Jangan buatku betah

623 Kata
Sampai didepan kos putri "dah sampai nih, turun jangan membuatku betah gak bisa pulang, kalau dipeluk terus" (fariel) sambil melihat ke arah tangan yang masih setia melingkar yang disuruh gak ada jawaban, begitu aku lihat lewat spion rupanya sedang memejamkan kedua matanya, entah karena kelelahan karena perjalanan yang cukup panjang jadi tertidur atau hanya memejamkan matanya saja "yank bangun, dah sampai nih" (fariel) sambil menggoyangkan tangannya "ohhh udah sampai ya, maaf" (Tia) yang baru membuka matanya, dan masih setia dengan kedua tangan yang masih asik dengan memelukku dan menyenderkan badannya dan kepala diatas pundakku "iya, bidadari bumi" (fariel) "ih siapa yang lagi bumil alias ibu hamil" jawab Tia yang belom sepenuhnya terkoneksi aku tersenyum mendengar ucapannya "siapa yang bilang bumil, rang bilangnya BIDADARI BUMI KU" (fariel) dengan sedikit mengeraskan suaranya biar gak salah sambung lagi "ohh" (Tia) dengan menundukkan kepalanya dibalik punggungku karena malu "ini gak mau turun nih, masih betah peluk-peluknya, entar abang ga bisa pulang nih, yang ada nginep disini kalau dipeluk terus sama bidadari begini" (fariel) sambil memegang tangannya yang melingkar "iya bentar" (Tia) "iya, tapi jangan kelamaan, gak enak banyak yang lihat, apa lagi satpamnya lihatin terus tuh" (fariel) "hah" (Tia) langsung melepaskan tangannya dari pinggang ku yang sedari tadi memelukku, dan celingak-celinguk kesana kemari "turun ya, pa mau aku gendong sampai dalam, biar bang minta izin kesatpamnya" (fariel) karena Tia gak mau turun malah menyenderkan kepalanya dibalik punggungku, yang mungkin malu karena banyak yang lihat kearahnya dengan senyuman dan beberapa yang bertepuk tangan lalu memberikan jempol dari lantai atas dan bawah "aku gendong beneran nih" (fariel) sambil mencoba untuk turun duluan walau masih ada yang menyenderkan badannya "iya camiku tersayang" (Tia) lalu turun "sebelum masuk bang boleh gak minta sesuatu darimu" (fariel) Tia hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuannya "aku ingin pulang dan tertidur dengan dengan ditemani senyuman manismu" (fariel) dengan senyumannya "ihhh apaan sih, gombal mulu" (Tia) lalu tersenyum manis "senyummu membuatku jadi mengerut kan keningku" (fariel) "ihhh apaan sih" (Tia) "karena senyumanmu begitu manis jadi keningku ikut mengkerut milihatnya" (fariel) sambil menunjukkan kening nya "ihhh, gombal" (Tia) Aku hanya tersenyum kearahnya "dah sana pulang" (Tia) "ngusir nih, gak nyuruh masuk dulu" (fariel) "cowok gak boleh masuk kedalam rumah kos cewek" (Tia) "ya sapa tau pengen melukku kaya bantal guling seperti yang temanmu katakan" (fariel) "ihhh dasar, mereka emang mulut ember" (Tia) "dah ah sana pulang" (tia) sambil mendorongku untuk pulang "gak ingin peluk dulu" (fariel) "gak, belom sah" (Tia) "tapi bukannya kamu suka memelukku terus gak mau lepas" (fariel) "iya tapi itu beda, itukan aku yang meluk dari belakang bukan berpelukan" (Tia) aku hanya tersenyum dengan tingkahnya sedang memajukan bibir yang mau jatuh "senyum lagi dong biar aku pulang" (fariel) sambil menyodorkan tangannya untuk dicium layaknya anak yang mencium tangan orang tuanya Tia seolah terhipnotis langsung mencium tanganku lalu tersenyum manis akupun langsung naik motor untuk pulang. tak lupa melambaikan tangannya "d**a bidadariku yang paling cantik dan muaaaaaaanis" (fariel) yang memanjangkan kata manis di akhir kata "lebay, dah sana camiku tersayang" (Tia) lalu berbalik badan tuk masuk ke dalam rumah akupun langsung tancap gas untuk pulang, tak lupa memberi salam pada pak satpam yang sedang jaga malam Sampai di kos tempat kerja aku langsung memasukkan motorku kedalam, dan masuk kamar untuk melepas jaket dan celana panjangku tapi masih pake kaos dan celana pendek atau celana bola lalu kuambil handuk untuk mandi setelah mandi tak lupa ambil air wudhu untuk melaksanakan shalat yang tertinggal karena waktu juga sudah menunjukkan jam 21:00 jadi harus mengqadha shalat yang ditinggalkan setelah selesai dengan shalatnya aku langsung membaringkan badan untuk tidur tak lupa mengirim pesan ? "selamat tidur bidadariku, mimpi indah ya, dan berdoa, dan sebut namaku sebelum tidur" ? "masih aja gombal, iya sayangku calon imamku" balasnya dan kamipun tidur
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN