19. Mobil Bergoyang

1091 Kata

Aku dan Danar saling melirik horor. Mungkinkah pikirannya sama denganku? s**t! Orang bejad mana yang melakukan hal gila di parkir basemen? Ya Tuhan, ini masih pukul delapan. Masih terlalu sore untuk ukuran Kota Jakarta. "Kita samperin atau biarin?" tanyaku ragu. "Samperin. Itu bisa merusak citra perusahaan," ucap Danar dan langsung kembali melangkah. Aku panik. Tidak menyangka kalau Danar akan menghampiri mereka. "Kayaknya enggak usah deh, Nar." Aku mengejar langkahnya. "Kita harus memberi efek jera sama pelakunya biar nggak ngulangin lagi." "Tapi, Danar..." Aku nggak bisa mencegah lagi saat Danar benar-benar mengetuk kaca mobil itu. Goyangan pada mobil sontak terhenti. Kaca film yang tidak terlalu tebal membuat kami bisa melihat isi dalam mobil itu meskipun kurang jelas. Tapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN