Chapter 30

1051 Kata

“Non, Bapak sama Ibu nyuruh saya panggil Non turun ke bawah,” ucap Bi Minah. “Oke. Nanti saya turun, Bi,” ucap Davika tanpa memalingkan wajahnya. Bi Minah berbalik, meninggalkan gadis itu sendiri di balkon kamarnya. Setetes air mata mengalir di pelupuk matanya. Davika menatap rumah Kasya. Di depan rumah Kasya, terparkir mobil Viko. Davika mendengus sinis lalu mengusap air matanya dengan kasar. Setelah apa yang mereka lakukan padanya kemarin, mereka masih bisa berduaan di sana seolah tak ada apapun yang terjadi. Davika masuk ke dalam kamarnya. Dia menutup pintu balkonnya dan menyibak gordennya, menutupi pemandangan itu dari kamarnya. Gadis itu menatap wajahnya yang terlihat pucat, lingkaran hitam di bawah mata dan kelopak mata yang bengkak. Davika memutuskan untuk membasuh wajahnya di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN