karena malam ini malam minggu, seperti biasa vc an selayaknya anak muda yang sedang kasmaran
bakal vc sampe pagi karena tak ada yang bisa mengganggu, karena sekarang sedang berada dirumah, didalam kamar sambil rebahan
HP ku berdering tanda panggilan vidio masuk, siapa lagi kalau bukan dari bidadariku Canis 'calon istri'
"Hallo Assalamu'alaikum Canisku" (fariel)
"Waalaikumsalam salam Camiku tersayang" (Tia)
"lagi ngapain nih" (fariel)
"biasa cuman duduk-duduk aja" (Tia)
"kenapa gak kluar malam ini" (fariel)
"gak ah, gak ada Cami gak seru" (Tia)
"ah MASA" (fariel)
"kalau masak mah didapur, beneran dong Camiku sayang, canis kesepian kalau keluar tanpa adanya Cami disampingku, berasa ada yang kurang tapi gak tau itu apa" (Tia)
"ahhh sosweet banget sih, aku jadi berasa benar-benar beruntung bisa diharapin untuk selalu ada, kemanapun kamu melangkah(fariel)
ya udah kapan" sambil mengedipkan sebelah matanya
"iih, jangan dulu dong, sabar yaaaa, ngebet banget sihhh" (Tia)
"apanya yang ngebet, kan Cami cuman bilang kapan jalannya, hayo mikir apaan hayoooooo ngaku" (fariel) sambil tertawa kecil
"hayooooo mikir apaan jujur" (fariel)
sedang Tia hanya tersenyum
"duh senyumnya meluluhkan duniaku, jadi gak sabar" (fariel)
"iih, cami ni, senang banget mancing-mancing aja deh" (Tia)
"lahhh emang Cami mancing apaan, mancing ikan" (fariel)
"gak ada" (Tia)
"hayooo pasti mikirnya lain lagi, hayooo" (fariel)
"iih tambah nyebelin aja" (Tia) dengan memajukan bi*** bawahnya yang bentar lagi bisa jatuh
"awas tu jatuh cabenya" (fariel)
"hah cabe, mana" (Tia)
"tuhh" (fariel) tunjukku pada bi*** ku sendiri
"iih nyebelin" (Tia)
"nyebelin apa ngangenin nih" (fariel) godaku
"dua-duanya, nyebelin iya ngangenin pun iya" (Tia)
"oke deh Cami Terima, tapi senyum dulu dong, katanya kangen, masa Cami dicemberutin mulu, kaya lagi apaaaa ya" (fariel)
"emang kaya apaa" (Tia)
"adadehh" (fariel) sambil tersenyum
"kayak apaan coba, jangan bilang kaya bebek ya" (Tia)
"bukan Cami lho yang bilang" (fariel) sambil tersenyum
"tuhkan, Cami nyebelin" (Tia)
"makanya senyum dong, masa dicemberutin mulu" (fariel)
Tia langsung memaksakan senyumnya
"kok senyumnya pait sih gak manis" (fariel)
"taro gula biar manis" (Tia)
"gak ahh, senyummu aja dah manis, tapi yang iklas senyumnya, karena CANTIK ITU DIMULAI DARI SENYUM" (fariel)
"kata siapa" (Tia)
"kata ku lah barusan" (fariel)
"iya iya, nih senyum buat Cami seorang" (Tia) sambil melihatkan senyum manisnya
"duhhhh manisnyaaa" (fariel)
"gombal aja terus" (Tia)
dan aku hanya senyum dengan menunjukkan sederetan giginya
"Cami kapan berangkat lagi" (Tia)
"besok sore berangkatnya, kenapa, dah gak tahan" (fariel)
"iiih nyebelin" (Tia)
"kok nyebelin, kan kangennya yang udah ga bisa ditahan maksudnya" (fariel)
"iya, kangen tau, puass" (Tia)
"belom puas kalau belom, hmmm apa yaa" (fariel)
"tuh kan nyebelin lagi" (Tia)
"besok Cami pagi sampai siang harus kekebun dulu, alnya belom selesai kerjaanya dikebun Canisku, sayang ku, bidadari ku, cinta ku, manisku, manjaku dan hmmmmm" (fariel)
"hmmm apaan, yang jelas dong, jangan bikin penasaran" (Tia)
"apa aja, nanti kalau udah waktunya ku kasih taunya" (fariel)
"iiihh sekarang pokoknya" (Tia)
"apanya tuh yang sekarang, dah ga sabar ya" (fariel)
"ih nyebelin lagi kan" (Tia)
"iya calon ibu dari anak-anakku, makmum ku" (fariel)
"cami dah ngantuk ya, nguap-nguap mulu, kaya gorila nguapnya" (Tia)
"iya nih, maaf ya gak bisa nemenin malam minggu sampai tengah malam" (fariel)
"iya gak papa, ya udah cami tidur aja, gak usah dimatikan VC nya, canis mau lihat beruang tidur seperti apa sih" (Tia)
"ih jahatnya dibilang beruang, tapi ga papalah, asal beruang nya selalu sama kamu terus" (fariel)
"ya udah bobo biar Canis nyanyiin dari sini" (Tia)
"ok sip Canisku tersayang" (fariel)
Tia langsung nyanyikan lagu nina Bobo
cami bobo
oh cami bobo
kalau tidak bobo
disuduk kerbo
diulang-ulang terus hingga aku benar-benar tertidur