Tanya Hati
Menulis dan menulis hanya tuk menuangkan rasa yang ada, dengan menulis ku merasakan bebas hingga tak terbatas.
Ruang kamar ku benar-benar seperti kapal perang, pita kaset berserakan kemana-mana mungkin salah satu sifat buruk ku selama ini.
Hari ini aku benar-benar fokus pada kerapihan dikamar ku,maklum ibu suka marah bila lihat kamar ku seperti kapal perang. Saat
membersihkan kamar Aku teringat ada undangan dari Fans Group The Beatles yang tersimpan. Hampir setengah jam Aku cari belum juga menemukan undangan itu,
undangan yang membahas info-info terkini tentang personal The Beatles.
Malam ini terasa sepi,ku baringkan badan yang terasa lelah di peraduan
sambil ku setel lagu dari band favorit ku The Beatles,tak lupa juga ku setel jam becker di pukul 5.00 wib karena aku harus bangun tepat.
Angin malam yang masuk diantara celah- celah lubang angin,membuat ku tertidur lebih cepat dan tak lagi merasakan lelah nya mimpi.Driiing... driiing... driiiing jam Becker berdering membangun kan ku dari peraduan mimpi.
Selesai menjalankan sholat subuh.
Aku bergegas ke agent koran tempat biasa Aku mengambil dagang ku. Pagi ini Aku bawa koran 100 Exp dan 8 buah majalah.Jam 5.30 Aku baru mulai jalan berjualan koran, majalah dari satu gang ke satu gang lainnya, begitu juga dari satu kampung ke kampung lainnya.
" Koran..koran..koran " Teriak ku di setiap ayunan langkah kaki ku. Dingin,panas,hujan,debu adalah teman sejati mencari arti mandiri.
Hidup dijalanan hal yang baru, bukan
satu pilihan.Tapi pelajaran hidup yang harus di pilih.
Jam 9.00 pagi sisa koran ku tinggal 10 Exp yang belum laku terjual.Aku lagi malas kadang-kadang Aku obral keteman,di Terminal Bus Manggarai. Klu lagi semangat Aku nongkrong di Puskemas Halimun untuk menghabiskan dagangan ku.Aku selalu bawa 2 koran ke rumah, Kompas dan Pos kota, banyak ke untung nya meski sebagai penjajah koran, Ilmu didapat,suka membaca. Dapat uang tentu nya, lebih awal membaca berita dari pada pembeli.
" Hehehe... " Tawa ku dalam hati
Paling telat Aku pulang dari berjualan koran jam 10.00 pagi. Istirahat, mandi lalu berangkat sekolah.
Hari ini hari pertama masuk Sekolah di SMA, awal sekolah pakai celana panjang,
" hehehe.....biasanya lama pakai celana selutut warna biru, sekarang warna abu-abu..." Kata ku dalam hati. Jam 11.00 siang Aku berangkat kesekolah, Aku selalu naik perahu eretan untuk cari jalan pintas lebih dekat kesekolah dari pada Aku lewati rel kereta api,itu lebih jauh. Jarak sekolah tidak begitu jauh dari rumah. Kira-kira 4 km-5 km. Meski tinggal di Jakarta rumah ku dikampung yang padat penduduknya. Tapi bukan daerah kumuh.Aku berdiri di anak tangga tempat perahu eretan bersandar, perahu masih terlihat ada diseberang sana mengambil penumpang.
" Berangkat sekolah Bar? " Sapa Edy yang menarik perahu eretan. Edy teman main bola ku.
" Iya Ed..." Jawab ku
" SMA diJalan Pariaman bukan Bar? "
Tanya nya sambil menarik seling baja yang terbentang untuk membawa perahu keseberang sana.
" Iya " Sahut ku sambil memberikan ongkos sekedarnya tanpa ada tarif.
" Ayo Ed Aku berangkat dulu." Sahut ku lagi. Setiba diseberang sana lalu menaiki anak tangga menuju jalan raya.Sampai disekolah Aku g langsung masuk kelas,nongkrong dulu diwarung bakso depan sekolah. Terlihat jelas yang mana murid baru dan lama,semua itu terlihat dari bahasa tubuh,diam,bingung,dan harus ngobrol dengan siapa itu ciri anak baru.Disebelah ku berdiri anak cowok sepertinya sama dengan ku sebagai anak baru disekolah ini.
" Eh, anak baru bukan? " Sapa ku memberanikan diri menyapa.
" Iya,Yanto " Kata nya sambil mengulurkan tangannya.
" Akbar. " Jawab ku. Saling berjabat tangan.
Ting.. Ting...ting, bunyi yang di pukul penjaga sekolah. Tanda mulai masuk sekolah. Aku,Yanto bergegas kedalam sekolah
" Siswa-siswi baru berbaris disebelah kanan " Kata seorang Guru memberi intruksi. Aku. Yanto dan semua Siswa-siswi ambil barisan disebelah kanan dan membentuk 2 sap barisan. Hari ini Perkenalan Siswa-siswi baru
bersamaan dengan Upacara hari Senin. Selesai upacara hari Senin. Siswa-siswi baru masuk di aula sekolah. Untuk perkenalan dengan Guru dan anggota Osis.
Kepala Sekolah, Guru-guru serta anggota Osis udh hadir semua di ruang aula Sekolah.
" Selamat Siang anak-anak " Kata seorang Guru membuka sambutan di acara ini.
" Selamat Siang " Salam balik dari Siswa-siswi baru.
" Saya Pak Teguh Guru Fisika. Mengucapkan selamat datang dan bergabung di Sekolah ini, harapan Bapak kalian bisa menjaga dan mengharum kan nama Sekolah ini.
Dalam acara ini Bapak akan memperkenalkan Kepala Sekolah. Guru-guru yang mengajar disini, berikut dengan anggota Osis. Kepala Sekolah kita Bapak Simamora.Bu Rahayu Guru Agama, Bu Erna Guru Kimia,Pak Budi Guru Tata buku,Pak Raharjo Guru Olahraga,Pak Irwan Guru Matematika,Bu Ida Guru Bahasa Indonesia,Bu Mutia Guru Geografi,
Bu Maudy Guru Ekonomi.Pak Yusuf Guru PMP. Pak Andri Guru PSPB. Inilah Guru-guru pengajar di SMA Trisula, Demikian Bapak akhir salam perkenalan ini dan selanjutnya nya akan diisi oleh ke Tua Osis kita saudara Diana..." Kata Pak Teguh mengakhiri salam perkenalan dari Guru-guru.
" Selamat Siang,teman-teman. Selamat datang di SMA Trisula,Saya Diana ketua Osis ingin
memperkenalkan anggota Osis dengan teman-teman disini.
Wakil Osis Rahayu dari kelas 2B IPS. Seksi Olahraga Diah dari kelas 3A IPS. Seksi Kesenian Irma dari kelas 2A IPA.Seksi Gotong royong Budi dari kelas 3B IPA. Seksi Majalah Dinding Wiwi kelas 3A IPS.Terakhir Seksi Konsumsi Wahyuni dari kelas 3B IPA.
Dan harapan saya teman-teman yang baru ini,bisa berkerja sama dengan anggota Osis yang ada. Demikian salam perkenalan di hari pertama " Kata Diana setelah memperkenalkan anggota Osis. Dihari pertama ini belum ada pembagian kelas, masih di kumpulkan dalam satu aula Siswa-siswi baru ini.
" Pengumuman untuk Siswa-siswi baru, besok di hari perkenalan ke dua.anak-anak di wajib kan, memakai tas dari karung tepung,membawa koran bekas 15 dan memakai kalung dari sayuran dan pembagian kelas dari jumlah Siswa-siswi baru 90 orang " Kata Pak Teguh memberi pengumuman.
Jam 11.00 Aku siap-siap berangkat ke Sekolah,seperti biasa Aku naik perahu eretan karena lebih dekat ke Sekolah.
Ku lihat perahu masih ada diseberang sana mengambil penumpang. G sampai 15 menit perahu udh bersandar dimana Aku berdiri menunggu.Perahu ditarik ketengah dengan berkait seling baja sampai diseberang sana, Aku menaiki anak tangga ke atas menuju jalan raya.
Sesampai di Sekolah Aku tak langsung masuk kelas, Aku nongkrong diluar diwarung bakso depan sekolah. Aku
duduk dibangku panjang,banyak juga anak-anak yang nongkrong disini, disamping belakang ku lihat ada kakak kelas,lagi tarik botol kecil anggur merah ramai-ramai.
"Hai gabung" Panggil kakak kelas ku yang rambutnya agak botak.
" Terima kasih Bang " Jawab ku.
Aku tetap duduk dibangku panjang tak bergeser, ku lihat dikejauhan Geng ku Yanto baru muncul.
" Kalungnya kho g dipakai To? " Tanya ku. Saat Yanto baru aja mendekat.
" Ah kamu aja belum pakai " Sahut nya pasang muka cemberut.
Hehehehe. Aku tertawa kecil lihat Yanto marah.
Ting..ting..ting bunyi bell yang di pukul penjaga sekolah,tanda masuk.
Semua Siswa-siswi baru langsung masuk ruang aula sekolah.
" Selamat Siang anak-anak " Salam Pak Teguh.
" Selamat Siang Pak " Salam balik Siswa-siswi baru serentak.
" Hari ini pembagian kelas yang di isi 30 murid setiap kelasnya. 1A,1B,1C.
Nanti Bapak sebutkan nama-nama nya duduk dikelas 1 apa. " Kata Pak Teguh. Aku,Yanto untung satu kelas 1B bersama 28 teman ku yang lain. Setelah selesai pembagian kelas anak-anak dipersilahkan kekelas masing-masing.
" Selamat Siang anak-anak " Salam Ibu Maudy saat masuk kelas 1B.
" Selamat Siang Bu " Salam balik anak-anak.
" Udh kenal nama Ibu kan? " Tanyanya.
" Udh Bu " Jawab anak-anak kelas 1B.
" Ibu jadi Wali kelas 1B,apa kalian setuju..!" Kata Bu Maudy.
" Setuju " Seru anak-anak 1B.
Ibu Maudy lalu duduk dibangku meja ku.
" Nah sekarang kalian harus maju kedepan memperkenalkan diri kalian masing-masing, supaya saling kenal " Kata Bu Maudy.
Satu persatu anak kelas 1B, maju kedepan kelas untuk memperkenalkan diri keteman-teman
barunya.Aku dapat urutan terakhir untuk memperkenalkan diri.
" Nama ku Akbar, tempat tinggal ku di Menteng Jakarta Pusat, Hobby olahraga, dari SMP Manggarai Utara " Kata ku memperkenalkan diri, dihadapan teman-teman baru ku.
Aku duduk dibangku meja favorit ku di belakang tepatnya paling pojok di urutan terakhir barisan meja ke 6.
Ting...ting..ting suara bell yang dipukul oleh penjaga sekolah,tanda istirahat. Aku,Yanto bergegas menuju kantin.
Suasana di kantin ramai sekali,saat Aku perhatikan kedalam kantin ternyata Pak Usman pelangan koran ku yang berjualan dikantin.
" Pak Usman.." Sapa ku menghampiri
" Hai Bos...!" Sahut Pak Usman sedikit kaget melihat Aku ada di Sekolah ini.
" Bar kamu sekolah disini? " Tanya nya.
" Iya Pak disini " Jawab ku.
" Hebat deh bisa sekolah disini, bayarnya bisa bater kan Bar.." Serunya bercanda sambil senyum- senyum.
" Bisa aja Pak Usman " Kata ku.
Hehehehehe... Pak Usman tertawa kecil. Ting..ting.. ting bunyi bell tanda masuk kelas. Aku,Yanto duduk satu bangku didepan meja pelajaran ku Riani dan Wulan.
" Anak-anak sekarang catat daftar jadwal mata pelajaran " Kata Bu Maudy.
" Bu mau tanya korannya dikumpulkan dimana?" Tanya Yanto tiba-tiba buka suara.
" Kumpulkan disini aja Yanto " Jawab Bu Maudy.
" Iya Bu " Kata Yanto.
Selesai mencatat daftar jadwal mata pelajaran. Anak-anak serentak mengumpulkan koran bekas di depan dekat papan tulis. Tak lama bell pun bunyi tanda pulang sekolah.
" Selamat Sore anak-anak " Salam Bu Maudy sebelum keluar dari kelas.
" Selamat Sore Bu..." Salam balik anak-anak 1B. Siap-siap pulang.
" Bar pulang nya bareng " Panggil Yanto dari belakang
" Hai To..pulang kemana? " Tanya ku.
" Aku di Tebet " Sahut nya
" klu kamu dimana? " Yanto balik tanya
" Dekat aja kho dari Terminal Manggarai tinggal nyebrang Sungai "
Kata ku.
" Waah enak donk dekat.." Serunya.
" Hai..Bareng donk.. " Teriak suara dari belakang. Mereka Roy dan Amin berlari menghampiri Aku,Yanto.
Aku pun pulang bareng berempat, santai sejenak di Terminal Manggarai sambil cerita-cerita apa aja. Yanto, Roy, Amin satu jurusan naik Metro Mini 62. Sedangkan Aku tinggal nyebrang ke kali naik perahu eretan.
Malam ini Aku ada rencana nonton di Bioskop Raya yang ada di lantai 1 Pasar Rumput.Film yang Aku lagi tunggu-tunggu. LADY RED film kisah nyata tentang John Dillinger.
Penjahat dan Perampok Bank di Amerika. Jam 18.30, Aku udh ada disana. Lihat-lihat frame Film yang akan di putar Minggu depan.diantrian pembelian tiket udh banyak yang antri membeli tiket.Saat Aku hendak antrian membeli tiket selintas ku lihat Kakak kelas ku yang ku temu di kantin. Dia seperti sendiri sedang melihat frame film yang akan di putar,
" Hai... Kak " Kata ku memberanikan diri menghampiri dan menyapa nya. Dia menoleh ke arah ku meski sedikit terkejut melihat ku.
" Ini Kak yang di SMA Trisula kan? " Sapa ku.
" Iya, ini siapa ya.." Jawab nya
Aku tersenyum kecil melihat kakak kelas ini pura-pura tak mengenal ku.
" Saya Akbar,siswa baru ditempat kakak sekolah. Tadi Sore Aku lihat Kakak di kantin " Kataku menjelaskan
" Oh... " Balasnya masih terlihat sedikit bingung.
" Kak mau nonton bukan " Tanya ku
" G mau lihat-lihat aja dulu film yang bagus " Jawabnya.
Tangannya memainkan rambutnya yang sebahu.
" Bagaimana klu kakak ku ajak nonton bareng..!" Seru ku.
Dia terdiam sesaat ketika Aku bilang seperti itu.
" Filmnya bagus klu mau " Kata ku
" Bagaimana ya..." Sahutnya
" Iya deh..! Seru nya lagi.
" Nah gitu donk,kakak tunggu disini aja.biar Saya beli tiket dulu " Kata ku mempersilahkan kakak kelas ku duduk ditempat tunggu.Setelah mendapatkan tiket Aku hampiri nya.
" Ayo kak udh ada nih tiketnya "Kataku. Dia beranjak dari duduk nya, masih terlihat bingung. Sebelum masuk Bioskop Aku ajak kakak kelas ku beli makanan dan minuman ringan.
" Tadi rencana nya kak mau tonton, apa hanya lihat-lihat dulu film nya? " Tanya ku.
" Cuma mau lihat-lihat dulu sih" Katanya.
" Oh. Kak tinggal dimana " Tanya ku lagi penasaran.
" Jangan bilang kakak donk,kan udh kenal di sekolah. Di Menteng jaya, kebun sawo " Suaranya pelan.
" Berarti tetangga donk, saya di Tenggulun Rt08 " Canda ku.
" Iya kali.." celetuknya seperti malas menjawab.
" Iya Kakak Wiwi ." Sahut ku pelan.
" Tuh ada kalimat kakak! " Serunya.
" Iya Wiwi.."Jawabku mengalah.
Aku dan Kakak kelas ku berdiri dalam antrian masuk Bioskop,10 menit lagi film nya akan di putar.
Selama hampir 2 jam kurang film itu diputar banyak,aksi pembunuhan serta perampokan di selingi juga drama romantis.
" Bar kamu suka film seperti ini? " Tanya Wiwi suaranya pelan.
" Iya, Aku suka karakter John Dillinger, meski dia penjahat tapi ada sisi lain yang Aku suka dari dia" Jawabku menjelaskan.
" Aku takut Bar klu lihat film seperti ini " Gumam Wiwi tiba-tiba memegang tangan ku.
Aku diam tak memindahkan gengaman tangannya dari tangan ku.
Aku cerita sedikit tentang film ini sama Wiwi didalam Bioskop dan seperti nya Wiwi mulai memgerti
" Wiwi bagaimana klu kita makan dulu Sate padang atau Bubur ayam sebelum pulang? " kata ku
" Boleh,tapi Bubur ayam aja "
Jawabnya.
Saat makan Bubur ayam ku perhatikan kakak kelas ku senyum- senyum sendiri, mungkin dia berpikir g nyangka bisa diajak nonton sama adek kelasnya.
" Kho senyum-senyum sendiri " Celetuk ku
" Ah g kho,kamu bisa aja Bar " Seru Wiwi kaget.
" Hahahaha..." Tawa ku bercanda
Selesai makan Bubur ayam,Aku dan kakak kelas pulang bareng karena satu arah.
" Bar terima kasih ya "Katanya
" Biasa aja,kan hanya kebetulan kita ketemu " Kata ku memotong kalimat kakak kelas ku.
" Jangan panggil kakak donk, kan udh bilang tadi! " Sahut nya.
" Iya Aku lupa Wiwi.. " Seru ku
" Nah gitu kan enak " Jarinya mencubit pegang ku,sambil pasang wajah cemberut. Lalu Aku dan kakak kelas ku beranjak dari bangku Warung bubur ayam.
" Terima kasih Bang mardi " Kata ku ketukang bubur ayam yang Aku kenal.
" Bar kamu kenal sama tukang bubur tadi " Tanyanya heran.
" Iya aku kenal.." Jawab ku santai.
Kakak kelas ku hanya geleng-geleng kepala dan senyum-senyum mendengar jawabku tadi.Aku dan kakak kelas ku berpisah di Gang Rt 10 yang tak jauh dari rumah nya.
" Bar terima kasih " Suaranya pelan
sebelum kita berpisah.
" Iya Wi selamat malam,hati-hati "
Kata ku. Aku berdiri menunggu sampai bayangan Kakak kelas ku menghilang diantara gelapnya malam.Tanpa disengaja malam ini ku lewati bersama kakak kelas ku.
" Akbar ada teman kamu yang nyamper sekolah.. " panggil Ibu ku dari bawah.Ketika Aku sedang memakai seragam sekolah.
" Iya Bu sebentar, Aku kebawah " Jawab ku.Selesai pakai baju seragam,Aku bergegas menuruni anak tangga kebawah menemui nya di Teras.
" Eh ternyata kamu Wiwi! "Sapaku. Dia hanya mesem-mesem mendengar nya.
" Kaget ya..!? " Kata Wiwi
" Iya, Aku pikir siapa " Jawab ku
" Berangkat bareng ya Bar " Kata Wiwi
" Iya,hampir aja Aku udh berangkat Wi...! " Kata ku
" Iya maaf tadi malam, Aku lupa mau bilang kamu besok berangkat bareng" Jawabnya
" G apa-apa Wi santai,kita lewat mana nih.Perahu atau lewat rel kereta api? " Tanya ku.
" Perahu eretan aja Bar.." Jawabnya.
" Bu Akbar berangkat sekolah dulu.." Kata ku pamit.
" Iya hati-hati dijalan " Jawab Ibu dari depan pintu.
" Bu, saya pamit berangkat kesekolah sama Akbar " Kata Wiwi pamit sama ibu ku.
" Iya nak..." Jawab ibu tersenyum.
Aku dan Wiwi jalan bareng menuju penyeberang perahu eretan yang tak jauh dari rumah ku.Siang ini cuaca benar-benar agak berbeda,meski panas hembusan angin masih terasa.
Ku lihat di eretan bukan Edy yang narik perahu nya. Aku pegang tangan Wiwi saat menaiki perahu dan Aku pegang tas sekolah nya. Air sungai Ciliwung agak tenang bila tak ada hujan turun.10 menit perahu eretan udh menepi di anak tangga seberang sana.Aku, Wiwi menaiki anak tangga menuju kearah jalan raya.Aku berada dikanan saat menyeberang jalan sambil memberi isyarat tangan menyeberang. Ku lihat teman-teman kelas ku turun dari Metro Mini 62 Aku,Wiwi tetap melangkah santai
beriringan melewati Terminal Manggarai.
" Hai Bar... " Sapa Yanto saat melihat ku.
" Hai To.. Mana Roy sama Amin" Tanya ku.
" Aku g lihat tadi di Bis " Jawabnya.
Wiwi hanya diam,tak ikut bicara hanya langkah kaki nya sama mengiringi ku di jalan aspal yang berkaca kena pantulan sinar matahari.
" Bar itu kakak kelas kan?" Bisik Yanto pelan. Aku langsung memberi isyarat jari ku menutup bibir.untuk diam.
" Bar Aku duluan ya masuk kelas " Kata Wiwi Sesampai didepan gerbang sekolah.
" Iya.. " Jawab ku.
" Bar itu kakak kelas kan? " Tanya Yanto lagi didalam kelas. Seperti kaget melihat ku jalan bareng dengan Wiwi.
" Iya.. To. " Sahut ku
" Gawat nih anak.. " Seru Yanto sedikit berteriak. Membuat anak-anak dikelas terhenyak dengar teriak Yanto.
" Gawat anak siapa.. " Tanya ku pura-pura tak mengerti.
" Ya kamu lah.." Sahut nya.
Bersamaan bunyi bell yang dipukul penjaga sekolah tanda masuk sekolah. Roy dan Amin baru muncul dikelas.
Bu Maudy masuk kelas 1B.
" Selamat Siang anak-anak " Salam Bu Maudy.
" Selamat Siang Bu " Salam balik anak-anak.
" Sekarang kita ada kan pemilihan ketua kelas dan wakil nya " Kata Bu Maudy.
" Ini kertas suaranya setelah diisi kumpulkan ke ibu.. " Kata Bu Maudy lagi menjelaskan. Anak-anak pun serentak mengambil kertas yang diberikan Bu Maudy. Aku terpilih menjadi ke Tua kelas 1B dan Wakil kelas Rian. Aku dapat tambahan tugas baru disekolah.
" Akbar tadi Ibu ada pesan dari Pak Teguh kamu di suruh temui Pak Teguh di ruang Guru "Kata Bu Maudy.
" Iya Bu.." Sahut ku langsung bergegas ke ruang Guru.
" Selamat Siang Bu." Kataku saat berpapasan dengan Bu Guru Ida diruang Guru.
" Siang Akbar,ada apa?" Tanya Bu Ida.
" Mau ketemu Pak Teguh Bu " Jawab ku.
" Ayo masuk, Pak Teguh ada diruang kepala sekolah.. " Kata Bu Ida.
Aku langsung menemui Pak Teguh.
" Siang Pak " Kata ku.
" Oh ya Bar Bapak hampir lupa " Sahut nya. Aku dipersilahkan duduk diruang Guru.
" Tadi pagi Bapak melihat kamu lewat depan sekolah lagi berjualan koran, bisa tidak mulai besok pagi, kamu yang kirim koran kesini " Katanya.
" Bisa Pak, kira-kira koran apa aja " Tanya ku ke Pak Teguh.
" Kompas dan Pos kota " Jawabnya.
" Bisa Pak.. " Kata ku.
" Ok besok pagi ya, jangan lupa.."
" Iya Pak.. " Sahut ku.
" Terima kasih Bar.. " Kata Pak Teguh.
Selesai dari ruang kantor kepala sekolah, Aku dan geng ku bergegas kekantin seperti biasa. Mengisi perut yang mulai lapar. Ku lihat Wiwi bersama temannya di kantin,Wiwi menoleh kebelakang,seperti merasakan bahwa Aku ada di belakang nya. Aku hanya menganggukan kepala saat Dia melihat ku. Wiwi tersenyum kecil,
Dia paham apa yang Aku lakukan. Terdengar sayup-sayup dia pesan 2 porsi somay ke Pak Usman, Aku mendekat kearahnya sambil
memperhatikan Wiwi.
Aku dan geng ku hanya pesan es cendol. Saat di kantin Aku seperti tak kenal Wiwi. Dia pun begitu hanya dengan bahasa isyarat Aku lakukan komunikasi dengan nya.
" Pak berapa es cendol 3?" tanya Roy ke Pak Usman.
" Rp 2100 " Jawab Pak Usman.
Roy langsung membayar es cendol 3 gelas.
" Ini kembaliannya dek " Seru Pak Usman.
Selesai minum es cendol aku beri isyarat angkat tangan ku saat Wiwi melihat ku,Dia hanya menganggukan kepalanya,lalu Aku beranjak dari kantin.Ting... Ting.. Ting.. Bunyi bell lagi tanda masuk kelas.
" Bar cewek kamu anggota Osis ya " Bisik Yanto pelan di telingaku,
" Hmmm.. " Gumam ku ke Yanto yang selalu membuat Aku berdebar-debar.
Hari pertama, Hari ke dua dan hari ke tiga masa perkenalan masih bebas untuk Siswa-siswi baru. Besok hari terakhir masa perkenalan dan di tutup dengan acara hiburan dari Siswa-siswi baru.Sebagaian Siswa-siswi ada yang ikut Paduan suara.Tarian dan Lawak.Dikelas ku yang ikut. Ada 10 orang. 5 dipaduan suara, 5 di Tarian.
Bell terdengar lagi tanda pulang sekolah. Suasana Sore ini sedikit tak bersahabat,mendung mulai menyelimuti warna langit jingga.
Aku bergegas ke ruang Guru menaruh hapusan dan kapur tulis.
" Bar nanti pulang bareng ya.. Kata Wiwi saat berpapasan di ruang Guru.
" Iya.. " Jawab ku pelan.
Aku menunggu Wiwi didepan sekolah, Dia menoleh kekanan-kekiri seperti mencari Aku di keluar dari pintu gerbang sekolah. Dia tersenyum saat melihat Aku lagi duduk di warung depan sekolah. Dia melangkah keluar dari pintu gerbang, Aku mengikuti dari belakang menjaga jarak langkah ku.Setelah suasana sepi Aku baru mendekati Wiwi berjalan di sampingnya. Untung aja hujan belum turun. Aku berdiri disamping kiri Wiwi saat akan menyeberang jalan raya lalu tanganku memberi aba-aba.
Wiwi mengikuti ayunan langkah kaki menuju tempat perahu eretan yang ada diseberang sana..ku gengam tangan Wiwi saat hendak menuruni anak-anak tangga tempat perahu eretan bersandar. Akhirnya sampai juga didaerah rumah ku.
Aku berpisah jalan di Gang Rt09. diikuti Gerimis yang mulai turun.
Dihari Minggu Aku tak berjualan koran,Aku hanya mengantar kelanganan saja 42 orang itupun ku antar agak Siang dikit jam 7.00 wib baru ku antar. Sepulang dari jogging
Setelah itu Aku pulang kerumah, sesampai di rumah,ku merebahkan badan di kursi panjang seperti kursi malas tanpa menganti pakai sambil mendengar kan lagu The Beatles dari Walkman Sony ku yang tak pernah lepas saat jogging. Hampir Aku tertidur lelap di kursi itu.
" Kak Akbar... "Panggil ade ku.
Jam didinding menunjukan pukul 9.00 wib. Aku langsung ke kamar mandi dan membersihkan diri,
Bagi ku 40 menit cukup untuk berada dikamar mandi. Selesai mandi Aku langsung kekamar tidur ku,ketika Aku lagi asyik mendengar lagu band favorit ku The Beatles.
Terdengar suara ade ku memanggil
" Kak ada teman nya yang datang " Teriak ade ku.
" Laki apa Perempuan " Sahut ku.
" Perempuan kak..." Jawab ade ku.
" Wiwi.. " Gumam ku dalam hati.
Aku beranjak dari kamar menuruni anak tangga,Aku hampiri Wiwi yang sedang duduk di teras.
" Hai Wi..apa kabarnya nih " Sapa ku menghampiri nya.
" Baik " Jawabnya senyum-senyum kecil.
" Kamu kaget ya... " Seru Wiwi
" Iya kaget.. " Kata ku
" Kamu ada acara keluar g hari minggu ini" Tanya Wiwi
" G ada Wi, Emang kamu mau kemana " Sahut ku.
" Ada aja, klu kamu mau " Jawabnya nada bercanda.
" Boleh "
" Ok sekarang kita berangkat, bagaimana Bar " Ajak nya.
" Tunggu sebentar ya, Saya pamit sama ibu ku dulu. " Kata ku.
Aku langsung mencari ibu didapur.
Ibu baru aja selesai membuat sambal mentah untuk makan siang nanti.
" Bu Akbar pergi dulu sama teman " Kata ku pamit.
Setelah dapat izin Aku bergegas menghampiri Wiwi di teras,tanpa Aku sadari ibu ku mengikuti dari belakang.
" Bu Pamit mau keluar " Kata Wiwi.
" Iya,hati-hati dijalan,pulang nya jangan malam ya Akbar " Seru Ibu ku.
Siang ini udara memang tak begitu panas,tak seperti hari kemarin yang begitu panas tak ada angin sama sekali. Saat aku dan Wiwi sampai di Terminal. Ku perhatikan Wiwi kakak kelas ku ini Wajahnya bukan cantik tapi ayu, enak melihat nya tak bosan, beda dengan cantik yang bisa membosankan. Ditambah mata yang sedikit sipit di ujung kelopak matanya ,rambut ikalnya yang sebahu. Aku masih g percaya kho Dia mau datang kerumah ku di hari libur.
Ku lihat Dia sedang asyik memainkan perment karet di mulut yang yang mungil,Aku sentuh pundak nya..
" Wiwi kira-kira mau kemana nih? " Tanya ku
" Bagaimana ke Ragunan! " Sahut nya.
" Kangen sama uwa ya...hehehe " Jawab ku sambil bercanda.
" Enak aja " Serunya pasang muka cemberut.
" Naik Metro Mini apa taksi "Tanya nya ku.
" Metro Mini aja biar lama dijalan nya" Seru nya
Tak sampai 5 menit Metro Mini 62 datang Jurusan Pasar Minggu. Aku dan Wiwi duduk di belakang dekat pintu keluar. Tangan Wiwi mengengam tangan ku,seperti yang Dia lakukan malam itu. Akupun mengengam tangannya erat-erat. Hembusan angin terasa di muka ku dan Wiwi. Laju jalan Metro Mini 62 membuat tak terasa sudah sampai di Terminal Pasar Minggu.lalu dilanjutkan naik Metro Mini 68 Jurusan Ragunan. Jam 12.30 wib sampai di Ragunan. Suasana disana hari ini seperti tak seramai biasanya. Aku berdua berjalan menuju loket karcis,sambil bergandengan tangan dia pun tak malu menyandarkan kepala di bahu ku.
" Wi kita makan ketoprak yuck " Ajak ku makan diluar sebelum masuk kedalam.
" Ayo.. Aku juga udh lapar nih" Timpal nya.
Aku berdua menghampiri pedagang ketoprak yang ada di luar areal Ragunan.
" Kamu pedas apa biasa Wi.." Kata ku memesan kan ketoprak
" Pedas cabe nya 4.." Sahutnya
" Bang satu biasa satunya lagi cabe rawit nya 4 " Pesan ku
Ketoprak adalah salah satu makan favorit ku,klu lagi ada diluar rumah,
selain Mie ayam atau Bubur ayam,
Makan itu yang pasti ku pilih. Hanya beberapa menit pesan ku udh jadi.
Aku dan Wiwi menyantap pesanan tadi,selesai makan siang, Aku berdua baru masuk ke Kebun Binatang Ragunan.Puluhan jenis Binatang ada semua disitu. Baru setengah keliling Kebun Binatang Ragunan udh cukup melelah kan juga.
" Bar Aku minta doa nya aja " Kata Wiwi saat kita lagi Berdua duduk direrumputan. Aku mendengar itu kaget dan g begitu paham maksudnya Wiwi berucap seperti itu.
" Emang kamu ada apa? .." Jawab ku tak mengerti.
" G apa-apa, Aku hanya ingin bilang doa kan Aku " Suara Wiwi ada yang tertahan.
" Kamu bilang jujur Wi ada apa dan kenapa " Tanya ku lagi penasaran.
" Minggu depan Aku mau operasi "
" What..." Kata ku tak percaya.
" Kamu mau tahu kenapa malam minggu itu, Aku ada di Bioskop sendiri " Seru nya.
Aku terdiam tak bisa menebak apa pun.karena pada dasar nya, Aku bukan orang yang mau tahu urusan orang lain.
" Saat itu Aku hanya ingin menghibur diri karena aku akan menjalani operasi minggu depan, jujur Bar Aku tak punya teman untuk di ajak bicara tentang apa yang ku rasa, meski aku pun pacar " Kata nya
" Kho bisa begitu Wi...!" Seru ku
Aku benar-benar terharu mendengar nya dan yang tak habis ku mengerti kenapa dia tak ingin bilang ke pacarnya. Itu membuat Aku syock.
" Iya Bar, pacar ku hanya ingin Aku temani,tapi saat aku butuh untuk ditemani pacar ku tak pernah ada buat Aku " Suara nya terdengar parau.sepert menahan rasa sakit.
" Wi kamu harus sabar.. " Kata ku memberi semangat.
" Untung ada kamu Bar meski aku baru kenal kamu,Aku yakin kamu teman yang baik dan Aku suka kamu" Kalimatnya yang terakhir ini yang membuat Aku tak percaya,
Dengan begitu mudah dia bilang suka pada ku. Hanya hitungan hari dia bisa mengutarakan isi hati nya.
Tapi Aku berpikir positif aja, mungkin dia salah ucap.Sore ini awan memulai akrab dengan warna hitam,membuat suasana menjadi mendung. Aku berdua Wiwi menunggu Metro Mini 68 di areal parkir Kebun Binatang Ragunan. Aku harap hujan tak akan turun sore ini. Ku perhatikan Wiwi seperti nya gelisah...
" Ada apa Wi? Kamu masih mikirin yang tadi kamu bilang ya? " Kata ku.
" G... " Suaranya datar.
" Aku dari tadi melihat kamu seperti ada yang kamu pendam" Kata ku lagi
" Aku heran aja, kho Aku bisanya bilang semua ini sama kamu yang baru Aku kenal, hanya hitungan hari"
Seru nya menyalahkan dirinya sendiri.
" Kamu g boleh bilang seperti itu Wiwi " Kata ku mengusap rambutnya.
Metro Mini 68 sudah datang. Aku dan Wiwi bergegas naik Metro Mini, sebelum penumpang penuh. Diperjalanan Wiwi lebih banyak diam tak seperti saat berangkat, sampai ganti Metro Mini 62 pun Wiwi tetap terdiam. Sebelum Terminal
Manggarai, Aku,Wiwi turun diperempatan jalan dekat tempat perahu eretan.lebih dekat kerumah.
" Hati-hati dijalan " Kata ku saat pisah jalan.Aku, Wiwi pisah di Gang Rt 09, Aku lurus, Wiwi masuk Gang lalu lewati jembatan kali keroncong.
Ketika Aku lagi asyik mendengar lagu band favorit ku.The Beatles, kho pikiran ku ke Wiwi kakak kelas ku, kata-katanya tadi Sore terus memenuhi benakku.kenapa dia tak bicara dengan pacarnya tentang apa yang Dia risaukan saat ini. Kenapa mesti Aku yang tahu,yang hitungan hari baru kenal dia,begitu mudah dia utarakan apa yang dirasakan nya. Rasa yang seharus tersimpan rapat, bisa terucap begitu saja.
Aku sendiri pun kaget tak percaya Wiwi mengucap kalimat itu sedang kan cowok nya ada. Sedangkan Aku hanya orang yang baru di kenal nya.
Alunan lagu Something dari The Beatles menemani Aku dalam pertanyaan tentang Kakak kelas ku itu. Malam ini sebuah pertanyaan yang penuh teka-teki tentang Dia.
Raut wajahnya melintas didalam benakku,wajah ayu tetap manis tanpa polesan sedikitpun, bola matanya yang indah, rambutnya yang ikalnya sebahu,bibir yang mungil ditambah bulu halus ditangannya begitu membedakan dari yang lain.
Aku pun ingin larut dalam lelah mimpi diperaduan,tapi mata ini susah terpejam,meski angin malam yang masuk diantara celah lubang angin Belum membuat ku terlelap dalam mimpi, mata ini masih di ajak damai. Ku pasang waktu di jam becker.
Untuk menjaga ku dari kelelapan malam ini. Alunan lagu The Beatles belum ku matikan karena aku ingin malam ini benar-benar indah menebak arti teka-teki yang menyelimuti pikiran ku saat ini.
Aku terkadang berpikir betapa bodohnya pacar Kakak kelas ku itu.
" Ah kenapa ku harus memikirkan cowoknya" Gumam ku dalam hati
Tak terasa Jam.menunjukan pukul 00.35 wib. Dan Aku pun terlelap juga diperaduan dalam mimpi yang indah.
Kriiiiiiiing... Kriiiiiiiing....kriiing Suara bunyi becker membangun ku dari lelapnya mimpi.Selesai sholat subuh baru Aku siap-siap ke tempat biasa ambil dagangan ku koran dan majalah. Suasana diluar masih terasa dingin, awan pun masih gelap pekat.
" Bu mau keluar dulu.." Kata ku saat ibu ku selesai sholat subuh.
" Hati-hati di Jalan Akbar " Seru Ibu ku sambil membukakan pintu.
" Iya Bu.." Jawab ku.
" Bismillah " Kata ku dalam hati, setiap akan melakukan sesuatu yang berguna buat ku dan orang-orang yang Aku sayangi. Digelap nya Pagi Aku telusuri gang-gang di tempat ku, ayunan langkah kaki pun sampai melewati rel kereta api,tuk menuju jalan aspal. 20 menit Aku udh sampai di tempat ku ambil dagangan ku.
" Bos seperti biasa... " Kata ku pada Pak Siregar.
" Eh kamu Bar.." Seru Pak Siregar.
Lalu dia menyiapkan pesanan ku.100 exp koran dan 8 majalah.
Dengan alas plastik kresek putih Aku masukkan dagangan ku. Pagi pun mulai cerah, Akupun siap-siap mengayunan langkah kaki mengantar koran, majalah kelanganan ku.
" Koran.. Koran.. Koran " Teriak ku setiap Pagi dari satu gang ke gang lainnya, dari satu kampung ke kampung lainnya. Aku berdagang keliling kampung di seputaran Saharjo,Menteng atas,Kawi dan Halimun.. Star pertama Aku masukan koran di sekolah ku didaerah Menteng atas. Aku pun sering kali bertemu dengan teman kelas ku di daerah itu.tapi bukan membuat ku jadi malu atau apa, bagi ku ini Aku.
" Bar koran Kompas 1 " panggil seseorang di teras rumah,saat Aku masuk Gang, Aku menghampiri nya.
" Eh.. Suf..." Kata ku setelah Aku tahu itu Yusuf yang memanggil ku.
" Besok bisa g setiap hari antar kesini Bar " Pinta nya
" Siap kho.." Kata ku.
" Berapa sebulan " Tanya nya
" Rp 4000 sebulan Suf " Jawab ku.
" Ok besok antar ya.." Sahut nya
" Siap... Ayo Suf Aku jalan lagi.. " Aku pun meneruskan ayunan langkah kaki ku.mengantar koran lebih awal untuk langanan ku.Selesai mengantar langanan Aku nongkrong di Puskemas Halimun untuk menghabiskan sisa dagangan tinggal beberapa lagi. Koran 6 lagi, ku bawa untuk di rumah 2 yang ku jual