Di Teror Lagi

1719 Kata

Usai makan siang, Aku dan Pria di sampingku memutuskan untuk kembali ke Rumah Sakit dengan membawa beberapa jinjingan untuk Keluargaku. Aku berjalan mengekori Bang Danu dari belakang, jika di lihat-lihat Pria ini lumayan juga. Memiliki badan kekar, tinggi, bisa di katakan nyaris sempurna. Dilihat dari belakang saja sudah terlihat aura pertampanannya, apalagi jika dilihat dari depan. Oh, astaga, bicara apa aku ini! Sesuatu telah bergetar di saku jaketku, aku langsung mengambilnya, membuka benda pipih itu untuk mengetahui siapa yang sudah mengirim pesan padaku. Setelah k*****a pesan itu, ternyata teman Kampusku yang mengirimkan beberapa materi yang telah mereka pelajari selama beberapa hari ini. Dia mengirimiku materi tersebut karena tidak ingin aku ketinggalan mata pelajaran. Duh betapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN