ayok" (fariel) sambil menarik tangannya tuk ku gandeng
"aku dah beli tiket masuknya" (Tia) sambil memperlihatkan dua lembar kertas tiket masuk
"makasih ratu ku" (fariel) dengan tersenyum
"iya pangeran" (Tia)
"ayok masuk" (fariel) sambil bergandengan tangan
Tia menyerahkan tiket masuknya ke penjaga palang pintu, setelah menyerahkan tiket dan diperbolehkan masuk, kita langsung masuk kedalam kebun
ada pohon apel yang sedang berbuah dan setrowberi yang buah juga, dan nanas juga juga ada
kita berjalan menuju kebun setrowberi mengikuti tuan putri yang ingin makan buah kesukaannya,
tertulis di plang yang ditunjukkan untuk pengunjung bahwa hanya boleh mengambil yang sudah matang dengan gunting yang tersedia
akhirnya ku ambil gunting, dikeranjang kecil yang diberikan oleh mereka
"yuk, ni dah siap" (fariel)
Tia langsung mengambil gunting ditanganku, sedangkan aku hanya memegang keranjang kecil sambil berjalan mengikutinya dari belakang
dan beberapa kali juga minta difoto tak lupa pula foto berdua walaupun banyak foto-foto dia di hpku dengan berbagai gaya
setelah puas di kebun strowberi lanjut ke kebun apel
disini juga sama, tapi hanya boleh memetik 4 buah saja perorang, boleh dimakan di tempat boleh dibawa pulang
tak lupa foto-foto juga biar makin lengkap untuk kenang-kenangan nantinya sambil bergaya anak muda sepasang kekasih yang sedang makan buah apel dengan saling menyuapi
Setelah lama di kebun buah menikmati buah kesuakannya, dan hanya memakan sepotong nanas di cuaca panas ini karena memang kurang suka dengan buah nanas bukan berarti takut keguguran karena gak ada yang lagi ham**. Akhirnya menyerahkan gunting dan keranjang kecil yg berisi beberapa buah untuk dibungkus lalu keluar dari dalam kebun, karena perut dah minta diisi dengan makanan
ketika keluar dia bersikap sangat manja yang minta tangannya di gandeng tapi bukan di jari-jari tangannya melainkan di lengan tanganku, entah setan apa yang merasukinya. Akupun hanya menurutinya takut nanti bibirnya jatuh lagi karena cemberut tidak menurutinya
kita pun berjalan sampai ke parkiran dengan bergandengan tangan sampai di parkiran membuat orang melihat dan terus membicarakan kita tentunya
"romantis banget nih" ucap salah satu pengunjung wanita dengan teman-temannya
"takut ada yang ambil ya ka, sampai digandeng kaya kereta api" salah satu dari mereka
"kaya mau nyebrang aja"
"jadi iri aja"
"iya, bikin jiwa jombloku merana" dengan expresi sedihnya
"merana apa merene"
aku hanya membalas dengan senyum
"istrinya lagi ngidam ya bang" dari salahsatu cowok yang juga ada di antara mereka
aku hanya tersenyum sambil menganngukkan kepalanya, walau sebenarnya dia gak lagi ham** apalagi ngidam
"kayaknya sih, manja banget, dari berangkat sampai pulang minta digandeng mulu, dan meluknya juga lama banget tadi pagi diatas motor" jawab temannya yang disebelahnya
"semoga langgeng terus ya" lanjutnya dari mereka
"terimakasih" jawab ku dengan tersenyum sambil menyerahkan kertas parkir
setelah itu lanjut ke motor menuju tempat makan untuk mengisi perut yang keroncongan
"lepasin dulu tangannya dong, ni mau naik motor kekmana kalau digandeng terus, apa mau ku gendong lagi" (fariel) bisikku
"dah nih bang motornya" kata mereka yang mengeluarkan motorku dari barisan
"oh ya Makasih" (fariel)
"kayaknya gak mau pulang tuh bang istrinya" kata dia lagi
"lagi minta sesuatu kali bang"