Ada yang cemburu

652 Kata
aku hanya tersenyum melihatnya, dan akhirnya aku pun langsung tancap gas menuju tempat makan yang diinginkan nya yaitu makan ikan bakar setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya sampai ditempat yang di tuju yaitu Warung Ikan Bakar "Ayok turun, dah sampai nih" (fariel) dan Tia pun lansung turun, aku lansung menuju tempat untuk memarkirkan motor khusus roda dua. setelah memarkirkan, langsung menuju bidadariku "ayok masuk" (fariel) sambil menarik tangan Tia untuk mengikuti ku mencari tempat yang kosong dan nyaman untuk santai, yaitu paling pinggir atau pojok, biar mojok berduaan gitu maksudnya, takut nanti kambuhnya kembali lagi mode manjanya setelah didapat tempat yang diinginkan kita pun masuk kedalam pondok, tak lupa pula lepas sepatu, karena duduknya itu lesehan tidak ada bangku hanya ada satu meja setelah masuk dan duduk diatas tikar, pelayan makanan datang untuk menanyakan apa yang mau dipesan nya "permisi, mau pesan apa bang dan kakaknya" tanyanya "ikan bawal bakar minumnya kopi biasa pahit tanpa gula" (fariel) karena sudah terbiasa minum kopi tanpa gula, untuk menjaga kesehatan "ok, kalau kakaknya" tanyanya "sama ikan bawal, minumnya teh hangat aja" (Tia) "ok, tunggu sebentar ya bang dan kak, permisi" ucapnya lalu pergi sambil menunggu pesanan datang kita ngobrol, karena dah pasti sedikit lama untuk menunggu pesanannya datang, apalagi kalau siang waktunya untuk makan siang pasti lumayan rame "yank" (fariel) "apaan" (Tia) yang sedang asik memainkan hpnya sambil menyenderkan kepalanya kebahu kiriku "lagi ngpain sih, kok aku dicuekin" (fariel) "lagi balas chat dari dari indah dan nia, yang katanya juga makan disini tapi didalam mereka" (Tia) "oh" kujawab singkat "mana HP abang" (Tia) kuambil hp dalam kantong jaket lalu kuserahkan padanya "nih, mau untuk apaan sih" (fariel) "mau lihat foto-foto yang tadi" (Tia) langsung diambilnya HP ku dan membuka kunci HP lalu melesat ke album foto untuk dilihat-lihat Tia tersenyum ketika melihat foto yang satu ini, yaitu foto sedang makan buah apel berdua saling menyuapi, tak lupa juga dikirim ke hpnya sendiri lalu dibuat story di sosial media nya, dari WA, f*******:, dan i********: dengan caption 'sweetheart' , gak cuman di HP dia aja dia posting bahkan sosial media ku pun sama bahkan dengan caption calon ibu dari anak-anak ku 'bidadariku sweetheart'. aku yang melihatnya hanya menggelengkan kepala dengan tingkahnya yang lucu karena mungkin ingin memberikan pengumuman kalau sekarang sudah ada yang memilikinya setelah beberapa menit menunggu sekitar 10 menitan mungkin pesanannya pun datang "permisi, ini pesanannya, kalau ada yang kurang bilang biar nanti saya antar kemari" (pelayan) "gak ada kok, semuanya sesuai pesanan, kopinya gak pake gula kan" (fariel) untuk memastikan bahwa pesanannya sesuai apa yang di inginkan "iya ga pake gula, kalau gitu saya permisi ya ka dan abangnya" ucapnya lalu pergi meninggalkan kita "yang habis dipanggil abang mukanya jadi cerah nih dengan senyuman mautnya" (Tia) yang masih memainkan HP nya, sedang membalas pesan "ada yang cemburu nih" (fariel) godaku "engga, siapa yang cemburu" (Tia) lalu mengerucutkan bibirnya "oh gak cemburu tapi kok bibirnya manyun gitu" (fariel) bukannya jawab malah buang muka kesamping "udah dong jangan ngambek, abang kan cuman punya kamu seorang bidadariku sayang" (fariel) Tia langsung melihat kearahku dengan tatapan seperti sedang menginterogasi ku "udah dong ngambeknya, yuk makan, apa mau aku suapin Tuan Putri" (fariel) sambil tersenyum karena gak ada jawaban langsung kuambil sendok dan menyendokan ikan bakar langsung "aaa" (fariel) menghadapkan sendok berisi ikan bakar kearah mulutnya, berharap dengan menyuapinya mode ngambeknya bisa berkurang Tia pun membuka mulutnya, aku tersenyum melihatnya kayak anak kecil yang sedang ngambek karena minta sesuatu. akhirnya aku suapi lagi dan lagi sampai nasi dan ikan bakarnya tinggal setengah. "makan sendiri ya, bang juga lapar, kamu maunya disuapin tapi gak mau nyuapin abang" (fariel) Tia yang baru sadar langsung makin menundukan kepalanya karena malu dan merah mukanya dengan ucapan ku ini. Karena dari tadi asik dengan hp nya membalas pesan setelah menatapku dengan pandangan yang sulit diartikan "ayok makan, ini harus dihabiskan biar kuat ngambeknya nanti" (fariel) ucapku dengan berbisik Tia mengerucutkan bibirnya lagi
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN