minta maaf

519 Kata
"ini rambutnya kenapa diginiin, bagusan pun seperti biasanya, lurus gak kek gini" (fariel) "ini tuh keren tau, gaya baru" (Tia) sambil memegangi rambutnya "iya, tapi bagusan yang lurus menurut ku sih, tapi demi bidadari ku ini, semuanya tetap bagus dan cantik" (fariel) "mau mulai nih gombalnya" (Tia) "gak ahh, mau ngomong apaan sih, jangan kelamaan ya, gak enak sama yang lain, cami kasih waktu 15menit ya" (fariel) "ok camiku sayang" Tia langsung tarik nafas terus dihembuskan dan "sebenarnya bidadari mu ini cuma mau minta maaf atas sifatku yang kemaren yang suka marah-marah gak jelas sama cami, terus ngambekin cami gitu aja, aku jadi kepikiran terus sampai gak bisa tidur, seharusnya aku bisa ngertiin cami juga, jangan cuman maunya diperhatiin terus, apalagi cami kan kerja, kerjanya juga dari pagi sampai sore, terkadang juga harus lembur, pasti cami cape banget, jadi gak bisa ngabarin aku untuk kangen-kangenan lewat VC, jadi cami maafin bidadarimu ini ya, aku janji gak bakal ngambek lagi, marah lagi, cuekin cami lagi, aku bakalan berubah, dan akan selalu ada disaat cami butuh bidadarimu ini, jadi tolong maafin calon istrimu ini" (Tia) ucapnya panjang lebar "udah cami maafin dari kemaren malam sebelum tidur, karena itu juga salah cami yang lupa ngasih waktu sedikit untuk bidadari ku ini, makanya pagi tadi cami nelpon, itu sebenarnya untuk minta maaf, tapi karena kamu juga baru sadar dari alam mimpinya makanya gak jadi cami minta maaf, maafin cami juga yang gak bisa ngasih waktu saat kamu butuh" (fariel) "dah sana pulang" (Tia) "ngusir nih, kan masih ada waktu" (fariel) "dah sana, biar bisa istirahat, cami harus jaga kesehatan" (Tia) "ok, gak pengen dipeluk dulu nih" (fariel) godanya "gak, dah cukup disuapin aja, nanti takut gak bisa bobo cantik kalau dipeluk, yang penting kangenku terobati, jangan lupa bayar ya" (Tia) "ok Canis" (fariel) "canis apaan, cantik dan manis" (Tia) "calon istri" (fariel) "dah ah gombalnya, cepetan bayar" (Tia) langsung ku hampiri penjualnya "berapa Pak bakso spesialnya dua" (fariel) "ohh, 40 cuma de" ucap penjual "ini Pak" (fariel) sambil menyerah kan uang Limapuluhan pada Bapa tukang bakso "ini de kembaliaanya, makasih" ucapnya "iya sama-sama" (fariel) langsung ku hampiri si Canis "udah yuk balik" (fariel) Tia langsung melingkarkan tangannya dilenganku "gak malu diliatin banyak orang, Pak satpam juga senyum-senyum tuh" (fariel) "biarin, biar mereka tau kalau cami itu cuman punyaku dan untuk aku selamanya" (Tia) aku hanya tersenyum kearahnya "ya dah ini lepasin dulu tangannya, ini dah sampai dimotor, apa mau diantar sampai dalam juga" (fariel) "gak usah, lain kali aku mau dibonceng pakai ini lagi aja" (Tia) sambil berharap "gak tau" (fariel) "kenapa" (Tia) dengan sedikit kecewa "gak papa, boleh kok, tapi jangan cemberut, senyum dulu dong Canisku sayank" (fariel) "ok, janji ya" (Tia) lalu tersenyum "nah gitu kan enak dipandang, mana senyumnya bikin pengen lagi" (fariel) "ngaco, tunggu sampai waktunya" (Tia) "kan cuman pengen nyubit tuh pipi gemes banget liatnya, iiiiiihhh" (fariel) sambil mencoba meraih pipinya Canis "udah sana pulang, entar telat dimarah si bos" (Tia) "ok" (fariel) lalu kupakai helmku dan kunyalakan motornya "bentar" sambil menarik tangan kananku lalu diciumnya "d**a camiku sayank" (Tia) aku hanya mengangguk, dan langsung jalan menuju rumah
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN