Satu jam berlalu dan kini Davika sudah berada dalam sarangnya lagi. Di mana lagi kalau bukan di kamarnya. Tangan gadis itu menggenggam ponsel yang menunjukkan kontak Karina. Davika menatap kosong ke arah balkon kamar. Puluhan panggilan masuk tak diangkat oleh sang mama. Harapan terakhir yang diharapkan Davika sebagai tempatnya bersandar kini ikut menghilang seolah sedang menghindarinya. Apa salahnya hingga mamanya tak ingin mengangkat panggilannya? Davika hanya ingin berbagi keluh kesahnya untuk saat ini. Mamanya pernah bilang akan mengunjunginya sekali-kali. Namun sekarang, mengangkat panggilannya saja tidak bisa. Davika sekarang berada dalam ambang kehancuran namun dia masih mempunyai akal sehat untuk tetap bertahan hidup. Menghilang dari muka bumi tak akan membuatnya bahagia, malah

