati janjiku untuk kembali bekerja
"Pak, Ma, aku mau berangkat sore ini juga, karena sudah selesai dikebun" (fariel)
"kenapa gak besok aja, sekarang istirahat, emang gak cape setiap hari berangkat pagi pulang sore terus dari kebun" (mama)
"gak kok Ma, karena aku izinnya hanya sampai hari ini aja, takut nanti malah kena marah karena gak menepati janji, jadi sore ini aku berangkat ya" (fariel)
"ya sudah, kalau gak cape" (bapak)
"kalau gitu aku siap-siap dulu ya ma, sekalian mau nyuci motor dulu" (fariel)
"iya, sana" (mama)
dan aku langsung nyuci motor disamping rumah
setelah bersih langsung aku masuk untuk siap-siap, lalu ku gendong tas ku menuju orang tuaku
"Pak, Ma, aku berangkat ya" (fariel)
"iya, ati-ati dijalan ya" (bapak)
"iya" (fariel) sambil mencium tangan orangtua ku
"jaga kesehatan disana, jangan banyak begadang kalau kerja" (mama)
"beres, Assalamu'alaikum" (fariel)
"Waalaikumsalam" jawab bersamaan
dan aku langsung berangkat