Hanya cahaya matahari yang menerobos celah - celah gorden yang menyinari kamar gadis Di dalam keremangan kamarnya, Davika beberapa kali mengusap air matanya ketika melihat fotonya bersama Kasya saat di taman. Dia menggigit bibirnya ketika menatap ikon berbentuk tempat sampah yang sudah ditekannya barusan. Gadis berambut panjang itu bangun dari duduknya dan menyimpan ponselnya yang kini bersih dari kenangan tentang Viko dan Kasya. Dia membuka semua buku gambarnya, membongkar meja riasnya dan seluruh isi kamarnya. Ikat rambut hitam, boneka landak, sepatu, pakaian, robekan halaman buku gambar yang berisi segala tentang Viko maupun Kasya kini terkumpul di kardus. Dia menatap ke dalam kardus itu dengan mata yang kembali basah. Davika ingin melenyapkan semua barang-barang itu. Benda-bend

