"kayaknya gak mau pulang tuh bang istrinya" kata dia lagi
"lagi minta sesuatu kali bang"
aku hanya tersenyum, sambil berkata dalam hati
"kapan kita nikahnya, dibilang istriku"
"minta di gendong kali tuh tuan putrinya pangeran" (indah) yang tiba-tiba nongol entah dari mana bersama nia juga dan cowoknya
aku hanya tersenyum sambil memperlihatkan gigiku, karena kepergok Teman-teman nya Tia, yang sudah kenal beberapa minggu yang lalu, dan suka banget isengin kami kalo lagi VC ataupun teleponan,
Tia yang melihat temennya malah makin erat dan malah menyenderkan kepalanya, yang membuat mereka geleng-geleng kepalanya termasuk aku juga
"adududuh, tuan putri makin lengket dan mepet nih" (nia) sambil menggoda Tia dengan menarik-narik tangan lalu bajunya supaya mau lepasin gandengannya
"kayak Aishwarya Rai dan Shah Rukh Khan di mohabbatein aja" (indah)
"bentar lagi joged dong" (nia)
"humko hamise chura lo
dil main kahin tum chhupa lo" (indah) sambil bergaya ala Bollywood
"aaa aaa aa, la la la la la" lanjut " (nia dan indah) ucapnya sedikit keras
lalu tertawa bersama mereka berdua dan juga buat yang lain tersenyum karena melihat tingkah mereka berdua sedangkan cowok mereka hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihatnya
"iriiiii...!, noh cowoknya di gandeng juga" (Tia) sambil melepaskan tangannya dari lenganku
aku hanya geleng-geleng kepala melihat Tia begitu pada teman-temannya atau sahabatnya
"mau kemana pangeranku" (nia) ucapnya padaku untuk membuat Tia cemberut karena CAMI nya digodain
"mau makan" (Tia) jawab dengan nada marah
"udah dong jangan bikin bidadariku ngambek, tega bener" (fariel)
Tia yang mendengar itu tersipu malu, lalu memelukku lagi didepan mereka
"lah kok pelukan lagi" (indah)
"Lama-lama kaya teletubbies deh, bentar-bentar berpelukan" (nia) sambil memeluk indah disebelahnya, karena cowok mereka sedang mengeluarkan motornya
"bukan berpelukan sih tapi memeluk" (indah)
"udah meluknya, gak akan ada yang ngambil abang bidadariku sayang, kan abang cuman punya kamu seorang, ga ada yang lain dihati abang" (fariel) ucapku yang masih didengar mereka
"tuh dengarin pangerannya ngomong, kita juga gak bakalan rebut tuh pangeranmu, kita juga dah ada yang punya, iya gak ndah" (nia)
"iya bener banget" (indah)
"udah ya, katanya lapar mau makan" (fariel)
Akhirnya Tia melepaskan pelukannya, dan akupun langsung naik ke atas motor
"yuk naik" (fariel)
"sini kantong plastiknya taro didepan aja, biar kamu puas meluk aku dari belakang" (fariel) sambil meminta kantong plastik di tangannya dengan
"ih gombal, bilang aja minta dipeluk" (tia)
lalu menyerahkan kantong plastik yang berisi buah-buahan terus naik keatas motor
"udah belom" (fariel)
"udah" (Tia) yang langsung melingkarkan tangannya
"kalau udah turun dong" (fariel) sambil tersenyum
"iiiihhh, jalan aja belom" (tia) lalu cemberut dengan bibir yang mau jatuh
aku hanya tersenyum melihatnya, dan akhirnya aku pun langsung tancap gas menuju tempat makan yang diinginkan nya